Oh My Man

Oh My Man
Kepulangan Rahasia Devan


Setelah makan siang bersama Dara dan Tya , Jia memilih untuk pulang dan tertidur . Akhir-akhir ini dia memang sering tertidur dan mengantuk.


“Sayang bangun nak “ ucap Mama Sita yang membangunkan putrinya .


Jia mengerjapkan matanya dan mengedarkan pandangannya .


“Mahh “ sapa Jia langsung bangun dan bersandar pada headboard kasur


“Kamu bangun ya , tumbenan jam segini udah tidur . Kita makan malam sama-sama , ada yang mau papa dan mama bicarakan “


Jia sontak mengangguk dan bangun untuk segera pergi ke meja makan .


Di meja makan mereka makan malam bersama , hingga akhirnya Jia telah menghabiskan makanan dipiringnya dan tangannya mengambil buah Anggur yang tersedia diatas meja makan .


“Kamu udah siap nikah nak ? “ tanya papa Kendra


Jiandra sontak terkejut


“Devan menelpon papa kemarin , dia bilang setelah nanti dia pulang dari Jerman akan mengurus pernikahan kalian “ ucap papa Kendra


Jia gelagapan


“Ahh iya pah , Jia sudah siap lagipula sebentar lagi Jia akan wisuda . Kasian kak Devan jika harus menunggu lama “ ucap Jia


“Bagus jika seperti itu nak , lebih cepat lebih baik “ ucap mama Sita dengan girang


“Baiklah , papa akan urus pernikahan kalian bersama mama ,papa Mahes dan mama Devya “ ucap papa Kendra


“Terimakasih pah “ ucap Jia


“Jia kekamar dulu ya mau mandi , gerah banget “ sambungnya


Papa Kendra dan Mama Sita pun mengangguk mempersilahkan putrinya untuk kekamar lebih dulu .


Jia memang sempat menghubungi Devan dan mengatakan jika dirinya hamil saat telah sampai dirumah sebelum tidur


Flashback


Jia menghubungi Devan dengan ponselnya saat Jia sampai dirumah sehabis makan siang bersama Dara dan Tya


“Hallo Sayang “ sapa Devan yang dengan cepatnya mengangkat ponsel Jia


Karena kebetulan Devan memang akan menghubungi Jia disana


“SAYANG , Aku hamil “ ucap Jia langsung membuat Devan terdiam dan tidak menyahut


“Yangg “ panggil Jia lagi


“Ehh iya sayang ? Kamu beneran hamil ? “ tanya Devan girang setelah termenung beberapa saat


“Aku belum cek , tapi akhir-akhir ini aku sering mual dan pusing . Aku tanyakan Dara ternyata waktu awal kehamilan Dara juga seperti itu . “


“Kamu cek dulu gih sayang “ pinta Devan menenangkan


“Aku maunya cek sama kamu , kalau sendiri aku takut “ cicit Jia dengan nada rendah


Devan tentu saja sedih , saat Jia membutuhkan dirinya namun Devan tak ada disampingnya .


“Kamu gak akan kabur kan ? “ tanya Jia lagi kepada Devan


Devan sontak tertawa


“Yaampun yangg , mana mungkin aku kabur . Aku senang sekali dengar kabar kehamilan kamu . Aku pasti akan bertanggung jawab dan akan segera menikahimu “ ucap Devan


“Yasudah kamu istirahat ya . Ibu hamil gak bole capek-capek “ sambungnya


“Iya sayang , cepat pulang ya aku rindu “


“Aku juga rindu kamuuu , love you “


“Love you too “


Flashback Off


...----------------...


Setelah kemarin Jia ditanyakan pasal Pernikahannya dengan Devan , Jia mencoba menghubungi Devan namun tidak ada jawaban dan balasan dari pesan-pesan yang Jia kirim untuk Devan .


Jia yang bosan pun memilih untuk pergi ke Store miliknya , ia merenungi dan menatapi ponselnya berharap ada pesan dari Devan .


“Apa dia hendak kabur ? Dan tidak bertanggung jawab ? “ batin Jia mulai berpikir Negatif tentang Devan .


Jia menggelengkan kepalanya


“Tidak-tidak kak Devan itu sangat mencintaiku “ gumam Jia meyakinkan dirinya sendiri .


Jia kembali mual , ia segera berlari ke toilet yang berada distore .


