
2 hari telah berlalu 🍃
Pernikahan yang harusnya diadakan 4 hari lagi harus ditunda sementara sampai akhir bulan saat telah wisuda nanti .
Devan dan Jia tidak saling bertemu , bahkan untuk berbalas pesan Jia enggan . Rasa kecewa masih terbesit dihati Jia .
Sementara Devan sudah kembali kerumah-nya , ia masih merahasiakan kepulangan dirinya sebelumnya . Dan juga merahasiakan kejadian yang terjadi antara dirinya dan Jia . Dalam hati Devan tentu ada rindu yang mendalam untuk tunangannya Jia , namun Devan sadar kesalahannya yang membuat perasaan Jia kecewa . Maka dari itu Devan membirkan Jia untuk menenangkan pikirannya .
Kini Jia telah berada disebuah Cafe bersama Dara dan Tya .
Jia meminta Dara dan Tya untuk memberi Jia solusi , Jia menceritakan kejadian antara dirinya dan Devan . Dara dan Tya sontak saja merasa sedikit kesal dengan Devan .
Dara memincingkan matanya ketika melihat Jia makan sangat banyak akhir-akhir ini , bahkan pertemuan terakhir-nya dengan Jia saat Jia menceritakan kehamilan juga Jia makan sangat banyak .
“Nafsu makan lu makin tinggi ya akhir-akhir ini ? “ tanya Dara
Tya mengangguk membetulkan ucapan Dara
“Iya ra , Jia juga keliatan makin berisi “ ucap Tya
“Masa sih ? Padahal tiap pagi gue masih muntah-muntah sampai lemes . Bingung gue , masalahnya gue gak ada riwayat asam lambung masak gue dikatain asam lambung sama tu dokter , bahkan obatnya gak ngaruh sama gue “ ucap Jia menjelaskan sembari mengunyah makanan-nya
“Gue curiga nih ? Lu masih minum obat itu ? “ tanya Dara
Jia menggeleng
“Sekali gue minum terus gak ada reaksi gue stop minum ga guna “
“Besok lu sidang jam berapa? “ tanya Dara heboh
“Jam 8 pagi “ saut Jia termenung
Ia memikirkan Devan , sama seperti Devan yang rindu akan dirinya . Jia pun sama sangat merindukan Devan .
“Mana lusa ulang tahun kak Devan “ cicit Jia yang mengingat ulang tahun Devan
“Lu sama si Pak Devan gak kabar-kabaran ? “ tanya Tya
Jia menggeleng
“Gengsi gue ngabarin dulu “ ucap Jia
Dara memutar bola matanya malas
“Gue sebenarnya gak yakin kalau diperut lu gak ada dedek , besok lepas lu Sidang gue anter lu ke Dokter Spesialis Kandungan langganan gue , kita cek lebih lanjut . Waktu ni lu sama pak Devan pergi kedokter apa ? “ tanya Dara memincingkan matanya
Jia menggeleng pelan
“Kagak tau gue , tapi keknya bukan dokter kandungan “
“Emang bisa gitu ? Harusnya kalau dokter ya tau kalau pasien hamil atau enggak “ ucap Tya penasaran
“Gak juga tya , ada beberapa dokter gak tau kalau kita hamil apalagi kita tidak diperiksa oleh dokter spesialisnya langsung , Kalu diperiksanya cuma pegang-pegang doang Dokter Specialis yang bukan khusus kandungan gak bakal tau kalau kita hamil kecuali mereka melakukan tes untuk apalah gitu baru kelihatan disana kalau kite hamil . Atau mungkin si dedek maluu “ ucap Dara menjelaskan
“Begitukah ? “ tanya Jia manggut-manggut
“Setau gue sih “ cengir Dara sembaru menyedot ice matcha kesukaannya .
“Besok gue tunggu elu deh di Depan ruang sidang sama Tya , nanti kita anter lu ke sana “ ucap Dara
Jia terlihat berpikir sejenak
“Okelah “ ucap Jia akhirnya menyetujui .
Jia, Tya dan Dara pun melanjutkan makan siang mereka …
...----------------...
Mobil Jia melaju sedang menuju rumahnya , Jia sedikit terkejut ketika melihat pintu gerbangnya terbuka lebar
“Masa mama sama papa udah pulang jam segini “ gumam-nya
Pasalnya jam baru saja menunjukan pukul 3 sore, tak biasanya papa Kendra dan mama Sita pulang jam segitu biasanya mereka akan pulang malam atau sore paling cepat jam 6
Jia segera masuk melewati gerbang rumahnya , Jia terkejut ketika melihat Mobil Devan terparkir di halaman rumahnya terlebih ada Devan yang bersandar pada mobil miliknya sembari memainkan ponsel-nya .
TINN TINNN
Jia membunyikan klakson mobilnya dengan keras , sonta saja hal tersebut membuat Devan terkejut
Devan segera mengalihkan pandangannya melihat mobil Jia yang memasuki halaman rumahnya sendiri .
