Oh My Man

Oh My Man
Perawatan untuk Devan


Kini Jiandra telah berada disalah satu salon terbaik yang ada di Mall tersebut , berdasarkan rekomendasi dari Dara karena kehamilan Dara saat ini , sahabatnya itu sangat menyukai berdandan dan segalanya tentang salon . Jadilah Dara merekomendasikan salon langganannya yang terletak di Mall ini , Jia menanyakannya di Group pertemanannya di Whatsapp .


“Mau nyalon yang ?? “ tanya Devan bingung ketika Jiandra menarik paksa dirinya untuk ikut masuk kedalam salon tersebut


“Aku tunggu dicafe ujung sana saja kalau gitu yang yaa “ pinta Devan


Jiandra langsung menatap Devan tajam ,


“Diamm “ gumam Jia tanpa suara


Devan sontak langsung terdiam dan tidak berani kembali bersuara ..


“Selamat Sore kak , ada yang bisa kami bantu ? “ ucap karyawan salon menyambut Jia dan Devan


“Soree , saya mau perawatan facial terbaik agar wajah menjadi lebih cerah dan awet muda “ ucap Jiandra kepada karyawan salon


“Sayang , kamu masih muda kenapa minta perawatan untuk membuatmu awet muda ? “ tanya Devan bingung


Jiandra berdalih menatap Devan tajam dengan wajah garangnya, meminta Devan untuk diam


“Oke - okee aku diam “ pasrah Devan mengangkat kedua tangannya


Karyawan salon sontak tertawa kecil melihat Devan yang takut terhadap Jia ..


Sementara karyawan lainnya menatap Devan penuh damba , mereka dibuat terpesona oleh ketampanan CEO MHS’group .


Jiandra tau akan hal itu , Jia tau jika tunangannya tengah menjadi tontonan karyawan-karyawan salon yang sedang bekerja , namun ia cuek saja


“Toh hanya sekedar melihat , anggap saja mereka cuci mata melihat ketampanan kak Devan “ batinnya tertawa


“Untuk serum dan embel-embel facial tolong nanti disesuaikan dengan jenis kulitnya dulu ya kak “ pinta Jia


Karyawan salon mengangguk mengerti permintaan Jia .


“Baik kak , untuk berapa orang ? “


“Untuk satu orang saja , untuk dia “ menunjuk Devan disampingnya


Devan membulatkan matanya


“Kok aku yangg ?? “ tanya-nya bingung


“Udah diem ajaa , kamu harus mendapatkan sedikit perawatan agar wajahmu lebih freshh , akhir-akhir ini kamu sering kelelahan jadi tak ada salahnya memanjakan wajahmu “ ucap Jia tersenyum menjelaskan kepada Devan


Devan sontak berbinar , diperlakukan manis dan diberikan perhatian lebih oleh Jia membuatnya sangat bahagia ..


“Tapi aku masih tampan kan ? “ tanya Devan ragu


Jiandra berdecih


“Cikhh Kamu akan selalu tampan , karena kamu calon suamiku ! “ jelas Jia


Karyawan salon terkekeh geli mendengar interaksi Devan dan Jia


“Udah sana masuk kalau begitu , jangan buat mereka menunggu lama “ pinta Jia mendorong Devan


“Silahkan kak , tolong berikan perawatan terbaik untuk CALON SUAMIKU “ ucap Jia menegas kata “ CALON SUAMIKU “ agar karyawan-karyawan yang menatap Devan tau jika Devan adalah milik Jia.


Melihat karyawan-karyawan yang tak berhenti menatap Devan terus menerus membuatnya sedikit gerah


“Dikasi izin malah ngelunjak , natapnya kagak mau kelar “ gerutu Jia membatin


“Kamu ikut yangg ? “ tanya Devan


Jia menggeleng


“Aku akan menunggumu disini “ ucap Jia


“Baiklahhhh “ ucap Devan pasrah


Devan mengikuti arah karyawan salon berjalan , setelah Devan pikir-pikir ini bukan ide yang buruk . Mengingat bagaimana sibuk dirinya belakangan ini dan beberapa hari kedepan membuatnya merasa suntuk . Menyegarkan wajah bukan ide yang buruk , jadi Devan akan menikmatinya .


Senyum tipis tersungging dibibir Devan


“Daun muda emang beda , kalau gini terus gue juga kebagian awet muda .. Terimakasih Jiaku sayang “ batin Devan senang


...----------------...


Jiandra tengah duduk manis sembari memainkan ponselnya di sofa yang disediakan oleh salon tersebut .


“Kalau menunggu seperti ini aku akan bosan , aku berkeliling dulu saja deh “ gumam Jia yang hendak berdiri


“Tapi kemana ? Mau beli apa ? “ gumamnya lalu kembali duduk disofa


Jia mengscroll beranda instagramnya , hingga ia melihat Dasi kerja pria yang sangat bagus dengan warna yang menawan


Mata Jia berbinar senyum-nya tersungging manis diwajahnya .


“Bukankah akhir bulan akan ada pesta ulang tahun perusahaan ? “ batin Jia bertanya


“Aku tau apa yang harus aku belikan untuk kak Devan “ sambung Jia membatin


Jiandra segera berdiri dan meraih tasnya diatas meja , ia segera keluar dari salon meninggalkan Devan yang tengah asik difacial oleh Karyawan wanita disana .


