
Setelah kemarin Rendy menjadi bahan olok-olokan oleh Devan , kini ia tengah berdiri didepan Devan sembari membacakan Jadwal yang harus Devan kerjakan hari ini .
“Gimana ren ? Mau sama Dara “ goda Devan ketika Rendy telah selesai membacakan jadwal untuk Devan
“Sialan lu van , udah ah males gue kalau gini ah “ kesal Rendy
Devan terkekeh
“Lu gak sopan sama gue ren , ini jam kantor “
“Bodo Amat gue dari pada gue jadi bahan olok-olokan elu “ ucap Rendy lalu segera keluar ruangan Devan
Devan tertawa senang menjahili Rendy , Devan menggelengkan kepalanya pelan
“Rendy , rendy .. Ada ada saja “ gumam Devan sembari memainkan ponselnya untuk menghubungi tunangannya .
“Hallo sayang “ cicit Jia terdengar dari ponsel Devan
“Iya sayang , hallo .. Kamu sudah dikantor ? “ tanya Devan
“Udahhh , kan sudah aku Chat .. Aku lagi sibuk banget nih . Kamu mau ngomong apa ? “
“Aku lupa cek Whatsapp yangg , makan siang nanti naik ya keruangan aku , kita makan siang bersama .. Kamu semngat ya sayang “
“Oke oke sayang , makasi ya bye “ ucap Jia lalu segera mematikan panggilan diponselnya ..
Devan menatap ponselnya dan tersenyum ketika melihat walpaper ponselnya saat Jia dan Devan bertunangan , Devan memeluk erat pinggang Jia sedangkan Jia memeluk Devan erat.
“Andai saja aku bisa segera menghalalkanmu “ gumam Devan berharap
Sebenarnya ketika ia melihat hubungan Dara dan Bryan kemarin , melihat Bryan yang membelikan Dara rujak karena mengidam , melihat perut Dara yang mulai membesar membuat Devan tak sabar menjalani itu semua dengan Jia .
“Aku harus lebih bersabar “ ucap Devan
Mengingat umurnya yang sebentar lagi akan memasuki 29 tahun membuatnya ingin segera membina rumah tangga ..
Devan segera berdalih melihat kalender di meja kerjanya , Devan memincingkan matanya ketika melihat satu tanggal melingkar dengan sempurna .
Devan segera menelpon Rendy melalui sambungan telepon kantornya .
“Yeee “ sapa Rendy malas
“Ehh gak ada sopan-sopannya lu sama bos “ ucap Devan dengan nada bercanda
“Hehe sorry boss , ada yang bisa dibanting ? “ tanya Rendy cengengesan ..
“Lu yang gue banting mau ren ? “ ucap Devan
“Alahhh lu gelut sama gue aja kalah melulu eh sok-sokan mau gue banting “
“Hahahaha , menang lu menangggg … Udah gua mau ngomong serius renn “
“Ngomong ajeee bosss yihhh “ ucap Rendy
“Masuk ke ruangan gue sekarang ya , sekalian ajak tim project dan devisi rancangan “ ucap Devan yang mulai berbicara serius
“Baik pak “ ucap Rendy serius
...----------------...
Pukul 12.00 Siang , Jia mengumpulkam keberaniannya untuk keruangan Devan .
Jia clingak-clinguk didepan lift agar tak ada yang tau jika ia akan pergi ke ruangan Devan ..
“Mau kemana Jia ? “ tanya Rania yang baru saja keluar dari ruangannya dan hendak pergi ke kantin ..
“Saya mau keatas bu “ ucap Jia pelan sembari menunjuk lantai atas dengan jari telunjuknya ..
“Ohhh , baiklah “ ucap Rania lalu meninggalkan Jiandra yang tengah berdiri didepan lift . Rania lebih memilih berjalan melewati tangga dari pada harus menunggu lift dengan Jia . Itu akan membuatnya canggung
“Udah gue gak mau berurusan sama tunangan pak Devan “ gumamnya sembari menghentakan kakinya ditangga darurat .
Sejak datang pagi tadi hingga siang ini , bu Rania tidak banyak bertingkah bahkan tidak bertingkah aneh-aneh . Bahkan Rania meminta maaf pada Jia atas kesalahan yang Rania lakukan sebelumnya .
Namun Rania bersumpah jika bukan dirinyalah yang menabrak ataupun menyuruh seseorang untuk menabrak Jia saat itu .
Jia yang polos pun percaya pada Rania , Jia juga memaafkan Rania . Setidaknya ia baik-baik saja hanya ada lecet dibagian tangan,kaki dan kepalanya .
Sinta juga sangat senang atas kehadiran Jia , Sinta sangat mengkhawatirkan Jia saat ia mendengar kabar jika Jia mengalami kecelakaan . Sinta tak berhenti meluapkan kekesalannya , memaki Rania yang saat itu menyuruh Jia untuk keluar membeli kopi dan sandwich .
“Sudahlah kak ,tak apa , semua juga sudah terjadi “ ucap Jia membuat Sinta bungkam ..
...----------------...
