
Keluarga yang tengah berbahagia itu, melanjutkan makan malamnya bersama diselingi canda dan tawa .
Devan dan Jiandra sesekali saling menyenggol kaki mereka dibawah meja . Tersenyum malu-malu membuat orang tua yang melihat ekspresi mereka merasa geli
“Devan-devan seperti bocil saja kamu “ batin papa Mahes cekikikan .
Para ibu dan bapak sengaja tak memergoki Devan dan Jiandra karena mereka tau pasti Jia akan sangat malu .
Makan malam mereka berakhir dengan baik , tanggal pertunangan dua sejoli itu juga sudah ditentukan . Mereka menentukan pertunangan dilaksanakan saat Jia telah menyelesaikan ujian semesternya . Tentu ini semua usul dari Devan .
Lagi-lagi Jia merasa terharu karena Devan sangat mengerti dirinya .
Seluruh rombongan wara-wiri itu telah kembali kerumah mereka masing-masing , tentunya yang pertama kali diantar pulang oleh sang supir adalah Tuan Mahes dan keluarga setelah itu ia mengantarkan sang majikan Papa Kendra dan sekeluarga .
Saat Jia sudah sampai dirumah , Jia tak lupa mengucapkan terimakasih kepada sang supir baru pilihan keluarga Mahes . Dan kalian tau ? Yang menggaji supir itu juga keluarga Mahes . Waww fantastic …
“Terimakasih pak , sudah mengantarkan kami dengan baik “ ucap Jia menunduk .
Sang supir tersenyum senang
“Sama-sama Nyonya “ ucap sopir paruh baya itu .
“Pak tolong panggil nama saya saja , Saya Jiandra bapak bisa panggil saya Jia “ Jiandra mengulurkan tangannya kepada sang sopir .
“Gak enak atuh neng , saya panggil Nona saja kalau begitu ya non . Saya Asep non “ ucap sang sopir
“Baiklah kang Asep , senyamannya saja , kecuali Nyonya , saya masih kecil atuh “ ucap Jia cekikikan .
“Siap non “ kang Asep menampilkan jempol ditangannya .
“Yaudah kang Asep istirahat ya , saya mau masuk kedalam “
“Baik Non ,selamat beristirahat “
“Pantas saja Tuan Mahes dan Nyonya Devya sangat memanjakan dan menyayangi nona Jia . Ternyata dia seramah dan sebaik ini “ batin Kang Asep
Jia menyusul kedua orang tuanya masuk kedalam rumah , sebelumnya mama Sita dan papa Kendra sudah mengucapkan terimakasih kepada kang Asep, karena mereka kenal Asep lebih dulu .
Jia memasuki kamarnya yang masih sama tampilannya seperti saat ia tinggalkan . Bersih dan Wangi .
“Ahh senangnyaaa bisa pulanggg “ gumamnya tersenyum , ia segera masuk ke dalam toilet hendak membersihkan diri . Tak sabar rasanya untuk merebahkan badan yang pegal ini diatas kasur yang empuk.
20 Menit berlalu …
Jia telah memakai piyama kesayangannya , ia sudah bersih dan wangi . Bersiap untuk mengunjungi dunia memipi
Jia segera merebahkan badannya diatas kasur miliknya , ia mengambil ponselnya didalam tas dan segera menghidupkannya karena sebelumnya dipesawat Devan tak memperbolehkan Jia menggunakan ponsel agar Jia lebih fokus kepadanya ( Dasar Devan )
Banyak pesan yang masuk diponselnya Jia .
Salah satunya dari Devan namun, yang menarik perhatiannya adalah pesan dari Tya .
*“Woy kemana aja lu ? Lupa punya temen ha* ? “
*“Jia gue harap lu gak sakit hati ya* “
*“Tya mengirim gambar sebuah undangan* “
Jia awalnya tertawa membaca pesan Tya , namun setelah Jia membuka gambar yang Tya kirim jia kaget membelalakan matanya .
