
Devan dan Jia kini tengah duduk di sofa Kamar Suite yang sebelumnya Devan pesan .
Awalnya Jia kaget saat Devan meminta untuk pindah kamar, namun saat mendengar penjelasan Devan yang tidak mungkin untuk tidur dikamar yang tidak dia pesan atau yang dipesan oleh orang lain .
Jia mengangguk dan mengerti , Jia mengikuti kemauan Devan .
Jiandra dan Devan tengah duduk berhadapan disofa kamar suite itu tak ada perbincangan diantara mereka, dimeja juga sudah tersedia makanan dan menuman bergizi yang Devan pesan sebelumnya .
“Aku suapi kamu ya ? “ ucap Devan memecah kecangguan yang terjadi diantara keduanya .
Jia mengangguk
Devan menyuapi Jia dengan telaten dan sabar , sesekali Devan membelai pipi Jia yang kembung saat mengunyah makanan .
“Apa ini sakit ? “ tanya Devan memegang sudut bibir Jia hang terluka
“Sudah tidak sakit lagi “
Devan tersenyum dan melanjutkan menyuapi Jia dengan telaten ..
“Apa kamu tidak makan ? “ tanya Jia ketika ia telah menghabiskan makanan-nya dan baru saja meneguk orange juice
“Aku akan makan sekarang “ ucap Devan
*“ *Mau aku suapi ? “ tanya Jia
Devan menggeleng dan tersenyum
“Tidak perlu , kamu beristirahatlah . Aku akan makan sendiri “ ucap Devan lembut
Jia mengangguk saja tanpa ekspresi
Jia memandangi kasur dan sekitar kamar suite itu .
“Aku hanya booking satu kamar , maafkan aku yang tidak bertanya padamu . Apa kamu mau aku booking satu kamar lagi untukmu ? “ tanya Devan
Jia mengalihkan pandangannya kepada Devan yang tengah menyuapi makanan kemulutnya
“Tidak perlu , kita akan tidur disini saja “ ucap Jia
“Baiklah , aku akan tidur disofa nanti “
Jia bergeming tak menjawab ucapan Devan …
Jia memilih bangkit dari sofa dan berjalan menuju tempat tidur , Jia merebahkan dirinya membelakangi Devan yang tengah makan malam disofa .
“Mengapa jadi canggung seperti ini ? Batin Jia bertanya-tanya
“Sumpah gue malu banget njir “ sambungnya mendengus
Jia tentu saja mengingat kejadian hot antara dirinya dan Devan , bahkan Jia mengingat bagaimana bringas dirinya menggoda Devan hingga Iman Devan runtuh .
Jiandra memukul pelan bantal tidurnya , ia merutuki kebodohannya .
“Sialan Agus , akan aku patahkan lehermu besok ! “ dendam Jia yang masih mengingat kejahatan Agus kepadanya .
Devan telah menyelesaikan makan malamnya , ia segera membawa piring-piring kotor ke depan kamar hotelnya . Hal itu dilakukan agar staff hotel bisa langsung meng take out-nya .
Devan berjalan mendekati tempat tidur untuk mengambil bantal , ia melihat Jia telah terpejam dan Devan pikir jika Jia telah tertidur .
Devan mengambil bantal tidur disamping Jia dengan perlahan agar tak menganggu tidur Jia .
Sebenarnya Devan juga tengah bingung dan galau , ia tak tau bagaimana cara berbicara dengan Jia mengingat Jia yang mendadak bisu dan irit omong membuatnya membiarkan Jia untuk menenangkan diri .
...----------------...
“Tidurlah disini “ ucap Jia membuat Devan terpinjat kaget
Jia segera membalikkan badan-nya kehadapan Devan
Jiandra tersenyum sembari menepuk kasur kosong disampingnya .
Devan sontak tersenyum dan mengikuti kemauan Jia , Devan segera duduk dikasur sementara Jia memilih untuk duduk dan bersandar pada headbord kasur hotel itu .
“Maafkan aku kak “ ucap Jia
“Karena membuat pertahanan imam-mu runtuh “ ucap Jia sendu sembari menundukkan kepalanya .
Devan segera menarik tubuh Jia kedalam pelukannya , Devan membelai lembut rambut panjang Jia dan mencium kening Jia lembut .
“Maafkan aku , Maafkan aku yang tak bisa menjagamu dengan baik , maafkan aku yang merusak dirimu , maafkan a-a” ucap Devan terpotong karena Jia mencium bibirnya lebih dulu
CUP
Jiandra mencium bibir Devan singkat
Jia membelai pipi Devan dengan lembut , mereka kini tengah duduk dengan posisi saling berhadapan .
“Berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkanku ? “ pinta Jia
Devan membelai lembut pipi Jia
Mendengar ucapan Devan membuat Jia segera memeluk Devandra erat , Jia merengkuh tubuh tunangannya ..