Jia memuntahkan semua isi perutnya , Jia memuntahkan sarapan yang dia makan tadi pagi bersama keluarganya .


Jia mendadak lemas , ia bersandar dipintu kamar mandi sembari memejamkan matanya .


Keringat didahinya terlihat sangat jelas , Jia benar-benar kehabisan tenaga karena memuntahkan isi perutnya .


“Sayangg “ panggil seseorang yang sangat Jia kenal


Jia yang memejamkan matanya pun sontak membuka matanya dengan cepat


“Kak Devannn “ ucap Jia langsung mendekap tubuh Devan yang berada diambang pintu


Devan pun memeluk Jia erat , menyaksikan Jia yang memuntahkan isi perutnya. Terbesit rasa kecewa dan penyesalan pada dirinya , karena saat Jia butuh dirinya Devan tak ada disampingnya .


“Kamu baik-baik saja sayang hmm ? “ tanya Devan sembari mengelus rambut Jia lembut


“Aku baik-baik saja setelah kamu datang .. Kamu gak bilang-bilang mau pulang ? “ tanya Jia sembari melepaskan pelukannya


“Kejutannn “ ucap Devan girang


Jia memukul pelan lengan Devan


“Aku pikir kau akan meninggalkan aku “


Devan sontak tergelak , ia menarik kembali Jia kedalam pelukannya .


“Yaampun yangg seudzon terus kamu ah , mana mungkin aku meninggalkan kamu “ ucap Devan


Jia mengangguk didalam pelukan Jia


“Siapa tau ada bule cantik disana “ sindir Jia


Devan terkekeh


“Kamu tercantik .. Ehm kita ke rumah sakit ya mau cek keadaan kamu , sekalian cek dedek “ ucap Devan sembari mengelus perut Jia


Jia tersenyum melihat kebahagiaan Devan yang terpancar jelas diwajah Devan


Jia mengangguk meng-iyakan kemauan Devan


...----------------...


Mobil Devan telah berjalan menuju rumah sakit yang Rendy booking sebelumnya , bagaimana tidak ? Mengingat Devan adalah seorang pengusaha yang terkenal Devan tak ingin ada gosip yang menjelekkan Jia kedepannya karena Jia hamil sebelum menikah .


“Kapan pulang ? “ tanya Jia yang sebnarny sangat penasaran


“Kemarin waktu kamu telepon aku , aku langsung minta Rendy untuk memesankan tiket penerbangan malam itu juga , Pagi ini aku baru sampai jadi aku memilih beristirahat sebentar di Apartment . “


Jia mengernyitkan keningnya


“Kamu belum pulang kerumah yang ? “ tanya Jia


Devan menggeleng cengengesan


“Belumm yangg , kan Rahasia . Kalau aku pulang nanti ketahuan dong sama mama dan papa kalau aku pulang mendadak “ jelas Devan


“Apartement siapa punya ? “ tanya Jia


“Punya aku , tapi jarang aku tempati . Hanya untuk investasi “ ucap Devan


Jia mengangguk dan ber-Oh ria .


“Selepas pemeriksaan kamu kita langsung fitting baju pernikahan ya , aku juga sudah katakan pada papa dan mama jika kita akan menikah secepatnya . Mungkin minggu depan ? “ tanya Devan


Jia sontak terkejut , meski ia tahu jika Devan juga telah menghubungi papa Kendra dan Mama Sita jika Devan akan menikahi Jia secepatnya , namun seminggu bukankah terlalu cepat ?


“Apa tidak terlalu cepat ? “ tanya Jia ragu


Devan melirik Jia sekilas


“Kasian dede kalau kelamaan gak ada Daddy-nya “ ucap Devan dengan bahagia-nya sembari mengelus perut Jia


Jia tertegun


“Aku belum sempat cek apapun , jika aku tidak hamil apa kak Devan akan kecewa ? . “ tanya Jia membatin pada dirinya sendiri


...****************...


Mobil Devan telah sampai diparkiran rumah sakit , Jia dan Devan segera menuju Dokter yang telah dipesankan Rendy .


Di-ruangan dokter Jia diperiksa dan berbaring di bed hospital ruangan dokter itu prakter ..


Setelah diperiksa semua , Jia segera duduk disamping Devan yang tengah duduk dikursi depan meja Dokter .