Jia sudah didalam lift , ia menekan tombol paling atas untuk bertemu dengan Devan .
Tinggg
Lift terbuka tepat di lantai dimana Ruangan Devan dan Rendy berada .
Ini pertama kalinya untuk Jia naik ke lantai atas , terutama keruangan Devan .
Jia berjalan perlahan , clingak-clinguk mencari keberadaan Devan padahal lantai atas terlihat sepi .
Jiandra melihat papan kecil didepan pintu
“CEO’s Office “
Dua tulisan itu membuat Jia mengerti dimana letak ruangan Devan ..
Jia mengetuk pintu ruangan Devan , dan Jia yakin jika itu ruangan Devan karena sudah tertulis jelas pada papan kecil dipintu ruangan
“CEO’s Office “
“Masuk “ suara pria yang sangat ia kenal terdengar
Jia segera membuka pintu ruangan Devan perlahan , Jia mengedarkan pandangannya .
Terlihat Rendy , dan 4 orang pria dan wanita yang tengah duduk di sofa depan meja kerja Devan .
Sedangkan Devan duduk santai di kursi kebesarannya , Devan yang melihat Jia membuka pintu pun bergegas bangun dari kursi duduknya .
“Untuk hari ini sekian dulu , buatlah konsep party yang menarik dan design yang elegan . Kalian boleh pergi beristirahat “ ucap Devan , Devan segera berjalan kearah Jia dan menarik tangan Jia agar masuk kedalam ruangan .
Tim Project dan Devisi Rancangan dan Rendy segera bangkit dari sofa dan segera pergi meninggalkan ruangan Devan .
“Kangen bangettt “ ucap Devan seraya memeluk Jia ketika keadaan ruangan telah sepi
“Aishh baru kemarin kita bertemu masa udah kangen ajaaa yangg “ ucap Jia polos
“Tadi ada apa? Kamu sibuk ? “ sambung Jia bertanya dipelukan Devan
Devan melepas pelukan Jia lalu membawa Jia duduk disofa ruangan Devan .
“Gak sibuk kok , hanya mempersiapkan party untuk ulang tahun perusahaan akhir bulan ini . Harus aku siapkan dengan baik agar tak mengecewakan karyawan lainnya , bagaimanapun ini adalah hari yang mereka tunggu “ ucap Devan lalu bersandar pada sofa sembari memijat keningnya .
Jia tersenyum melihat Devan , YA .. Jia sangat mencintai Devan , segala sesuatu tentang Devan adalah favoritnya .
Melihat keteguhan dan tanggung jawab Devan membuat Jia semakin hari semakin jatuh cinta pada laki-laki didepannya .
Jia menatap wajah Devan lekat , terlihat wajah Devan yang lelah dan terlihat beberapa garis kerutan pada wajah tampan Devan .
Jia terkekeh geli
CUP
Jia mencium pipi Devan singkat
“Semangat ya sayang aku yakin kamu bisa memberikan yang terbaik .., uhmm pulang kerja nanti kamu anter aku ya “
Devan tersenyum senang mendapatkan ciuman dari Jia , Devan membuka matanya dan menatap Jia . Jia wanita yang sangat Devan cintai , tak ada alasan untuknya berhenti mencintai Jia .
“Terimakasih sayang , semangatmu membuatku selalu ingin melakukan yang terbaik . Kamu mau kemana ? aku pasti antarkan” ucap Devan
“Kita pergi untuk menyegarkan wajah “ ucap Jia
Devan mengernyitkan keningnya bingung
“Udah jangan kepo gitu nanti kamu pasti tau, kita makan siang ya yang . Aku laper banget “ ucap Jia sembari mengelus perutnya .
Devan tersenyum sembari menggelengkan kepalanya pelan .
Devan menarik paper bag besar di meja tepat depan sofa tempat Jia dan Devan duduk .
“Makanan special dari mama untuk menantu “ ucap Devan sembari membuka rantang satu persatu dan menjejerkannya di meja
“Wahh benarkahh ? “ ucap Jia semangat lalu membantu Devan menjejerkan makanan
Devan mengangguk
“Iya , mama memasak untukmu agar kamu semangat magang “
“Aaa mama sangat baik padaku , padahal jika aku tak dimasakkan aku akan tetap semangat “
Devan terkekeh
“Sudahhh , kita makan ya “ ajak Devan
Jia mengangguk lalu menyendokkan nasi berniat memberikannya untuk Devan
“Mau aku suapi ? “ tawar Jia
Devan tersenyum lebar
“Tentu jika kamu tak keberatan yang “ ucap Devan senang
“Mengapa keberatan ? Ini menyenangkan untukku , baiklah kita makan sepiring berdua ya . Aku tau kamu lelah bekerja , maka biarkan aku menyuapimu makan “
“Terimakasih sayanggg “ ucap Devan meraih pinggah Jia
Mereka berdua menikmati makan siang bersama , sepertinya makan disuapi Jia adalah candu baginya .
Makanan serasa bertambah lebih nikmat jika disuapi oleh Jia , dan Devan sangat menyukai itu …
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA LIKE YA ☺️