Oh My Man

Oh My Man
Kepanikan Devan !


“Arghhhhhh “


Bughhhhhhhh


Jiandra sempat menghindari motor tersebut , namun pengendara itu seperti sengaja ingin menyakitinya .


Jiandra terpental kebahu jalan , ia terserempet kepalanya sedikit tebentur dan Jiandra tak sadarkan diri .


Pengunjung cafe yang melihat kejadian itu langsung berkerumun mendekatu Jiandra dan mengejar pengendara itu namun , pengendara itu dengan cepat kabur .


Satpam MHS’company yang baru saja menyelesaikan makan siangnya , ia kembali bertugas sembari mengelap bibirnya .


Melihat kerumunan diseberang sana ia sedikit terkejut dan penasaran .


“Masya Allah itu ada apa ? “ gumamnya lalu berjalan menyebrangi Jalan .


“Mbak ini ada apa ? “ tanya Satpam kepada salah satu pengunjung Cafe yang ikut berkerumun


“Oh ini pak , sepertinya karyawan di kantor depan , dia korban tabrak lari pak “ jelas wanita itu .


Satpam itu terkejut “Masya Allah , karyawan MHS ? “ Satpam langsung berlari dan mendesak masuk kedalam kerumunan itu .


Melihat seorang wanita tergeletak dibahu jalan , kepalanya mengeluarkan darah namun tak banyak , kaki dan tangannya lecet .


“Ya Allah , ini karyawan dikantor kami , mas mas semua tolong saya angkat mbak ini Ke depann !! “ teriak Satpam itu kalut , didalam otaknya hanya ada Klinik klinik klinik yang tersedia di Kantor MHS’Company .


Mas, mas itu pun langsung mengangkat Jia dan membawanya keseberang ke kantor MHS’ Company .


Bertepatan dengan itu , mobil Alphard Mewah milik Keluarga Mahes terlihat akan memasuki kantor .


Rendy yang berkendara pun dibuat Heran


“Itu kenapa banyak orang berbondong-bondong membawa sesuatu ? “ tanya Rendy


Devan yang tadinya memejamkan mata pun segera membuka matanya , perasaanya mendadak risau , jantungnya berdetak


“Ren coba tanya satpam , itu ada apa ?”


“Baik Dev “


Rendy mempercepat laju mobilnya untuk masuk kedalam MHS company .


“Pak itu ada apa ? “ tanya Rendy membuka kaca mobilnya


“Siang Pak Rendy , itu karyawan kita kecelakaan tapi saya baru pertama kali melihatnya namun name tagnya New Bie , sepertinya anak magang “ ucap Satpam itu .


Mendengar kata “ Magang “ , Devan panik pikirannya hanya pada Jia .


Devan segera keluar dari dalam mobil , Rendy terkejut


“Devv “ panggil Rendy namun Devan menghiraukannya


Satpam itu juga sama terkejutnya melihat sang Bos yang keluar tiba-tiba dari dalam mobil , ia pikir hanya ada Rendy didalam mobil itu .


Devan berlari menyusul kerumunan yang menggendong Jia ke dalam lobby .


“STOP, STOP “ teriak Devan menghentikan mas, mas yang baru saja hendak membuka pintu Lobby


Karyawan yang tengah berada dilobby sontak terkaget melihat kerumunan di luar lobby , ditambah kedatangan Devan disana . Seingat mereka Devan harusnya datang besok , bukan hari ini


Devan mendekati mas mas itu ,


“Ini siapa ? “ tanya Devan yang belum melihat wajah korban


“Ini Korban tabrak lari pak , kata Satpam ini Karyawan dikantor ini “ jelas satu dari mereka


Devan pun mendekati korban yang masih diangkat oleh mas-mas yang membantu . Wajah mereka terlihat sangat panik .


“JIANDRAAAA “ devan terkejut setelah melihat wajah Jiandra


“JIAAA , SAYANG “ teriak Devan mendekati Jia


“Bapak semua , tolong bawa wanita ini kedalam mobil itu “ tunjuk Devan kepada mobil Hitam yang masih terparkir ditengah-tengah gerbang karena Rendy masih berbincang mengenai kecelakaan tabrak lari itu .


Wajah Devan memucat panik , air matanya jatuh mengalir . Wanitanya dalam keadaan yang tak ia harapkan , Darah luka dikepala Jia mengalir , kaki da tangan Jia yang juga lecet . Devan melihat itu semua .


Rendy yang melihat mas-mas itu kembali masih dengan posisi yang tadi pun bingung , ditambah mas-mas itu menghampiri mobil yang ia kendarai .


Rendy segera turun dari dalam mobil


Devan berlari lalu membukakan pintu mobil lebih dulu


“Dev ada apa ? “ tanya Rendy yang melihat wajah Devan pucat dan air mata yang mengalir di wajah Devan


“Jia Renn , jia yang menjadi korban “ ucap Devan lalu masuk kedalam mobil , diikuti oleh Jia yang ta sadarkan diri .


“Ren cepat kita kerumah sakit “ ucap Devan


Rendy mengangguk dan segera masuk kedalam mobil


“Bapak-bapak semua saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuannya “ ucap Devan lalu menutup pintu mobil ya .


...----------------...


Didalam perjalanan , Devan memangku kepala Jia dan menggenggam erat tangan Jia .


