
Jia mengerjapkan matanya , pandangannya tertuju pada Devan yang tengah memegang tangannya dan menatap Jia dengan wajah yang sangat khawatir .
Jia sontak menarik tangannya dari genggaman Devan dan hal itu membuat Devan terkejut .
Flashback !
Saat Devan sudah memencet lift dan menunggu lift turun , ia masih enggan untuk menoleh Jia yang berjalan dibelakangnya . Ketika memasuki lift otomatis Devan menghadap kedepan , dia pun terpijat kaget saat melihat Jia terkapar pingsan .
Devan segera berlari mendekati Jia dan mendekap tubuh Jia
“Sayang bangun yang “ ucap Devan khawatir ia menepuk pipi Jia pelan untuk membangunkan Jia namun Jia masih tetap tidak bangun .
Devan akhirnya memilih untuk menggendong Jia ala bridal style dan membawa Jia kelantai atas yang menjadi Apartement miliknya .
Devan merutuki kebodohannya , karena rasa kecewa dalam dirinya membuat Devan tidak bisa mengontrol Ego-nya .
“Bodoh , bodoh , bodoh “ rutuk Devan saat sudah menidurkan Jia disofa Apartement-nya
Flashback off
Jia menarik kasar tangan dirinya dari genggaman Devan
“Sayang “ ucap Devan yang kaget
“Aku mau pulang “ ucap Jia datar , Jia pun sama kecewa dengan Devan namun melihat sifat Devan yang seperti ini membuat Jia enggan untuk berbaik hati .
Jia bukan orang yang baik-baik dan polos-polos sekali hingga harus sedih berlarut-larut
Jia segera duduk bersandar disofa dan mengedarkan pandangannya melihat isi Apartement Devan .
Mata Jia tertegun saat melihat figura foto besar pertunangan dirinya dan Devan yang tertempel didinding , Air mata Jia mengalir meski Jia hendak menahan air matanya untuk tidak jatuh namun Jia tak bisa .
Melihat Jia menangis membuat Devan merasa bersalah , Devan menarik Jia kedalam pelukannya
“Maafkan aku , tak seharusnya aku bertindak seperti itu . Aku hanya kecewa “ ucap Devan
Jia semakin menangis tersedu-sedu
“Bu-kan hanya kau yang kecewa tapi a-aku juga sama kecewanya dengan dirimu “ ucap Jia sesegukan
Jia melepas paksa pelukan Devan
Jia menarik nafas panjang-nya
“Kita batalkan saja pernikahan kita “ ucap Jia dengan satu tarikan nafas .
“Tidak , untuk apa ? Jangan katakan hal seperti itu “ ucap Devan tegas
“Sejak awal kita ingin memajukan pernikahan kita kan karena ada anak didalam perutku , namun kenyataanya sekarang berbalik . Tak ada bayi didalam perutku . Jadi kita batalkan saja pernikahan kita , katakan pada orangtua kita jika Aku belum siap untuk menikah “ ucap Jia sesegukan , air matanya jatuh tak terhenti
Devan pun menangis , ia memohon pada jia untuk tidak membatalkan pernikahan mereka .
Devan memegang dan mencium tangan Jia lembut , air mata Devan jatuh di tangan Jia
“Sayang maafkan aku , jangan batalkan pernikahan kita aku mohon padamu “ pinta Devan terisak
Jia kekeh pada dirinya
“Kita batalkan saja , aku tak ingin kau kecewa padaku “ucap Jia
Devan menggeleng cepat
“Tidak , tidak . Maafkan aku , ini salahku . Aku terlalu bahagia mendengar kabar kehamilanmun hingga aku merasa kecewa pada diriku sendiri karena terlalu banyak berharap . Diumur-ku yang tidak muda lagi tentu saja aku sangat bahagia jika aku memiliki anak “ ucap Devan mencurahkan isi hatinya
“Tapi aku tidak memiliki anak-mu “ ucap Jiamenatap Devan
“Tidak apa jika saat ini belum , memilikimu adalah tujuan awalku . Urusan anak biar tuhan yang berkehendak “ ucap Devan
“Biarkan aku berpikir jalan apa yang terbaik untukku dan untuk kamu . “ ucap Jia
“Aku berharap kamu tidak akan membatalkan pernikahan kita “ ucap Devan
“Kau bisa memundurkan pernikahan kita “ ucap Jia
Devan terdiam dan tidak bergeming , hingga akhirnya Devan meng-iyakan permintaan Jia
“Baiklah , aku akan memundurkannya hingga hari wisudamu “ ucap Devan lesu
“Lebih baik dimundurkan dari pada batal “ batin Devan bersyukur .
...----------------...
SEDIH BANGET😭
Devan sihhh hikzz😭
TO BE CONTINUE JANGAN LUPA LIKE