
3 Minggu berlalu setelah kejadian yang menimpa Jia ..
Motif Agus juga telah diketahui kenapa , orang tua Devan dan Jia tentu sudah tau masalah ini . Papa Kendra mengamuk pada Agus dan memarahi Devan yang tidak memberi tau padanya tentang kejadian yang menimpa Jia.
Flashback
Setelah pagi tiba , Devan dan Jiandra bersiap untuk check out dari Hotel tersebut .
Rendy memberi tau dimana Agus berada , ternyata Rendy memilih menempatkan Agus dikantor polisi .
Devan dan Jiandra segera meluncur ke kantor polisi dengan mobil Devan yang sudah Rendy sediakan sebelumnya .
Dikantor polisi , Devan dan Jia segera meminta pada pihak kepolisian untuk menjenguk Agus sebentar . Mengetahui Devan sebagai penggugat dan Jia sebagai Korban tentu saja kepolisian memberikan waktu kepada Devan dan Jia untuk bertemu dengan Agus
Agus menatap wajah Devan penuh damba yang kini duduk dihadapan-nya
“Apa motifmu melakukan hal keji itu pada tunanganku ? “ tanya Devan dengan wajah memerah-nya . Devan ingin sekali menghajar Agus kembali namun ia menahannya .
Agus berdecih
“Diaaa “ tunjuk Agus pada Jia yang duduk disamping Devan
“Karena dia telah merebut-mu dari aku “ ucap Agus dengan wajah marahnya .
Devan sontak membulatkan matanya dan Jiandra mengernyitkan keningnya
“Dugaan gue bener kan , ni cowok memang kagak beress .. Dia sukanya sama kak Devan “ batin Jia menggelitik .
“Kau gilaaa “ bentak Devan
“Bagaimana aku bisa gila ,? Pak Devan , aku mencintai-mu . Tak bisakah kau memberikan aku kesempata untuk membahagaiakanmu . Aku jauh lebih pintar dan diatas wanita itu “ ucap Agus dengan nada manja ciri-khasnya , sembari menunjuk Jia diakhir .
Devan bergedik ngeri , ia segera bangkit dan menggenggam tangan Jia .
“Aku tidak tau kau memiliki penyakit bawaan apa , disini kau telah bersalah gus . Kau hampir saja membuat nyawa wanita melayang , kau harus mempertanggung jawabkan kesalahan-mu “ ucap Devan tegas dan meninggalkan Agus
Agus sontak Histeriss memanggil nama Devan dan mengatakan jika dirinya lah yang paling pantas untuk Devan
“DEVAN AKU MENCINTAMUUU , DAN HANYA AKU YANG PALING PANTAS BERSANDING UNTUKMU “ ucap Agus histeris
Devan bergedik ngeri , ia menggerutu kesal selama perjalanan menuju parkiran mobilnya
“Pria gila , bodohh “ gerutunya
Jiandra terkekeh mendengar semua gerutu-an Devan
“Benar kan yang amu ucapkan kemarin malam ? Agus mencintaimuhh “ ucap Jia mengejek
Devan tak menjawab , ia berjalan dengan tatapan lurus .
Devan beralih membawa Jia ke-Rumah Sakit tempat prakter Arga , disana ia dimaki habis-habisan oleh Arga karena kemarin membuat Arga rugi harus bolak-balik tidak karuan .
“S*ialan lu van , anak udang lu , b*ajing lu ahhh kemarin rugi gue cepet-cepet nyari lu “ kesal Arga menggerutu
Devan hanya menampikkan barisan gigi ratanya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatas sama sekali .
“Sorry gaaa , ini juga gue udah dateng “ ucap Devan kepada Arga yang tengah mengecek keadaan Jia
Arga tak bergeming dan ia tak menjawab pertanyaan Devan ..
Arga memberikan beberapa obat kepada Jia sebelum mereka pulang , diakhir moments Devan dan Arga kembali bercanda dan berbaikan karena memang begitulah mereka .
Devan mengantarkan Jia pulang kerumahnya , disanalah papa Kendra memarahi Devan sementara Devan hanya menundukkan kepalanya . Jiandra menenangkan sang Ayah dan mengatakan pada papa Kendra jika semua telah berlalu jadi jangan diperpanjang .
Papa Kendra yang tidak terima pun meminta Devan untuk mengantarkan dirinya ke tempat Agus dipenjara . Papa Ken mengamuk kepada Agus karena telah menyakiti putrinya .