Jiandra berjalan menelusuri store demi store untuk pergi ke store brand yang ia ingin kunjungi , Jia tersenyum ketika ia telah sampai didepan store tersebut .


“ Selamat siang kak , ada yang bisa kami bantu ? “ tanya karyawan store


“Ah iya , aku baru saja melihat Dasi keluaran terbaru dari brand ini . Apakah distore ini sudah tersedia ? “ tanya Jia sopan


Karyawan tersebut tersenyum dan mengangguk


“Sudah kak , mari saya antar kakak untuk melihatnya “ ucap Karyawan itu sembari berjalan mendahului Jia


Senyum Jia tersungging manis dibibirnya ,


“Cantik “ ucap Jia


“Benar sekali kak , Dasi ini memang sangat cantik dan mmpertegas sang pemakainya “


“Apa kau tau satu set jas,kemeja dan celana yang cocok dengan dasi ini ? “ tanya Jia


Karyawan itu mengangguk


“Tentu saja , mari saya antar kakak untuk melihat produk Set Office Fashion kami “


Jia dengan senang hati mengikuti karyawan store itu , sesekali matanya menyapu melihat-lihat pakaian-pakaian yang ada disekitarnya .


“Ini dia “ tunjuk karyawan store tersebut


Jia tersenyum manis dan senang


“Kau benar , ini sangat cocok untuk dasi tadi . Aku mau membelinya satu setel tentunya dengan Dasi yang tadi , namun aku tidak ingat ukuran tunanganku “ ucap Jia cengengesan


Karyawan itu terkekeh


“Apa kau punya foto kekasihmu ? “


Jia mengangguk lalu segera mengambil ponsel di tasnya , Jia memperlihatkan foto Devan di ponsel miliknya .


“Sepertinya ini ukuran yang pas , kakak tenang saja jika ternyata ukurannya kekecilan ataupun kebesaran , kakak bisa datang ke butik kami kembali . Nanti akan kami ubah ukuran bajunya sesuai dengan body tunangan kakak “ ucap Karyawan itu sopan


“Benarkah ? “ tanya Jia berbinar


“Tentu kak “


“Baiklah , kalau begitu aku mau “


“Baik kak , silahkan langsung kekasir ya kak “


Jia mengangguk dan segera berjalan kekasir , sedangkan karyawan tadi menyiapkan barang yang telah dibeli Jia .


“Totalnya 22.000.000 kak “ ucap kasir


Jia segera mengambil dompetnya dan memberikan kartu platinum miliknya kepada kasir tersebut .


“Terimakasih kak , jangan lupa datang kemari lagi “ ucap kasir sopan


Jia mengangguk dan tersenyum , ia segera pergi meninggalkan store tersebut . Tangannya membawa paper bag besar berwarna gelap , ia tersenyum memandangi paper bag tersebut “


“Semoga kau suka kak “ batin Jia senang


Jia segera kembali ke salon dimana ia meninggalkan Devan yang tengah melakukan facial wajah .


Baru saja membuka pintu salon , ia sudah melihat Devan yang tengah berbincang pada karyawan-karyawan salon disana .


Devan yang telah selesai lebih dulu dibuat bingung , pasalnya Jia tak ada untuk menunggunya bahkan ponsel Jia tak bisa dihubungi.


“Udah selesai yang ? “ tanya Jia menghampiri Devan yang dikerubungi karyawan wanita disana , Jia sangat kesal .


“Wahhh makin tampannnn calon suamikuuu” ucap Jia kegirangan saat telah berdiri didepan Devan


“Dari mana saja kamu sayang ? Aku telpon tak kamu angkat “ ucap Devan khawatir


“Habis belanja , nihh “ ucap Jia menunjuk paperbag yang ia tenteng .


Devan menghela nafas panjangnya


“Udah kan ? kita pulang sekarang “ ajak Devan yang sebenarnya risih berada disalon itu .


“Tunggu , aku mau bayar dulu “ cegat Jia


Devan mengernyitkan keningnya


“Udah aku bayar tadi “


Jiandra terdiam lalu melirik Devan


“Kok kamu bayar sih yang ? Kan harusnya aku yang bayar “ dengus Jia kesal


“Kenapa harus kamu ? kan aku yang facial tadi “ sahut Devan yang bingung


“Tapi kan aku yang ngajak kamu kesini yangg “ Jia ngotot


Devan tak mau berdebat panjang , ia segera menarik Jia untuk segera keluar dari dalam salon tersebut …..


“Gak seharusnya kamu bayar-bayarin aku , kedepannya aku yang bayar ini-itu . Aku kan cowok yang “ ucap Devan yang merangkul Jia , mereka berjalan menuju basemant


“Tapi kan tadi aku yang nganter ayang kesana , yang ngajakin kan aku yangg “ kekeuh Jia


Devan memijat keningnya bingung


“Sudahlah , aku tak mau bahas hal sepele seperti ini . Jangan sampai hal kecil ini kita jadi berdebat “


Jia bungkam tak menyahut


Mereka berjalan beriringan menuju basemant tempat mereka memakirkan mobilnya …


“Aku belikan hadiah seperti ini , apa kak Devan nanti marah ? “ batin Jia sembari melirik paper bag yang ia pegang .


Siapa disini cowok-nya gak suka dibayarin ? Atau malah sebaliknya ??? Hihi


TO BE CONTINUE


*JANGAN LUPA LIKE **🍃*