
Kini Jiandra telah berada disalah satu salon terbaik yang ada di Mall tersebut , berdasarkan rekomendasi dari Dara karena kehamilan Dara saat ini , sahabatnya itu sangat menyukai berdandan dan segalanya tentang salon . Jadilah Dara merekomendasikan salon langganannya yang terletak di Mall ini , Jia menanyakannya di Group pertemanannya di Whatsapp .
“Mau nyalon yang ?? “ tanya Devan bingung ketika Jiandra menarik paksa dirinya untuk ikut masuk kedalam salon tersebut
“Aku tunggu dicafe ujung sana saja kalau gitu yang yaa “ pinta Devan
Jiandra langsung menatap Devan tajam ,
“Diamm “ gumam Jia tanpa suara
Devan sontak langsung terdiam dan tidak berani kembali bersuara ..
“Selamat Sore kak , ada yang bisa kami bantu ? “ ucap karyawan salon menyambut Jia dan Devan
“Soree , saya mau perawatan facial terbaik agar wajah menjadi lebih cerah dan awet muda “ ucap Jiandra kepada karyawan salon
“Sayang , kamu masih muda kenapa minta perawatan untuk membuatmu awet muda ? “ tanya Devan bingung
Jiandra berdalih menatap Devan tajam dengan wajah garangnya, meminta Devan untuk diam
“Oke - okee aku diam “ pasrah Devan mengangkat kedua tangannya
Karyawan salon sontak tertawa kecil melihat Devan yang takut terhadap Jia ..
Sementara karyawan lainnya menatap Devan penuh damba , mereka dibuat terpesona oleh ketampanan CEO MHS’group .
Jiandra tau akan hal itu , Jia tau jika tunangannya tengah menjadi tontonan karyawan-karyawan salon yang sedang bekerja , namun ia cuek saja
“Toh hanya sekedar melihat , anggap saja mereka cuci mata melihat ketampanan kak Devan “ batinnya tertawa
“Untuk serum dan embel-embel facial tolong nanti disesuaikan dengan jenis kulitnya dulu ya kak “ pinta Jia
Karyawan salon mengangguk mengerti permintaan Jia .
“Baik kak , untuk berapa orang ? “
“Untuk satu orang saja , untuk dia “ menunjuk Devan disampingnya
Devan membulatkan matanya
“Kok aku yangg ?? “ tanya-nya bingung
“Udah diem ajaa , kamu harus mendapatkan sedikit perawatan agar wajahmu lebih freshh , akhir-akhir ini kamu sering kelelahan jadi tak ada salahnya memanjakan wajahmu “ ucap Jia tersenyum menjelaskan kepada Devan
Devan sontak berbinar , diperlakukan manis dan diberikan perhatian lebih oleh Jia membuatnya sangat bahagia ..
“Tapi aku masih tampan kan ? “ tanya Devan ragu
Jiandra berdecih
“Cikhh Kamu akan selalu tampan , karena kamu calon suamiku ! “ jelas Jia
Karyawan salon terkekeh geli mendengar interaksi Devan dan Jia
“Udah sana masuk kalau begitu , jangan buat mereka menunggu lama “ pinta Jia mendorong Devan
“Silahkan kak , tolong berikan perawatan terbaik untuk CALON SUAMIKU “ ucap Jia menegas kata “ CALON SUAMIKU “ agar karyawan-karyawan yang menatap Devan tau jika Devan adalah milik Jia.
Melihat karyawan-karyawan yang tak berhenti menatap Devan terus menerus membuatnya sedikit gerah
“Dikasi izin malah ngelunjak , natapnya kagak mau kelar “ gerutu Jia membatin
“Kamu ikut yangg ? “ tanya Devan
Jia menggeleng
“Aku akan menunggumu disini “ ucap Jia
“Baiklahhhh “ ucap Devan pasrah
Devan mengikuti arah karyawan salon berjalan , setelah Devan pikir-pikir ini bukan ide yang buruk . Mengingat bagaimana sibuk dirinya belakangan ini dan beberapa hari kedepan membuatnya merasa suntuk . Menyegarkan wajah bukan ide yang buruk , jadi Devan akan menikmatinya .
Senyum tipis tersungging dibibir Devan
“Daun muda emang beda , kalau gini terus gue juga kebagian awet muda .. Terimakasih Jiaku sayang “ batin Devan senang
...----------------...
Jiandra tengah duduk manis sembari memainkan ponselnya di sofa yang disediakan oleh salon tersebut .
“Kalau menunggu seperti ini aku akan bosan , aku berkeliling dulu saja deh “ gumam Jia yang hendak berdiri
“Tapi kemana ? Mau beli apa ? “ gumamnya lalu kembali duduk disofa
Jia mengscroll beranda instagramnya , hingga ia melihat Dasi kerja pria yang sangat bagus dengan warna yang menawan
Mata Jia berbinar senyum-nya tersungging manis diwajahnya .
“Bukankah akhir bulan akan ada pesta ulang tahun perusahaan ? “ batin Jia bertanya
“Aku tau apa yang harus aku belikan untuk kak Devan “ sambung Jia membatin
Jiandra segera berdiri dan meraih tasnya diatas meja , ia segera keluar dari salon meninggalkan Devan yang tengah asik difacial oleh Karyawan wanita disana .