Amukan papa Kendra membuat Agus geram , hingga mereka menemukan fakta jika kejadian Jia ditabrak sebulan lalu adalah ulahnya juga ..
Papa Kendra menghajar agus abis-abisan , sampai akhirnya polisi melerai mereka
...----------------...
... ...
Jia kini tengah berada distore miliknya , hampir berbulan-bulan tidak mengecek keadaan store membuatnya sedikit kelabakan . Meski ia memiliki karyawan namun karena permintaan konsumen semakin besar membuatnya sedikit kelabakan .
2 Minggu terakhir ini Jia mengerjakan skripsi-nya hingga membuatnya begadang , dibantu oleh Devan tentunya hingga skripsi yang ia tulis tidak mendapatkan Revisi dari Dosen .
Dering ponsel Jia berbunyi , terlihat Devan menelpon Jiandra dengan panggilan Video
“Hallo Sayang “ sapa Devan dengan senyum merekah diwajahnya .
“Hallo yangg , kamu dikantor ? “ tanya Jia
“Iya sayang aku dikantorr , kangen banget sama kamuuu “ ucap Devan sendu .
Devan seminggu ini tengah berada di Jerman , ada masalah yang tidak sengaja Reyno buat hingga membuatnya harus pergi ke Jerman seorang diri karena Rendy yang mengambil alih sementara tugas Devan di Indonesia .
“Semangat dong , jangan lesuuuu … Akhir bulan kan pulang yangg “ ucap Jia .
Jia sebenarnya sangat merindukan Devan , namun ia tak pernah mengatakan-nya . Jia sangat tau jika Devan mengetahui kesedihan Jia karena rindu padanya akan membuat Devan galau dan tak fokus bekerja .
“Apa kau tak rindu padaku ? “ tanya Devan lewat panggilan Videonya
Jia terkekeh
“Bagaimana bisa kau berpikir jika aku tak merindukanmu ? Aku sangat rinduu .. Namun, pekerjaanmu lebih penting bukan ? “
Devan menggeleng
“Kamu lebih penting “
Jia mendengus
“Udahh ahhh , kamu lanjut kerja deh , aku mau lanjut cek stock “
“Baiklah , jangan lupa makan ya sayang “
“Iya sayang sayang , kamu juga jangan lupa makan . Sehat-sehat disana ya sayang “
Devan mengangguk dan mengakhiri sambungan ponselnya ..
Jia menatap ponselnya dengan penuh kerinduan , melihat foto wallpaper ponselnya Devan dan dirinya tengah tersenyum menghadap kamera saat pertunangan mereka .
Jia hendak melanjutkan pekerjaan-nya pada laptopnha namun tiba-tiba Jia mendadak mual
Jia segera berlari ketoilet store , Jia memuntahkan makanan namun karena ia belum sarapan jadi yang keluar hanya cairan .
Uwekk uwekk uwekkk
Jia berpegangan pada wastafel didepannya .
Jia menatap wajahnya yang memucat , badannya seketika lemas dan kepalanya pening ..
“Aneh , biasanya aku takkan seperti ini jika tidak sarapan . Masa iya gue maag ? “ gumam Jia
Setelah puas memuntahkan cairan-cairan asam , Jia kembali ke meja kerjanya . Ia berjalan perlahan-lahan karena badannya terasa lemas .
Jia mencoba men-searching di google penyakit apa yang membuat dirinya Mual, lemas dan pening , niatnya agar gampang membeli obat untuk dirinya diApotek .
Jia membaca semua kemungkinan yang terjadi padanya , hingga akhirnya ia membulatkan matanya dan terkejut . Jia menutup mulutnya dengan tangannya ,tangannya masih asik menscroll ponsel miliknya
“Hamil ? “ gumam Jia lirih
Seketika ia ingat kejadian antara dirinya dan Devan 3 minggu lalu
“Kak Devan tidak mengenakan pengaman saat itu ? “ batinnya bertanya-tanya ..
Jiandra yang kalut-pun segera menghubungi Tya dan Dara . Jia mengajak Tya dan Dara untuk makan siang di Resto langganan mereka dan untung saja Tya dan Dara meng-iyakan karena mereka tidak sedang sibuk
“Ntar gue jemput , ada hal penting yang pingin gue tanyakan ke kalian “ sent Ji
“Ngogeyy “ balas Tya
“Siap Jii , jemput gue dirumah suami ya “ pinta Dara
“Siap Nyonya Keenan “ balas Jia kepada Dara lewat Group Whatsapp mereka
“Uwekkk “ balas Tya
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA LIKESSSS 🤗🤗