
Acara saling melepas telah usai , kini dilanjutkan dengan acara bebas . Siswa-siswi yang statusnya naik tingkat menjadi alumni dari calon alumni itu memilih untuk berfoto-foto ria bersama teman dan keluarganya yang datang .
“Mama , papa “ paggil jia heboh
Papa Kendra dan Mama Sita melambaikan tangannya . Jiapun menghampiri kedua orang tuanya , saling memeluk satu sama lain . Orang tua Jia sangat bangga , pasalnya Jia meraih nilai tertinggi disekolahnya . Usaha yang tidak sia-sia .
Begitu pula dengan Dara dan Tya yang sedang berbahagia dengan orang tuanya , begitupula dengan Bryan .
“Ma, pa kita foto yuk disana “ ajak Jia langsung merangkul orang tuanya untuk berfoto di stand foto yang telah disediakan anak-anak panitia osis .
Jia, Mama ,dan Papa berfoto dengan berbagai gaya , kebahagian mereka sangat terpancar, mereka berfoto sembari tertawa-tawa dengan riang
“Siang papa ken dan mama sita “ sapa Devan yang tiba-tiba datang kearah Papa Ken’s Family .
Karena sebelumnya Devan telah saling kabar mengabari dengan Papa Kendra bahwa papa Kendra ada di stand foto bersama Jia dan Mama Sita untuk berfoto .
“Haiii Devan “ seru papa Kendra memeluk devan , tentunya membuat Devan tertawa dan merangkul papa Kendra erat ,lalu beralih memeluk mama Sita .
Jia yang melihat hal itu merasa bingung “Mama dan papa kenapa bisa seakrab ini ?” Batin jia bingung . Jia yang masih belum ingat bagaimana masa kecilnya dan hubungan Devan dan keluarganya .
“Sekali lagi selamat kelulusan Jia “ ucap devan menjabat tangan Jia
“Terimakasih pak Devan “!
“Bagaimana kalau kita berfoto?” Ajak Devan
“Boleh pak “ saut Jia
“Pah , tolong fotokan kita berdua ya “ pinta Devan kepada papa Kendra
Papa Kendra membulatkan matanya dan mendengus kesal “ Dasar calon menantu durhaka “cicit papa Kendra pelan
“Sini kemarikan hpmu van “
Devan memberikan hpnya kepada papa Kendra “ Makasi pah ken tertampan” goda devan membuat papa Kendra memutar bola matanya
Mama Sita hanya cekikikan melihat interaksi antara Devan dan Papa Kendra . Sedari dulu mereka berdua memang seperti Kucing dan Tikus , Adik dan Kakak dan tentunya Anak dan Ayah .
Memiliki Devan membuat papa Kendra bersyukur , ia merasakan bagaimana rasanya memiliki anak lelaki yang bandel . Sebaliknya Devan bersyukur memiliki papa Kendra yang humoris tidak kaku dan tegang seperti papa Mahes . Meskipun mereka tak satu darah , namun ikatan mereka kuat . Meski papa Mahes kaku dan tegang , Deva tentu selalu menyayangi papa Mahes .
Devan dan Jia berfoto ria dengan gaya konyol mereka , Jia melupakan rasa malu nya sejenak terhadap Devan . Devan mendominasi agar jia tak salah tingkah dihadapannya.
Setelah berfoto bersama mereka memilih untuk duduk ditaman sekolah sambil berbincang , sementara jia melihat-lihat hasil foto di Handphone Devan
“Devan, papa dengar kamu akan kembali ke perusahaan ? “
“Iya pah , sudah saatnya ,tugas devan telah selesai disini , dan juga papa Mahes selalu memaksa ingin cepat-cepat pensiun jadi Devan percepat untuk resign “
Jia yang mendengar langsung mendongakan kepalanya
“Resign ? , kak Devan udahan jadi Guru ? “ kaget Jia
Devan menganggukan kepalanya dan tersenyum
“Kenapa?” Tanya jia Bingung
“Mau cari tambahan untuk calon istri biar disetujui sama mertua “ cercah Devan
“Ohhh , kak Devan mau nikah ya ? ,cieee “ goda Jia . Meski sebenarnya Jia merasakan sakit pada hatinya
“Belum , nanti calon istri kakak belum siap “ ucap devan lembut lalu berdalih melirik Papa Kendra dan Mama Sita yang cekikikan .
Devan menaikan kedua alisnya kepada papa Kendra membuat papa Kendra menaikan kedua bahunya .
“Kak Devan nanti nikah undang aku ya “ pinta jia
“ Iya nanti kamu jadi yang paling tercantik “ ucap Papa Kendra
“Iya nanti kamu yang paling cantik “ sambung Devan membuua Jia tertawa terbahak-bahak
“Mana mungkinn , pastinya Mempelai wanita akan jadi yang tercantik “ celoteh jia membuat Papa Kendra, Devan , dan Mama Sita tertawa terbahak-bahak
“Salah gak sih gue? ini kayak gue permainin si Bia kalau gini ceritanya , ayolah pa Kennn beri anakmu yang tampan ini jalan “ batin Devan
Melihat semua tertawa membuat jia Bingung
“Ini orang aneh semua “ gumam Jia
Beberapa meter dari tempat Jia dan keluarga duduk , Bryan melihat keluarga Jia sangat terbuka kepada Devan , membuat Bryan cemburu
“Gak bisa dibiarkan , “ gumam Bryan terus memperhatikan kearah Jia,Devan dan keluarga Jia yang tengah tertawa berbahagia .