Jiandra berjalan menelusuri store demi store untuk pergi ke store brand yang ia ingin kunjungi , Jia tersenyum ketika ia telah sampai didepan store tersebut .
“ Selamat siang kak , ada yang bisa kami bantu ? “ tanya karyawan store
“Ah iya , aku baru saja melihat Dasi keluaran terbaru dari brand ini . Apakah distore ini sudah tersedia ? “ tanya Jia sopan
Karyawan tersebut tersenyum dan mengangguk
“Sudah kak , mari saya antar kakak untuk melihatnya “ ucap Karyawan itu sembari berjalan mendahului Jia
Senyum Jia tersungging manis dibibirnya ,
“Cantik “ ucap Jia
“Benar sekali kak , Dasi ini memang sangat cantik dan mmpertegas sang pemakainya “
“Apa kau tau satu set jas,kemeja dan celana yang cocok dengan dasi ini ? “ tanya Jia
Karyawan itu mengangguk
“Tentu saja , mari saya antar kakak untuk melihat produk Set Office Fashion kami “
Jia dengan senang hati mengikuti karyawan store itu , sesekali matanya menyapu melihat-lihat pakaian-pakaian yang ada disekitarnya .
“Ini dia “ tunjuk karyawan store tersebut
Jia tersenyum manis dan senang
“Kau benar , ini sangat cocok untuk dasi tadi . Aku mau membelinya satu setel tentunya dengan Dasi yang tadi , namun aku tidak ingat ukuran tunanganku “ ucap Jia cengengesan
Karyawan itu terkekeh
“Apa kau punya foto kekasihmu ? “
Jia mengangguk lalu segera mengambil ponsel di tasnya , Jia memperlihatkan foto Devan di ponsel miliknya .
“Sepertinya ini ukuran yang pas , kakak tenang saja jika ternyata ukurannya kekecilan ataupun kebesaran , kakak bisa datang ke butik kami kembali . Nanti akan kami ubah ukuran bajunya sesuai dengan body tunangan kakak “ ucap Karyawan itu sopan
“Benarkah ? “ tanya Jia berbinar
“Tentu kak “
“Baiklah , kalau begitu aku mau “
“Baik kak , silahkan langsung kekasir ya kak “
Jia mengangguk dan segera berjalan kekasir , sedangkan karyawan tadi menyiapkan barang yang telah dibeli Jia .
“Totalnya 22.000.000 kak “ ucap kasir
Jia segera mengambil dompetnya dan memberikan kartu platinum miliknya kepada kasir tersebut .
“Terimakasih kak , jangan lupa datang kemari lagi “ ucap kasir sopan
Jia mengangguk dan tersenyum , ia segera pergi meninggalkan store tersebut . Tangannya membawa paper bag besar berwarna gelap , ia tersenyum memandangi paper bag tersebut “
“Semoga kau suka kak “ batin Jia senang
Jia segera kembali ke salon dimana ia meninggalkan Devan yang tengah melakukan facial wajah .
Baru saja membuka pintu salon , ia sudah melihat Devan yang tengah berbincang pada karyawan-karyawan salon disana .
Devan yang telah selesai lebih dulu dibuat bingung , pasalnya Jia tak ada untuk menunggunya bahkan ponsel Jia tak bisa dihubungi.
“Udah selesai yang ? “ tanya Jia menghampiri Devan yang dikerubungi karyawan wanita disana , Jia sangat kesal .
“Wahhh makin tampannnn calon suamikuuu” ucap Jia kegirangan saat telah berdiri didepan Devan
“Dari mana saja kamu sayang ? Aku telpon tak kamu angkat “ ucap Devan khawatir
“Habis belanja , nihh “ ucap Jia menunjuk paperbag yang ia tenteng .
Devan menghela nafas panjangnya
“Udah kan ? kita pulang sekarang “ ajak Devan yang sebenarnya risih berada disalon itu .
“Tunggu , aku mau bayar dulu “ cegat Jia
Devan mengernyitkan keningnya
“Udah aku bayar tadi “
Jiandra terdiam lalu melirik Devan
“Kok kamu bayar sih yang ? Kan harusnya aku yang bayar “ dengus Jia kesal
“Kenapa harus kamu ? kan aku yang facial tadi “ sahut Devan yang bingung
“Tapi kan aku yang ngajak kamu kesini yangg “ Jia ngotot
Devan tak mau berdebat panjang , ia segera menarik Jia untuk segera keluar dari dalam salon tersebut …..
“Gak seharusnya kamu bayar-bayarin aku , kedepannya aku yang bayar ini-itu . Aku kan cowok yang “ ucap Devan yang merangkul Jia , mereka berjalan menuju basemant
“Tapi kan tadi aku yang nganter ayang kesana , yang ngajakin kan aku yangg “ kekeuh Jia
Devan memijat keningnya bingung
“Sudahlah , aku tak mau bahas hal sepele seperti ini . Jangan sampai hal kecil ini kita jadi berdebat “
Jia bungkam tak menyahut
Mereka berjalan beriringan menuju basemant tempat mereka memakirkan mobilnya …
“Aku belikan hadiah seperti ini , apa kak Devan nanti marah ? “ batin Jia sembari melirik paper bag yang ia pegang .
Siapa disini cowok-nya gak suka dibayarin ? Atau malah sebaliknya ??? Hihi
TO BE CONTINUE
*JANGAN LUPA LIKE **🍃*