
Selepas jia mengantar papa Mahes dan Devan ke parkiran , jia bergegas untuk bertemu dengan Bryan, Tya dan Dara ditaman .
Sepanjang perjalanan banyak yang berbisik tentang jia , selain anak baru di kampus jia juga bisa kenal dengan pengusaha tersohor dan sukses itu membuat para mahasiswa lain berbisiki-bisik tidak enak membuat jia bergedik ngeri sepanjang corridor kampus menuju taman.
“Udah lama nunggu ya “ sapa Jia telah sampai di taman tempat mereka janjian untuk bertemu
“Gak lama kok , sebentar banget malah ini nunggunya , noh saking lamanya udah habis 2 pop ice gue sama cilok “ sindir Tya membuat Jia terkekeh geli
“Sorry-sorry , yaudah sekarang kalian mau tanya apa ? Sok atuh “ ucap jia sedikit bercanda
“Alah gaya lu “ nyinyir tya yang masih kesal terhadap jia .
“Lu kenal sama Bapak Mahes? “ tanya Dara membuka pertanyaan awal
Jia mengangguk
“Kok bisa kenal ? “ sambung bryan
“He-eh kok bisaaaa? “ tanya Tya tak kalah heboh
“Iya temen papa gue , itu yang tadi pak mahes bilang selalu didukung temen yg setia , yang dimaksud papa mahes ya Papa gue “ cercar jia membuat ketiganya membulatkan matanya .
“Trus lu kok panggil dia papa sih jia ? Papa mertua ya “ ceplos Tya mendapat tatapan tajam dari Jia , sedangkan Bryan mengerutkan keningnya bingung .
Dara disana hanya menjadi pendengar , sesekali ia merasa senang ketika Tya mengatakan bahwa papa Mahes adalah mertua Jia di depan Bryan .
“Mulut lo dijaga jubaedah “ kesal Jia kepada Tya
Tya cengengesan dan menampilkan giginya .
“Kalau gitu gue cabut duluan gue mau ke store cek stock sekalian mau rekrut karyawan “ Ucap jia
“Bahh sialan lu jia , kita nunggu hampir sejam , lu mau kabur duluan , “ umpat Tya
“Sorry hahaha , gue duluan ya “ ucap jia bangun dari duduknya
Bryan pun ikut bangun ,
“Kita jalan bareng ke parkiran ya ,” ucap bryan
Jia pun mengangguk
“Kalian semua , gue sama jia duluan ya “ ucap bryan kepada tya dan dara
“Udah sana lu pergi hus huss “ usir Tya .
“Byeee “ ucap dara
Selama diperjalanan menuju parkiran , semua hening , Jia dan Bryan tak saling bersuara .
“Jia aku ada sesuatu yang ingin dibicarakan , bolehkan meminta waktunu sebentar? “ tanya Jia
“Boleh tapi nanti ya bryan , aku urgent banget harus ke store , bagaimana kita bertemu di taman lepas aku pulang dari store , nanti akan ku kabari “
“Baiklah , aku menunggumu “
Jia mengangguk lalu masuk kedalam mobilnya
“Kalau begitu aku jalan dulu ya, kau berhati-hatilah berkendara bry “ ucap jia dan dibalas anggukan oleh Bryan .
Bryan melambaikan tangannya , dilihat mobil jia sudah keluar dari area Kampus . Bryan menghela nafasnya kasar
“Gue harus tegas sebagai pria “ batin Bryan
...****************...
2 jam berlalu jia masih berkuntik mempacking stocknya , sesekali membalas pesan masuk di online shopnya , sesekali juga ia mengecek Cv yang dikirimkan para calon pekerjanya .
“Lelahnya “ gumam Jia
Jia dibantu oleh 2 karyawannya , Siti dan Nita
“Kak Jia , kalau lelah istirahat dulu gih, biar kami berdua selesaikan packinganya “ kata Siti
“Baiklah , aku akan lanjut untuk mengecek CV anak-anak baru ,” ucap Jia berjalan menuju meja kerjanya , Laptopnya sudah stand by sedari tadi .
“Oh ya , kalian mau makan apa biar aku gofood nih “ tawar jia
“Terserah kakak aja kita ngikut “ cengir siti .
“Jangan gitu dong , kalian suka apa biar aku pesankan “
“Mau ayan mekdi aja deh kak jia “ ucap Nita
“Aku juga boleh kak Jia , mau ayam mekdi “ sambung siti
“Okelah aku gofood ya ,”
“Makasi kak jia “ ucap Siti dan Nita kompak, mereka sangat menyukai Jia , selain pintar, bosnya ini juga ramah dan loyal .
Saat Jia tengah asik berkutik dengan laptopnya tiba-tiba handphonenya berbunyi .
“Hallo “ terdengar suara pria diseberang
“Hallo pa “ ucap jia
“Nak sudah sore apa kau belum pulang kuliah? “ tanya papa Kendra
“Hehe jia sudah pulang siang tadi , ini masih di store pa, lagi cek-cek orderan , Jia pulang malam ya pa”
“Baiklah, jangan lupa makan, dan hati-hatilah berkendara “
“Siap boss , temu dirumah ya pa”
“Iya anakku yang cantik “
Telepon berakhir . Jia menghela nafasnya pelan , dilihatnya jam menunjukan pukul /5 sore .
“Lebih baik aku katakan pada bryan untuk bertemu jam 6 nanti “
Jia membuka aplikasi chatnya , dikirimkannya pesan untuk bryan
“Bry , kita jumpa jam 6 ya , kerjaanku masih belum selesai “
“Baiklah sayang, semangat ,apa perlu aku kesana membantumu? “
“Baiklah , see you “
Jia hanya membaca pesan tersebut dan melanjutkan kerjaanya .