“Jia sayang , kamu bangun yahhh !! Jangan seperti ini , maafkan aku sayang “ ucap Devan menangis


Rendy tak membalas perkataan Devan , namun ia mengikuti kemauan Devan untuk melajukan mobil . Saat-saat seperti ini Rendy lebih baik tak bersuara karena ia juga panik jadi perlu konsentrasi yang penuh .


15 menit berkendara dengan kecepatan penuh , Devan sampai dirumah sakit , dibantu dengan Rendy agar bisa segera keluar dari dalam mobil . Devan menggendong Jia dan berlari menuju UGD .


“Dokterrr , susterrr tolongggg disini , “ teriak Devan frustasi membutuhkan bantuan


Dokter dan Suster melihat kedatangan Devan langsung menghampiri Devan dengan membawa Hospital Bed untuk merebahkan Jiandra .


Dokter dan suster segera membawa Jiandra menuju Ruang UGD untuk diperiksa .


Devan tak ikut masuk kedalam sana karena Dokter melarang Devan dengan keras , Devan mondar mandir kesana kemari menunggu kabar keadaan Jia dengan cemas . Bahkan ia lupa mengabari orang tua Jia dan orang tuanya sendiri tentang kabar buruk ini .


Rendy yang melihat devan kesana kemari sontak dibuat pusing .


“Dev , kau duduklah dulu “ pinta Rendy


“BAGAIMANA BISAA ? JIAKU DIDALAM SANA DAN AKU TAK TAU BAGAIMANA KEADAANYA RENN !! “ ucap Deva penuh penekanan


Rendy menghembuskan nafasnya pelan , ia tak mungkin menyalahkan Devan jika ia diposisi Devan iapun akan melakukan hal yang sama .


“Ren , aku perlu bantuanmu ! Kau kembalilah ke kantor cek dan tanya seluruh karyawan terutama bagian Sales . Tanyakan pada mereka semua apa yang terjadi sebenarnya “ pinta Devan dengan wajahnya yang memerah .


Rendy mengangguk


“Baiklah , aku akan menelusuri semua ! Kau jagalah Jiandra . Jangan lupa hubungi keluarganya dan orang tuamu juga . Telepon aku jika kau memerlukan sesuatu “


Devan mengangguk


“Terimaksih Ren “


Rendy mengangguk lalu segera pergi dari Rumah Sakit dan ia hendak pergi ke Kantor .


20 Menit menunggu dengan rasa gelisah , akhirnya dokter keluar dari dalam rungan Jia .


“Bagaimana dok ? Bagaimana keadaan tunangan saya ? “ taya Devan panik tanpa Jeda


“Semua baik-baik saja Tuan Muda Mahes , tunanganmu hanya shock itu membuatnya pingsan . Luka dikepalanga ringan tak ada yang perlu dikhawatirkan , hanya ada lecet-lecet dibagian kaki dan tangan “jelas dokter


“Terimakasih banyak dok , terimakasih “ ucap Devan menunduk haru .


“Sama-sama tuan Muda , masuklah Nona sudah sadar dan kau boleh melihatnya “ ucap Dokter


Devan mengangguk lalu segera membuka pintu Kamar Jia dirawat .


Devan melihat Jia tengah terbaring, mata Jia terpejam , kepala Jia diperban begitupula tangan dan kakinya .


Devan berjalan mendekati Jia , dan ia berdiri didekat kasur Jia , Devan menatap Jia yang tengah terpejam


Devan mencium kening Jia , sangatttt lamaaaaa


Jia terbangun merasakan ciuman dikeningnya .


Devan menyudahi ciumannya .


“K-kak Devan “ ucap Jia


“Sayang , maafkan aku hiksss “ tangis Devan pecah melihat wanitanya dalam keadaan yang tak baik


“Maafkan aku tak bisa menjagamu dengan baik hiksss, a-aku benar-benar bodoh Jia hikss “ Devan menangis terisak


Tangan Jia terulur menghapus air mata yang jatuh dipipi Devan .


“Kak , ini bukan salahmuuu “ ucap Jia menahan air matanya agar tak ikut menangis


“Jangan menyalahkan dirinu untuk sesuatu yang bukan salahmu “ ucap Jia


Tesss


Air mata Jia terjatuh , ia tak mampu menahannya melihat Devan yang menangis tersedu-sedu membuatnya ikut larut dalam kesedihan


“Ini salahku Jia , ini salahku “ ucap Devan sesegukan


Jia menggeleng dan tersenyum , tangannya masih menghapus air mata Devan yang sepertinya enggan untuk berhenti mengalir


“Bukan salahmu sayang , sungguh aku mohon jangan menyalahkan dirimu seperti itu “ ucap Jia lembut


“Ta-pi ini memang sal— “ ucapan Devan terpotong ketika Jia menarik wajah Devan agar mendekati wajahnya


Cup


Jiandra mencium dan mel*mat bibir Devan lembut , Devan terkejut lalu memejamkan matanya . Membiarkan air matanya jatuh membasahi pipi mereka berdua . Devandra membalas setiap l*matan bibir Jiandra .


Jiandra melepaskan ciuman mereka


“Aku mencintaimu , aku mohon jangan menyalahkan dirimu . Itu membuat hatiku terluka “ ucap Jia


Devan segera memeluk Jia yang tengah terbaring , Devan memeluknya dengan sangat hati-hati dan penuh perasaan .


...----------------...


...AKU BAPER SENDIRIII🥺🥺...


...JANGAN LUPA LIKE READERS!!! ...