“Aku tak percaya jika malam pertama kita dilakukan lebih cepat , padahal aku ingin mengajakmu honeymoon saat malam pertama kita nanti “ ucap Devan meringis dalam pelukan Jia
Jia sontak mencubit pelan pinggang Devan , ia malu dengan ucapan Devan
“Akhh sakit yangg “ keluh Devan
“Makanya kamu ngomongnya aneh-aneh “ kesal Jia
“Lah kan kenyataanya memang gitu sayangg , kita nikah besok yuk “ ajak Devan
Jia membulatkan matanya terkejut ..
Sebenarnya Jia sangat siap untuk menikah dengan Devan kapanpun , namun mengingat dirinya ingin benar-benar menyelesaikan study membuat dirinya harus bisa menahan .
“Bantuin skripsiku dulu yangg , agar pertengahan bulan depan aku bisa sidang “ tawar Jia
“Gampangg , nanti aku bantu kamu kerjain skripsi … “ bisik Devan membuat Jia merindung
“Ahhh sayanggg , jangan gituuuuu “ ucap Jia berteriak
Devan tertawa terbahak-bahak , Devan memeluk erat pinggang Jia
“Lagi yuk yangg ? “ ajak Devan berbisik
Jia membulatkan matanya , ia memukul lengan Devan dengan keras
“Enakkk aja kamuuuu , gak mau .. Tadi aku Khilaf sekarang aku sadarrr … “ ucap Jia tegas menolak
“Kalau aku gini kamu khilaf lagi gak ya ? “ ucap Devan sembari membenamkan wajahnya di leher Jia
Jia sontak merinding dan tangannya segera menjauhkan kepala Devan dari lehernya ..
“Kalau gini ceritanya bahaya aku sayanggg … Udah ah tidur “ ucap Jia merebahkan badannya dan menetupi seluruh badannya dengan selimut .
*Devan terkekeh melihat reaksi Jia , Devan sebenarnya hanya menggoda Jia . Dirinya ingin tau apakah Jia bringas* hanya karena obat perangsang atau memang benar-benar bringas
Ternyata Jiandra bringas karena obat perangsang , 😂
Devandra menyusul Jia kedalam selimut tebal hotel, Devan memeluk Jia erat dari belakang .
Jia membelai lembut tangan Devan yang tengah memeluk pinggang-nya erat .
“Sayang “ panggil Jia lembut
“Ehmm “ saut Devan
“Agus a-pa d-i “ ucap Jia terpotong
“Sudah aku tangani , kamu mau aku apakan dia ? Mau aku potong kepalanya ? Tangannya? Apa kakinya ? “ tanya Devan sembari memejamkan matanya , tangan Devan masih setia memeluk pinggang Jia erat .
Jia terkekeh mendengar perkataan Devan
“Hihihi , tak perlu …Ayang serahkan saja ke pihak yang berwajib jangan lupa tanyakan motifnya . Karena aku masih ingat dia mengatakan jika Aku mengambil orang yang ia cinta “ ucap Jia
Jia terdiam dan membalikkan badannya agar bisa berhadapan dengan Devan
“Apa dia mencintaimu kak ? “ tanya Jia menelisik wajah Devan
Devan yang sedari tadi memejamkan mata namun pendengarannya masih mendengar jelas celotehan Jia , Devan membuka matanya lebar-lebar ketika mendengar ucapan Jia
“Mungkin ya ? “ tanya Jia lagi kepada Devan dengan wajah seriusnya .
Devan yang tak tahan mendengar celotehan Jia yang menurutnya sangat tak masuk akal , Devan segera menyambar dan ******* bibir Jiandra dengan sangat lembut .
Jiandra yang awalnya terkejut akhirnya dibuat terlena oleh ciuman lembut Devan
“Jangan aneh-aneh , besok kita tanyakan motifnya , sekarang tidurlah “ ucap Devan yang sudah melepaskan ciuman-nya
Jiandra mengangguk dan merapatkan tubuhnya ke tubuh Devan , Jiandra memeluk Devan erat . Begitupula dengan Devan yang memeluk Jiandra erat .
Devan mencium pucuk kepala Jia ,
“Aku sangat mencintaimu “ ucap Devan seraya mencium kening Jia .
“Aku juga mencintaimu sangat sangat “ ucap Jia , Jia mendongakkan kepalanya dan mencium bibir Devan singkat .
Mereka akhirnya tertidur pulas , saling berbagi kehangatan dan kenyamanan . Enggan rasanya menyambut pagi yang akan datang .
“Semoga malam berjalan pelan , agar aku bisa menikmati malam yang panjang “ batin Devan sembari memeluk dan mengelus punggung Jia lembut . Senyum manis tersungging pada wajah tampannya .
VAN NIKAH VANN …
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA LIKEEE 🤗