“WHATTTT ? “ teriak Jia .
Gambar tersebut adalah sebuah undangan pernikahan .
...“THE WEDDING OF BRYAN AND DARA” ...
Dan terlihat jelas jika undangan itu ditujukan kepada Tya dan Jia .
Jia segera membalas pesan Tya
“Sorry ya beb , gue habis liburan hahaha lepas suntuk “ sent Jia
“Itu beneran Sumpah Dara nikahhh ? Wahhhhh dia kok gak chat gue sumpah deh kesel “ Sent Jia
Tya membalas Chat Jia kilat
“Iya dia malu katanya ngomong sama lu , jadi undangannya gue yang bawa kita kesana ya “ Tya
Jia membalas pesan itu dengan cepat
“Caelahh ngajak lu? Boros duid gue nanti btw , ngapain malu ? Gue turut bahagia kok, gue pasti dateng tapi kenapa nikahannya mendadak banget? “ sent Jia
“SIALAN LU . Besok kita ketemu , gue ceritain semua “ sent Tya
“Oke boss , besok tentuin tempat ya “ Sent Jia
Saat pesan terakhir terkirim dering ponsel Jia berbunyi , Devan sedang memanggil Video Jia .
“Hallo sayang “ Wajah Devan tersenyum
“Kamu online kok gak balas pesan aku ? “ tanya Devan membuat Jia cengengesan .
Jia menampilakan wajah imutnya membuat Devan gemas .
“Maaf ya sayang , habis bales pesan dari Tya ada kabar hebohhh kamu mau dengar gak yang ? “ ucap Jia menggebu-gebu Devan hanya tersenyum senang melihat wajah yang sangat ia rindukan . Perasaan baru ketemu tadi ya .
“Mauu dong , kabar apa ? “
“Itu Si Dara ngundang aku , Dia akan menikah dengan Bryan lusa “
Devan yang sedang rebahan terlonjak kaget dan segera duduk
“WHATTT ? NIKAHH ? “
“Iya sayang nikah , kenapa kamu yang kaget coba ? “ tanya Jia
“Iya lah sayang aku kaget , aku disalip bocah bau kencur “ cercah Devan membuat Jia tertawa terbahak-bahak
“Hahahaha , sabar ya sayang kita tunangan dulu hehe , kamu temani aku ya nanti “ ucap Jia
“Pasti , nanti aku temani “
Jia mengangguk
“Yasudah kamu istirahat gih , besok kan mau kerja . Aku juga mau tidur ngantuk banget “ ucap Jia
“Masih kangen kamu “
Wajah Jia memerah malu , sebenarnya Jia juga masih rindu Devan namun, mengingat besok Devan akan sibuk jadi lebih baik ia menyurub Devan istirahat .
“Aku juga masih kangen kakak “
“Besok ikut aku ke kantor mau ya? “ ajak Devan
“Jangan ah , nanti aku gangguin kamu ,besok juga aku ada urusan sama Tya mau gibah hahaha sekalian mau tengok Store “ Cercah Jia membuat Devan lesu
“Yaudah deh , yuk tidur . Selamat malam sayang i love you mmuachh “ ucap Devan sembari mencium layar ponselnya
Jia terkikik geli melihat lelakinya
“Selamat Malam juga kak , I love you too “
“Kiss nya mana ? “
“Mmuachh 😘 “ Jia mencium Layar ponselnya membuat Devan gemas
Panggilan Video mereka berakhir .
Senyum kedua pasangan ini tak lepas , mereka pun tertidur di tempat yang berbeda .
“Semoga kamu secepatnya bisa bobo disamping aku ya “ batin Devan sebelum masuk kedunia mimpinya
“Jadi kangen tidur dipeluk kak Devan .. Astagaaa pikiran apa ini ? “ batin Jia sebelum masuk kedunia mimpinya
...----------------...
...Jangan lupa like , comment untuk memeberikan saran, beri hadiah ya seiklasnya kak biar othor semangat nulis🥰🥰🤍...