......
Pukul 07.00 jia masih berkutik merapikan stock , sebelumnya gofood sudah datang dan mereka makan bersama . Saat tengah merapikan stock tiba-tiba hpnya berdering kembali
“Hallo “ sapa Jia
“Hallo sayang, kau dimana? Aku sudah menunggumu sejam lalu, pesanku juga tak kunjung kamu balas “ ucap bryan
“Oh Bryan maafkan aku, aku hampir saja lupa, tunggulah aku disana , aku akan jalan sekarang “ ucap Jia , bergegas mengambil tas dan barang-barang lainnya menuju mobilnya
“Jika kau sibuk tak apa jika dibatalkan “
“No Bryan, mari kita bertemu “
“Baiklah, hati-hati dijalan sayang “
Jia mematikan ponselnya
“Nit, siti , kakak pulang duluan ya , jangan lupa kunci store , see u besok “ ucap jia bergegas menuju mobilnya
“Hati-hati mbak “ teriak Nita dan Siti
Jia berkendara menelusuri taman tempat mereka akan bertemu. Sesampainya disana , dilihatlah Bryan duduk ditaman . Bryan memakai baju kaos hitam polos dengan celana pendek jeans , terlihat sangat tampan membuat Jia sedikit tertegun
“Kamu sangat tampan Bry , tapi mengapa aku tak bisa menyukaimu “ batin Jia
“Bryan “ sapa jia yang sudah berdiri dihadapan Bryan
Bryan yang tengah asik mengotak atik handphonenya pun mendongakkan kepalanya
“Haii “ senyum bryan sangat manis
“Sini duduklah “ pinta bryan sembari menepuk kursi kosong disebelahnya .
Jia pun duduk disamping Bryan .
“Apa kau lelah ? “ tanya Bryan kepada Jia
“Sedikit “ senyum jia
“Maaf menganggu waktumu ji, namun ada hal yang ingin aku sampaikan “ ucap Bryan serius
Jia mengerutkan keningnya , jantungnya berdegup kencang , entah mengapa ia merasa tidak dalam kondisi yang aman
“Bicara saja “ ucap Jia gugup
Bryan menggengam tangan jia lembut , matanya menatap jia , pancaran cinta Bryan kepada Jia membuat Jia sedikit luluh .
“Apa kau benar-benar menyukaiku? “ ucap Bryan
“Apa ada pria lain dihatimu ji ? “ sambung bryan
Mendengar penyampaian Bryan membuat Jia kaget dan gelagapan
“Kenapa kau menanyakan hal seperti itu ? “ tanya Jia
“Entah , aku merasa kau tak benar-benar mencintaiku , jangankan mencintai, aku rasa kau juga tak ada rasa padaku “ ucap Bryan dengan mata yang berkaca .
“Aku tau kau menyukai pak Devan “ ucap Bryan membuat Jia benar-benar terkejut
Hening .....
Jia menghela nafasnya pelan
“Bryan , untuk mencintaimu aku masih belajar akan hal itu , menyukaimu , aku menyukaimu tapi belum tahap mencintaimu . Untuk masalah menyukai pak Devan itu dulu “
“Maafkan aku Bryan berbohong padamu , namun sebisaku akan mencoba mencintaimu “ batin Jia
“Apa kau tau? Aku sangat cemburu melihatmu berinteraksi dengan pak Devan “
Jia yang sebelumnya menunduk pun mendongakkan kepalanya
“Apa kau benar-benar mencintaiku Bry ? “
“Apa selama ini perlakuanku padamu ini kurang cukup sebagai bukti bagaimana aku mencintaimu “
Bryan mengusap lembut rambut kepala Jia
“Apa aku ada dihatimu Ji ? Sedikit saja, apa ada aku dihatimu “ ucap Bryan
Jia mengangguk
“Kamu ada dihatiku “ ucap Jia memberanikan diri menatap mata Bryan
Bryan langsung memeluk Jia erat , Bryan menangis dan terisak
“Terimakasih karena menyisakan ruang untukku dihatimu “ ucap Bryan menangis dipelukan Jia
“Hei , janganlah menangis , aku hanya minta waktumu , beri aku waktu sedikit saja agar aku bisa memastikan perasaanku untukmu “ ucap Jia lembut sembari mengelus punggung Devan
“Aku akan selalu memberikan semua waktuku untukmu “ Bryan melepas pelukan Jia ditatapnya Jia
“Mari kita coba menghabiskan waktu yang ada berdua ,” ucap jia
Bryan mengangguk lalu mencium kening jia tulus . Jia memejamkan matanya
Hatinya terasa sakit
“Aku tau rasanya ditolak cinta , kali ini sebisa mungkin aku takkan menolak Bryan , pria ini sangat tulus kepadaku , aku akan mencoba membukakan hatiku padanya “ batin jia
Bryan melepas ciumannya , lalu kembali memeluk Jia .
Jia yang memeluk Bryan , dari kejauhan ia seperti melihat Devan sedang menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca lagi . Marah,Kecewa, Sakit Hati .
Devan yang merasa diperhatikan oleh Jia langsung pergi menjauh , Jia hanya memperhatikan Devan dari jauh dalam pelukan Bryan .
...****************...
...Hai-hai-hai balik lagi nih . Maaf ya Author uploadnya lama , ada sedikit kesibukan tadi . Bonusnya aku upload panjang ya .. Nah lhoo Devan ternyata ngintip si Jia sama Bryan . Kira-kira perasaan Devan bakal gimana ya??? Temu besok ya guyss .. Jangan lupa vote,like dan beri hadianya . Semoga kalian suka cerita aku . Maaf ya kalau masih ada banyak salah . Love you all my readers ❤️❤️❤️...