
Mobil Devan telah sampai di Mansion , Jia dan Devan masih berada didalam mobil mereka cmelihat sekelilingnya tak ada satupun orang yang keluar Mansion .
Badai salju turun lagi malam ini , pikirnya ada orang diluar mansion agar Devan bisa meminta tolong untuk membawakan Payung untuknya dan Jia
Namun tak ada orang diluar “ Sepertinya cuaca ini membuat semua orang memilih tinggal didalam “ ucap Devan melepas seatbelt nya
“Iyalah kak , aku pun sama kalau cuaca gini mending didalam rumah cari yang hangat-hangat “ ucap Jia nyeletuk Devan mengangkat satu alisnya
“Terus yang bikin kita berdua ada diluar sekarang siapa ? “ tanya Devan
“Kakak lah , kan kakak yang ngajak keluar “
“Mengapa aku , kan Jia yang minta , kakak menuruti “ ucap Devan lembut
“Iya deh aku dehhh, makasi udah diturutin “ kesal Jia
Devan segera menarik tangan jia lalu memeluknya
“Jangan ngambek ya sayangku “ ucap Devan membuat wajah Jia memerah dan malu .
Jia segera melepas pelukan Devan , Jia benar-benar kikuk . Status hubungan ini membuatnya merasa tak percaya jika ia dan Devan menjalin kasih saat ini
“Aku tak percaya sudah menjadi kekasih kak Devan ? Apa ini nyata ? Tidak - tidak ini mimpi kan ? “ banyak pertanyaan dalam pikirannya mengingat hubungan baru mereka bahkan saat devan memanggil Jia dengan kata “Sayangku “ Jia sedikit tidak percaya jika ia telah menjadi kekasih Devan
“Kita kedalam ya , kamu tunggu disini biar aku bukakan pintu mobilnya “ ucap Devan
Sebeluk turun Devan membuka dan melepas jaketnya membuat Jia salah tingkah
“Apa yang akan dia lakukan “ batinnya
Devan segera turun dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Jiandra
Devan mengangkat jaketnya menjadikan jaketnya payung .
Satu tangan Devan memegang jaketnya diatas kepala , begitu pula dengan tangan Jia yang memegang satu jaket Devan ,tangan sebelah devan memegang erat pinggang Jia membuat Jia menjadi malu dan salah tingkah
Mereka berjalan memasuki mansion sembari berbagi jaket , agar tak diguyur salju
“ Bodohnya aku , aku pikir kak devan akan melakukan sesuatu yang aneh , dasar otak gue saat-saat seperti ini malah ngeleg ngeres . Ketularan si Tya gue nih . Eh ngomong-ngomong soal Tya , aku jadi lupa ngabarin dia , mungkin aku hubungi tya nanti “ batin Jia
Devan mengantarkan Jia sampai pintu kamarnya .
“Bersihkanlah tubuhmu , aku akan ke kamar menyelesaikan beberapa dokumen “ ucap Devan
Jia mengangguk . “SEMANGAT KAK “ ucapnya menyemangati Devan membuat Devan tersenyum senang . Devan membelai lembut wajah Jia
“Terimakasih “ ucap Devan lalu segera masuk kedalam kamarnya .
Ada beberapa dokumen yang harus Devan kerjakan dengan cepat agar besok bisa mengajak Jia jalan-jalan .
Devandra tersenyum “ Sepertinya aku terlampau semangat , aku akan menyelesaikann semuanya malam ini agar bisa jalan-jalan berdua dengan kekasihku . Hmm kekasih ? Hihi maafkan aku papa Kendra “ batinnya cekikikan .
Jiandra membersihkan tubuhnya lalu merebahkan badannya yang terasa kaku akibat dingin . Ia memainkan ponselnya diatas kasur sembari merebahkan badannya .
Hal pertama yang ia buka adalah Kontak Message . Ia segera memberi tau papa Kendra dan Mama Sita jika ia baru saja pergi jalan-jalan dengan Devan .
Setelah itu Jia segera mengirim pesan kepada sang Sahabat
“Tya , apa kabar lu “ sent Jia .
Namun tak ada balasan dari Tya membuat Jia ketiduran dan terlelap sementara Devan masih asik berkutat dengan kertas dan laptop didepannya .