“Bagaimana keadaan tunangan saya dok ? “ tanya Devan antusias


“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan , sepertinya tunangan Tuan Muda sering terlambat makan dam membuat Asam lambungnya naik , kurangi begadang ya Nona Muda . Saya akan berikan Vitamin dan Obat Asam Lambung “ ucap Dokter tersebut


Jiandra sontak tertegun , ia melirik Devan sekilas yang terlihat wajahnya sangat pias .


“Apa tidak ada hal lain lagi dok ? “ tanya Devan memastikan . Ia memang harus menanyakan hal sensitif itu dengan hati-hati mengingat dirinya dan Jia belum menikah ditambah Devan adalah pengusaha yang terkenal .


Dokter menggeleng sembari tersenyum


“Tidak ada , semua baik-baik saja “


Devan terdiam dengan wajahnya yang berubah datar ,


Dokter memberikan resep obat yang harus Jia tembus keapotek ..


Setelah semua pemeriksaan Jia selesai , Devan keluar dari dalam ruang pemeriksaaan lebih dulu meninggalkan Jia yang mendadak merasa pusing dibelakangnya .


Langkah Devan sangat cepat , perasaanya benar-benar kalut dan kecewa bahkan Devan meninggalkan Jia yang berjalan pelan dibelakangnya .


Resep obat yang diberikan dokter bahkan tidak ditebus oleh Devan , Jia menghiraukannya .


“Kak Devan pasti sangat kecewa padaku , hiksss “ batin Jia menangis


“Kak tunggu “ teriak Jia ketika Devan hendak masuk kedalam mobil


Devan menatap Jia dengan wajah yang tidak bisa dibaca ekspresinya .


Devan segera masuk kedalam mobil , dan menunggu Jia yang tengah berjalan pelan untuk menuju mobil Devan


……….


Jia dan Devan telah berada didalam mobil , Devan segera menghidupkan mobilnya


“Kak , apa kau marah padaku ? “ tanya Jia sendu


Devan tidak menjawab pertanyaan Jia , Devan segera mengegas mobilnya …


“Maafkan aku “ lirih Jia , air matanya mulai turun membasahi pipinya .


Devan tak melirik Jia sedikitpun , ia tengah berperang dengan pikirannya sendiri


Mobil Devan melaju kencang tak seperti biasanya , Jia hanya mampu memejamkan matanya dan menggenggam seatbelt dengan kencang


Air mata Jia terus mengalir ..


Jia melihat arah mobil Devan sangat asing untuk dirinya ,


“Apa kita tidak kebutik ? “ tanya Jia yang mengingat jika jalan yang dilewati Devan bukan jalan hendak kebutik langganan mama Devya ..


Devan tak menjawab , ia masih dengan ego-nya .


Hingga akhirnya mobil Devan memasuki basemant gedung tinggi , YA , Devan mengajak Jia ke Apartement miliknya .


Mobil Devan telah terparkir dibasemant .


“Turunlah “ titah Devan kepada Jia


Jia melirik Devan sekilas , wajah datar Devan menatap lurus dan tidak melirik dirinya .


Menyadari Jia tak bergeming , Devan memilih untuk keluar lebih dulu . Jia tersadar jika Devan keluar lebih dulu dari dalam mobil membuat hati Jia teriris


“Cepat keluar atau aku tinggalkan kamu disini “ ucap Devan dengan nada sedikit membentak


Jiandra sontak terpinjat kaget


“Ini pertama kali-nya kamu membentakku seperti itu “ gumam Jia


Air mata Jia mengalir membasahi pipinya , ia menatap Devan yang tengah mengotak-atik ponselnya di luar mobil


Jia menghapus air matanya dengan kasar dan segera keluar dari dalam mobil Devan .


Devan segera mengunci mobilnya dengan remote control yang ada pada kunci mobilnya dan segera berjalan mendahului Jia yang berjalan dibelakangnya .


Langkah kaki Devan sangat cepat hingga membuat Jia tak mampu mengimbangi , Jia yang saat itu masih merasa pusing hingga akhirnya ambruk dan pingsan tanpa Devan sadari . Sementara langkah kaki Devan masih melaju dengan cepat ke arah lift yang akan membawa dirinya dan Jia ke Apartement-nya yang terletak dilantai atas .


TO BE CONTINUE


JANGAN LUPA LIKEEEE


SEDIH BANGET OTHORRRR WE DIEPS INI😭