Oh My Man

Oh My Man
Berjanji


Devan dan Jia kini tengah duduk di sofa Kamar Suite yang sebelumnya Devan pesan .


Awalnya Jia kaget saat Devan meminta untuk pindah kamar, namun saat mendengar penjelasan Devan yang tidak mungkin untuk tidur dikamar yang tidak dia pesan atau yang dipesan oleh orang lain .


Jia mengangguk dan mengerti , Jia mengikuti kemauan Devan .


Jiandra dan Devan tengah duduk berhadapan disofa kamar suite itu tak ada perbincangan diantara mereka, dimeja juga sudah tersedia makanan dan menuman bergizi yang Devan pesan sebelumnya .


“Aku suapi kamu ya ? “ ucap Devan memecah kecangguan yang terjadi diantara keduanya .


Jia mengangguk


Devan menyuapi Jia dengan telaten dan sabar , sesekali Devan membelai pipi Jia yang kembung saat mengunyah makanan .


“Apa ini sakit ? “ tanya Devan memegang sudut bibir Jia hang terluka


“Sudah tidak sakit lagi “


Devan tersenyum dan melanjutkan menyuapi Jia dengan telaten ..


“Apa kamu tidak makan ? “ tanya Jia ketika ia telah menghabiskan makanan-nya dan baru saja meneguk orange juice


“Aku akan makan sekarang “ ucap Devan


*“ *Mau aku suapi ? “ tanya Jia


Devan menggeleng dan tersenyum


“Tidak perlu , kamu beristirahatlah . Aku akan makan sendiri “ ucap Devan lembut


Jia mengangguk saja tanpa ekspresi


Jia memandangi kasur dan sekitar kamar suite itu .


“Aku hanya booking satu kamar , maafkan aku yang tidak bertanya padamu . Apa kamu mau aku booking satu kamar lagi untukmu ? “ tanya Devan


Jia mengalihkan pandangannya kepada Devan yang tengah menyuapi makanan kemulutnya


“Tidak perlu , kita akan tidur disini saja “ ucap Jia


“Baiklah , aku akan tidur disofa nanti “


Jia bergeming tak menjawab ucapan Devan …


Jia memilih bangkit dari sofa dan berjalan menuju tempat tidur , Jia merebahkan dirinya membelakangi Devan yang tengah makan malam disofa .


“Mengapa jadi canggung seperti ini ? Batin Jia bertanya-tanya


“Sumpah gue malu banget njir “ sambungnya mendengus


Jia tentu saja mengingat kejadian hot antara dirinya dan Devan , bahkan Jia mengingat bagaimana bringas dirinya menggoda Devan hingga Iman Devan runtuh .


Jiandra memukul pelan bantal tidurnya , ia merutuki kebodohannya .


“Sialan Agus , akan aku patahkan lehermu besok ! “ dendam Jia yang masih mengingat kejahatan Agus kepadanya .


Devan telah menyelesaikan makan malamnya , ia segera membawa piring-piring kotor ke depan kamar hotelnya . Hal itu dilakukan agar staff hotel bisa langsung meng take out-nya .


Devan berjalan mendekati tempat tidur untuk mengambil bantal , ia melihat Jia telah terpejam dan Devan pikir jika Jia telah tertidur .


Devan mengambil bantal tidur disamping Jia dengan perlahan agar tak menganggu tidur Jia .


Sebenarnya Devan juga tengah bingung dan galau , ia tak tau bagaimana cara berbicara dengan Jia mengingat Jia yang mendadak bisu dan irit omong membuatnya membiarkan Jia untuk menenangkan diri .


...----------------...


“Tidurlah disini “ ucap Jia membuat Devan terpinjat kaget


Jia segera membalikkan badan-nya kehadapan Devan


Jiandra tersenyum sembari menepuk kasur kosong disampingnya .


Devan sontak tersenyum dan mengikuti kemauan Jia , Devan segera duduk dikasur sementara Jia memilih untuk duduk dan bersandar pada headbord kasur hotel itu .


“Maafkan aku kak “ ucap Jia


“Karena membuat pertahanan imam-mu runtuh “ ucap Jia sendu sembari menundukkan kepalanya .


Devan segera menarik tubuh Jia kedalam pelukannya , Devan membelai lembut rambut panjang Jia dan mencium kening Jia lembut .


“Maafkan aku , Maafkan aku yang tak bisa menjagamu dengan baik , maafkan aku yang merusak dirimu , maafkan a-a” ucap Devan terpotong karena Jia mencium bibirnya lebih dulu


CUP


Jiandra mencium bibir Devan singkat


Jia membelai pipi Devan dengan lembut , mereka kini tengah duduk dengan posisi saling berhadapan .


“Berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkanku ? “ pinta Jia


Devan membelai lembut pipi Jia


Mendengar ucapan Devan membuat Jia segera memeluk Devandra erat , Jia merengkuh tubuh tunangannya ..


