
Nasi goreng seafood lezat buatan Devan telah habis . Devan memilih untuk mencuci piringnya sedangkan Jia memilih untuk membuah coklat hangat lagi untuk dirinya dan Devan .
Jia segera ke ruang tengah sembari menonton televisi dan disusul Devan yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya mencuci piring .
Malam semakin larut , pukul 12.30 Malam , salju semakin tebal saja , tapi Jia belum mengantuk marena rasa kenyang diperutnya membuat rasa kantuknya menghilang
“Kamu gak mau tidur bia ? “
Jia menggeleng pelan .
“Tidak kak , aku kenyang banget ngantukku hilang hehe “ ucap Jia cengengesan .
Devan hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum .
“Kalau begitu , aku tau caranya agar kamu bisa cepat mengantuk “ ucap Devan
“Bagaima—? “
Belum sempat Jia menyelesaikan omongannya Devan sudah menarik tangan Jia hingga jia terjatuh dipelukan Devan .
Devan merebahkan badannya di sofa besar di ruang tamu itu , dengan Jia yang berada dipelukannya .
Jia sontak terkaget .
“Kak ini ? “
“Biarkanlah seperti ini , dingin gini enaknya dipeluk kamu “
Wajah Jia memerah malu , namun semenit kemudia Jia mulai merasakan nyaman tidur dipelukan Devan .
“Apa kakak benar-benar mencintaiku ? “ tanya Jia yang mulai tak bisa menahan semua pertanyaan yang ada dihatinya .
Devan tersenyum tipis
“Kamu tak tau perjuanganku untuk mendapatkan kamu “ batin Devan
“Apa kamu tak percaya padaku ? “ tanya Devan menatap wajah Jia
“Entahlah semua begitu saja , dulu kakak menolak cintaku , rasanya aneh kalau sekarang kita sudah menjadi sepasang kekasih karena kakak yang nembak aku “
“Aneh mengapa ? Tak ada yang aneh “
Jia terdiam , membuat Devan menghela nafasnya .
“Hmm , aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu , tapi kakak harap kamu ambil sisi positifnya . “
“Apa ? “ Jia mulai penasaran .
“Janji kamu takkan marah ? , ingat ambil positifnya saja “ ucap Devan mengulurkan kelingkingnya kepada Jia .
Jia mengangguk dan tersenyum tipis , “ Aku janji “
Tangan Devan masih setia memeluk pinggang jia dan tangan satunya menjadi bantalan untuk Jia . Sementara Jia dengan senang hati memeluk Devan , tangan Jia juga memeluk pinggang Devan dan satunya bertekuk didada Devan .
“Sebenarnya , kakak suka kamu sejak dulu , namun karena janji kakak sama papa Ken kakak belum bisa mengungkapkan perasaan kakak ke kamu . Saat kamu menolak kakak juga itu kakak masih terikat janji dengan papa Ken . Seharusnya saat ini kakak juga masih terikat janji dengan papa Ken . Jadi saat kita di Indonesia kita harus sedikit berjaga-jaga agar tak ketahuan kita berpacaran “ cengir Devan membuat jia mengkerutkan keningnya .
Jia melepas pelukan Devan dan sedikit menjauh dari Devan
“Mengapa begitu ? “ kesal Jia
“Ini semua demi kebaikan kamu , Papa Kendra tak mau kamu menikah muda , papa Kendra ingin kamu menghabiskan masa mudamu sampai puas . Maka dari itu papa Ken takut jika kamu berhubungan denganku saat SMA itu , ia takut tamat SMA nanti aku akan melamarmu “ tutur Devan lembut .
“Papah ? Seperti itu ? “ mata Jia mulai berkaca-kaca
Devan mengangguk . “ Papa Ken sangat sayang kepadamu , ia ingin semua terbaik untuk kamu . Dan aku selalu meyakinkan papa Ken aku bisa menjaga kamu dan akan menahan perasaanku kepadamu sampai waktunya tiba . Tapi sepertinya aku tak bisa menahan . 4 tahun aku sudah menanti kamu , mengawasi kamu dari jauh aku bahkan tau apa saja yang kamu lakukan saat berpacaran dengan Bryan , kemana saja kamu jalan bersamanya . Aku tau semua . “ ucap Devan membuat Jia menangis
“Hikss , apa kakak mengintaiku ? “
“Bukan mengintai , aku hanya menjaga wanita yang aku sangat cintai agar tak kekurangan satupun saat aku ambil nanti “
Jia mengeratkan pelukannya .
“Sepertinya aku sangat beruntung dicintai 2 pria yang tulus . Aku akan mengatakan hubunganku dengan kakak kepada papa , aku tak ingin berbohong . Kita lewati sama-sama ya kak . Aku yakin papa mengerti , apalagi papa tau jika aku menyukai kakak sejak dulu . “
Mata Devan berbinar . Ia pikir jia akan ikut-ikutan dan mendukung untuk menutupi hubungan ini , tetapi sebaliknya .
“Ahh beruntungnya akuu , dia sangat Dewasa “ batin Devan .
“Apa kau yakin Jia ? “
Jia mengangguk mantap “ Mengapa tidak , mereka perlu tau jika aku milikmu dan kamu milikku “ ucap Jia tegas .
Devan mengeratkan pelukannya ,
“Makasi sayang , makasi “ ucap Devan .
“Seharusnya aku yang perlu berterimakasih padamu , terimakasih telah menjagaku dengan baik “ tutur Jia .
“Because I love you so much “ ucap Devan lembut
“And you know ? , I love you too more than you know ! “
Mereka saling menatap dan tersenyum satu sama lain .
Mereka berpelukan erat , dan menikmati waktu kebersamaan mereka .
Devan dan Jiandra tertidur saling berpelukan di ruang tengah. Salju menjadi saksi kemesraan dua insan yang saling mencinta .
Mansion kaca papa Mahes diguyur salju membuat Devan terbangun dan kedinginan .
Ia sadar jika Jia sedang dipelukannya , Devan tersenyum tipis dan beranjak dari tidurnya . Segera ia mengambil selimut tebal dikamarnya untuk menelimuti dirinya dan Jia .
Devan melanjutkan tidurnya sambil memeluk Jia yang sudah terlelap dalam tidurnya .
Devan menatap Jia sembari tersenyum .
“Cantiknya........cepat lulus kuliah ya , biar aku bisa segera nikahin kamu “ bisik Devan lalu mencium kening Jia dan melanjutkan tidurnya .
Mereka tidur bersama diruang tamu diatas sofa . Menikmati waktu berdua hingga pagi datang.
...****************...
...Maaf ya baru sempat Update , kemarin sedikit tak enak badan . Hari ini seperti biasa aku Up 2 eps , kalau lagi happy aku Up lebih deh hehe ...
...Jangan lupa Like ya kak, Vote dan minta seiklasnya hadiah kalian , agar aku semangat nulis🤗🤗...