......................
Pukul 11.30 Malam Jia terbangun , ia merasakan perutnya keroncongan
“Astaga , aku lupa makan ckk apa aku benar berpacaran dengan CEO ? Mengapa ngirit sekali , apa dia lupa memberiku makan dan hanya memberi Ice cream ? “ kesal Jia lalu keluar dari kamarnya hendak menuju Dapur .
Jia membuka kulkas dan melihat sekelilingnya hanya ada bahan masakan yang ia ta mengerti bagaimana cara mengolahnya .
Jia menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal akibat kebingungang
“Aku minum coklat hangat sajalah untuk mengganjal perutku sampai pagi “ gumamnya
“Sedang apa kamu ? “ suara lantang Devan mengngagetkan Jia membuat susu coklat yang sedikit panas tumpah ketangannya
“Aduh ahh panasnya “ ucap Jia
Segera Devan berlari menuju Jia
“Kamu tak apa kan ? “ Devan panik segera meraih tangan Jia dan meniup-niupnya pelan .
Jia hanya menatap Devan dan tersenyum manis
“Apa yang kau lakukan tengah malam seperti ini ? “ tanya devan dengan nada khawatir namun pandangannya masih pada tangan Jia dan mengusap-usapnya pelan
“Ehmm lapar seseorang mengajakku keluar tanpa mengajakku makan . Lalu aku kedapur ternyata bahan makanan itu “ tunjuk Jia “ aku tak bisa mengolahnya jadi aku hendak mengganjalnya dengan susu hangat “ ucap Jia lugas membuat Devan melan salivanya kasar
“Bodoh sekali kamu Devan mengajak anak orang jalan-jalan tanpa mengajaknya makan “ batinnya .
Devan segera menarik Jia kepelukannya lali mencium pucuk kepala Jia
“Maafkan aku ya , aku lupa , seharusnya kamu bilang saja jika lapar “ ucap Devan lalu melepas pelukannya
“Sekarang duduklah di sana “ tunjuk Devan “Dan biarkan aku memasak untukmu “ ucap Devan
Jia berbinar “ Apa kakak bisa masak ? “ tanyanya
“Kamu akan tau ketika sudah mencoba masakanku “ ucap Devan
Jia mengangguk lalu segera duduk tak jauh dari Devan . Jia melihat Devan memasak dengan lihai membuatnya terpesona . Devan yang sedang memasak sesekali melihat kearah jia dan memberikan senyum manisnya .
10 menit berkutat dengan kompor akhirnya masakan Devan telah jadi
Nasi Goreng Seafood sederhana karena itu yang paling mudah Devan buat dilihat dari stock bahan makanan .
“Cobalah “ Devan menyodorkan piring berisikan nasi goreng seafood buatannya
Jia tersenyum riang “ Dari tampilannya sepertinya enak , oke kita coba apakah tampilan dan rasanya sefrekuensi “ ucap Jia menghoda Devan
Devan hanya tersenyum menampilkan barisan gigi putihnya , tak sabar Jia memuji masakannya .
Jia menyendokan nasi dan memakannya
“Ohh kak , kau benar-benar bisa masak ? “ tanya Jia serius
Devan mengangguk tegang .
“Ini kurang sesuatu kak “ ucap Jia
“Kurang apa ? “
“Kurang banyak hahahhaa “ Jia berhasil menipu Devan . Jia tertawa senang
Sementara Devan hanya dibuat geleng-geleng oleh tingkah Jia
“Cobalah “ jia menyodorkan sendoknya kepada Devan
“Enak bukan ? Ini Nasi goreng terenak yang pernah aku makan “ puji Jia kepada Devan
“Kamu suka ? “ tanya Devan
“Tentu Saja “
“Berarti aku sudah pantas menjadi suami siaga “
Blush wajah Jia memerah tak menjawab ucapan Devan dan segera berdalih topik
“Kita makan sama-sama ya kak , aku yakin kamu juga lapar “ ucap Jia menyuapi Devan
Devan mengangguk senang
Mereka berdua memakan nasi goreng buatan Devan sepiring berdua saling menyuapi dan bercanda senang. Bahagia