Jia keluar dari dalam mobil dan menggebrak pintu mobilnya kasar
“MOBILMU MENGHALANGI JALANKU “ teriak Jia terlihat sangat kesal
Emosi Jia tak beraturan , ia bisa saja mendadak emosi , sedih , bahagia . Entah mengapa apa itu bawaan bayik ?🤣
Devan langsung berjalan mendekati Jia dan merengkuh tubuh Jia .
Jia terdiam dan tidak bergeming , jantung Jia berdetak tak karuan sama hal-nya dengan jantung Devan .
Jia yang juga memiliki Rindu mendalam kepada Devan pun langsung membalas pelukan Devan dengan eratnya .
“Aku juga kangennn kamuu “ ucap Jia menangis
Untung saja keadaan rumah sedang sepi jadi tidak ada satupun yang melihat Drama dua sejoli ini .
Jia memukul dada Devan pelan , ia menumpahkan semua rasa kesal, kecewa dan sesak didadanya .
“Kamu jahat, jahat ,jahat “ ucap Jia memukul dada Devan sembari menangis
“Kamu gak cinta aku “ sambung Jia dengan gerakan tangan yang mulai melemah , Jia menangis kencang membuat Devan kelimpungan .
Devan pun segera merangkul Jia untuk masuk kedalam Rumah Jia
“Kuncinya ada di tas aku “ ucap Jia sesegukan ketika mereka berdua sudah berdiri diambang pintu utama yang tertutup rapat
Devan segera mengambil kunci rumah ditas Jia dan membuka pintu rumah Jia .
Devan menarik tangan Jia untuk masuk dan segera Devan membawa Jia kepelukannya lagi .
“Kalau sekarang kamu mau nangis kenceng boleh kok sayang , jangan nangis diluar “ ucap Devan sembari mengelus punggung Jia
“Aku gak mungkin gak cinta dan sayang kamu , kamu itu separuh aku , separuh hidupku dan separuh nyawaku “ ucap Devan
Jia sontak melepas pelukan dan memukul pelan bibir Devan
“Mulutmu tidak sesuai dengan prilakumu “ ucap Jia kesal
Devan terkekeh lalu membawa Jia kembali kedalam dekapannya .
“Maafkan aku sayang , sungguh aku meminta maaf padamu . Jangan marah-marah lagi sama aku , aku sedih banget lho kalau kamu ngambek gini “ ucap Devan sendu
“Biarin biar kamu tau rasa , kamu pikir aku tidak sedih kamu acuhkan gitu ? “ ucap Jia
Devan menghela nafas panjangnya
Devan mengajak Jia untuk duduk disofa ruang tamu
Devan menggenggam tangan Jia dan menghapus sisa air mata dipipi Jia
“Kamu gak kangen aku ? “ tanya Devan
Jia mengangguk malu seraya menunduk-kan kepalanya
“Tuh kan sama , aku juga kangen kamu “ ucap Devan menggoda Jia , Devan benar-benar sudah kehabisan akal untuk merayu Jia agar berhenti merajuk .
“Kamu kangen tapi gak hubungi aku , mana ada orang kangen seperti kamu “ ucap Jia ketus
Devan menelan salivanya kasar
“Aku memberi waktu kamu untuk menenangkan diri sayang , heyy lihat aku “ ucap Devan sembari memegang dagu Jia dan menggerakkanya agar Jia menatap dirinya .
“Hati ini cuma untuk kamu , maafkan aku yang membuatmu marah dan kecewa . Aku hanya terbawa perasaan saja , ada atau tidak ada bayi ditengah-tengah kita saat ini aku akan tetap mencintai kamu “ ucap Devan lembut
Mata Jia mulai berlinangkan air matanya .
Jia segera merengkuh tubuh Devan dengan erat
“Maafkan aku sayang , maafkan aku membuatmu kecewa “ ucap Jia menangis
Devan mengelus punggung Jia dengan lembut
“Aku yang harusnya meminta maaf padamu , Maafkan aku lelaki tak tau diri ini “ ucap Devan dengan tenang , perasaanya sudah tidak risau lagi .
“Aku mau seblak “ ucap Jia disela-sela tangisannya
Devan sontak membulatkan matanya dan melepas pelukannya
“Seblak ? “ tanya Devan
Jia mengangguk sembari mengelap ingusnya
“Aku mau seblak “ ucap Jia lagi
“Baiklah akan aku carikan , kamu tunggu disini ya sayang “ ucap Devan
“Belum ada dagangnya sayang , 20 menit lagi biasanya mangkal dikomplek ini . Jadi kamu gak perlu keluar ninggalin aku , nanti kita beli didepan rumah aja “ ucap Jia
Devan yang baru saja berdiri sontak terduduk lagi
“Terus sekarang kamu mau apa ? “ tanya Devan
“Mau peluk-pelukan sama kamuu “ rengek Jia manja
“Yaudah sini , kalau bagian beginian mah aku suka “ ucap Devan sembari memeluk dan mengelus punggung Jia .
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA LIKE