“Aku tak percaya jika malam pertama kita dilakukan lebih cepat , padahal aku ingin mengajakmu honeymoon saat malam pertama kita nanti “ ucap Devan meringis dalam pelukan Jia


Jia sontak mencubit pelan pinggang Devan , ia malu dengan ucapan Devan


“Akhh sakit yangg “ keluh Devan


“Makanya kamu ngomongnya aneh-aneh “ kesal Jia


“Lah kan kenyataanya memang gitu sayangg , kita nikah besok yuk “ ajak Devan


Jia membulatkan matanya terkejut ..


Sebenarnya Jia sangat siap untuk menikah dengan Devan kapanpun , namun mengingat dirinya ingin benar-benar menyelesaikan study membuat dirinya harus bisa menahan .


“Bantuin skripsiku dulu yangg , agar pertengahan bulan depan aku bisa sidang “ tawar Jia


“Gampangg , nanti aku bantu kamu kerjain skripsi … “ bisik Devan membuat Jia merindung


“Ahhh sayanggg , jangan gituuuuu “ ucap Jia berteriak


Devan tertawa terbahak-bahak , Devan memeluk erat pinggang Jia


“Lagi yuk yangg ? “ ajak Devan berbisik


Jia membulatkan matanya , ia memukul lengan Devan dengan keras


“Enakkk aja kamuuuu , gak mau .. Tadi aku Khilaf sekarang aku sadarrr … “ ucap Jia tegas menolak


“Kalau aku gini kamu khilaf lagi gak ya ? “ ucap Devan sembari membenamkan wajahnya di leher Jia


Jia sontak merinding dan tangannya segera menjauhkan kepala Devan dari lehernya ..


“Kalau gini ceritanya bahaya aku sayanggg … Udah ah tidur “ ucap Jia merebahkan badannya dan menetupi seluruh badannya dengan selimut .


*Devan terkekeh melihat reaksi Jia , Devan sebenarnya hanya menggoda Jia . Dirinya ingin tau apakah Jia bringas* hanya karena obat perangsang atau memang benar-benar bringas


Ternyata Jiandra bringas karena obat perangsang , 😂


Devandra menyusul Jia kedalam selimut tebal hotel, Devan memeluk Jia erat dari belakang .


Jia membelai lembut tangan Devan yang tengah memeluk pinggang-nya erat .


“Sayang “ panggil Jia lembut


“Ehmm “ saut Devan


“Agus a-pa d-i “ ucap Jia terpotong


“Sudah aku tangani , kamu mau aku apakan dia ? Mau aku potong kepalanya ? Tangannya? Apa kakinya ? “ tanya Devan sembari memejamkan matanya , tangan Devan masih setia memeluk pinggang Jia erat .


Jia terkekeh mendengar perkataan Devan


“Hihihi , tak perlu …Ayang serahkan saja ke pihak yang berwajib jangan lupa tanyakan motifnya . Karena aku masih ingat dia mengatakan jika Aku mengambil orang yang ia cinta “ ucap Jia


Jia terdiam dan membalikkan badannya agar bisa berhadapan dengan Devan


“Apa dia mencintaimu kak ? “ tanya Jia menelisik wajah Devan


Devan yang sedari tadi memejamkan mata namun pendengarannya masih mendengar jelas celotehan Jia , Devan membuka matanya lebar-lebar ketika mendengar ucapan Jia


“Mungkin ya ? “ tanya Jia lagi kepada Devan dengan wajah seriusnya .


Devan yang tak tahan mendengar celotehan Jia yang menurutnya sangat tak masuk akal , Devan segera menyambar dan ******* bibir Jiandra dengan sangat lembut .


Jiandra yang awalnya terkejut akhirnya dibuat terlena oleh ciuman lembut Devan


“Jangan aneh-aneh , besok kita tanyakan motifnya , sekarang tidurlah “ ucap Devan yang sudah melepaskan ciuman-nya


Jiandra mengangguk dan merapatkan tubuhnya ke tubuh Devan , Jiandra memeluk Devan erat . Begitupula dengan Devan yang memeluk Jiandra erat .


Devan mencium pucuk kepala Jia ,


“Aku sangat mencintaimu “ ucap Devan seraya mencium kening Jia .


“Aku juga mencintaimu sangat sangat “ ucap Jia , Jia mendongakkan kepalanya dan mencium bibir Devan singkat .


Mereka akhirnya tertidur pulas , saling berbagi kehangatan dan kenyamanan . Enggan rasanya menyambut pagi yang akan datang .


“Semoga malam berjalan pelan , agar aku bisa menikmati malam yang panjang “ batin Devan sembari memeluk dan mengelus punggung Jia lembut . Senyum manis tersungging pada wajah tampannya .


VAN NIKAH VANN …


TO BE CONTINUE


JANGAN LUPA LIKEEE 🤗