
“Arghhhhhh “
Bughhhhhhhh
Jiandra sempat menghindari motor tersebut , namun pengendara itu seperti sengaja ingin menyakitinya .
Jiandra terpental kebahu jalan , ia terserempet kepalanya sedikit tebentur dan Jiandra tak sadarkan diri .
Pengunjung cafe yang melihat kejadian itu langsung berkerumun mendekatu Jiandra dan mengejar pengendara itu namun , pengendara itu dengan cepat kabur .
Satpam MHS’company yang baru saja menyelesaikan makan siangnya , ia kembali bertugas sembari mengelap bibirnya .
Melihat kerumunan diseberang sana ia sedikit terkejut dan penasaran .
“Masya Allah itu ada apa ? “ gumamnya lalu berjalan menyebrangi Jalan .
“Mbak ini ada apa ? “ tanya Satpam kepada salah satu pengunjung Cafe yang ikut berkerumun
“Oh ini pak , sepertinya karyawan di kantor depan , dia korban tabrak lari pak “ jelas wanita itu .
Satpam itu terkejut “Masya Allah , karyawan MHS ? “ Satpam langsung berlari dan mendesak masuk kedalam kerumunan itu .
Melihat seorang wanita tergeletak dibahu jalan , kepalanya mengeluarkan darah namun tak banyak , kaki dan tangannya lecet .
“Ya Allah , ini karyawan dikantor kami , mas mas semua tolong saya angkat mbak ini Ke depann !! “ teriak Satpam itu kalut , didalam otaknya hanya ada Klinik klinik klinik yang tersedia di Kantor MHS’Company .
Mas, mas itu pun langsung mengangkat Jia dan membawanya keseberang ke kantor MHS’ Company .
Bertepatan dengan itu , mobil Alphard Mewah milik Keluarga Mahes terlihat akan memasuki kantor .
Rendy yang berkendara pun dibuat Heran
“Itu kenapa banyak orang berbondong-bondong membawa sesuatu ? “ tanya Rendy
Devan yang tadinya memejamkan mata pun segera membuka matanya , perasaanya mendadak risau , jantungnya berdetak
“Ren coba tanya satpam , itu ada apa ?”
“Baik Dev “
Rendy mempercepat laju mobilnya untuk masuk kedalam MHS company .
“Pak itu ada apa ? “ tanya Rendy membuka kaca mobilnya
“Siang Pak Rendy , itu karyawan kita kecelakaan tapi saya baru pertama kali melihatnya namun name tagnya New Bie , sepertinya anak magang “ ucap Satpam itu .
Mendengar kata “ Magang “ , Devan panik pikirannya hanya pada Jia .
Devan segera keluar dari dalam mobil , Rendy terkejut
“Devv “ panggil Rendy namun Devan menghiraukannya
Satpam itu juga sama terkejutnya melihat sang Bos yang keluar tiba-tiba dari dalam mobil , ia pikir hanya ada Rendy didalam mobil itu .
Devan berlari menyusul kerumunan yang menggendong Jia ke dalam lobby .
“STOP, STOP “ teriak Devan menghentikan mas, mas yang baru saja hendak membuka pintu Lobby
Karyawan yang tengah berada dilobby sontak terkaget melihat kerumunan di luar lobby , ditambah kedatangan Devan disana . Seingat mereka Devan harusnya datang besok , bukan hari ini
Devan mendekati mas mas itu ,
“Ini siapa ? “ tanya Devan yang belum melihat wajah korban
“Ini Korban tabrak lari pak , kata Satpam ini Karyawan dikantor ini “ jelas satu dari mereka
Devan pun mendekati korban yang masih diangkat oleh mas-mas yang membantu . Wajah mereka terlihat sangat panik .
“JIANDRAAAA “ devan terkejut setelah melihat wajah Jiandra
“JIAAA , SAYANG “ teriak Devan mendekati Jia
“Bapak semua , tolong bawa wanita ini kedalam mobil itu “ tunjuk Devan kepada mobil Hitam yang masih terparkir ditengah-tengah gerbang karena Rendy masih berbincang mengenai kecelakaan tabrak lari itu .
Wajah Devan memucat panik , air matanya jatuh mengalir . Wanitanya dalam keadaan yang tak ia harapkan , Darah luka dikepala Jia mengalir , kaki da tangan Jia yang juga lecet . Devan melihat itu semua .
Rendy yang melihat mas-mas itu kembali masih dengan posisi yang tadi pun bingung , ditambah mas-mas itu menghampiri mobil yang ia kendarai .
Rendy segera turun dari dalam mobil
Devan berlari lalu membukakan pintu mobil lebih dulu
“Dev ada apa ? “ tanya Rendy yang melihat wajah Devan pucat dan air mata yang mengalir di wajah Devan
“Jia Renn , jia yang menjadi korban “ ucap Devan lalu masuk kedalam mobil , diikuti oleh Jia yang ta sadarkan diri .
“Ren cepat kita kerumah sakit “ ucap Devan
Rendy mengangguk dan segera masuk kedalam mobil
“Bapak-bapak semua saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuannya “ ucap Devan lalu menutup pintu mobil ya .
...----------------...
Didalam perjalanan , Devan memangku kepala Jia dan menggenggam erat tangan Jia .
“Jia sayang , kamu bangun yahhh !! Jangan seperti ini , maafkan aku sayang “ ucap Devan menangis
Rendy tak membalas perkataan Devan , namun ia mengikuti kemauan Devan untuk melajukan mobil . Saat-saat seperti ini Rendy lebih baik tak bersuara karena ia juga panik jadi perlu konsentrasi yang penuh .
15 menit berkendara dengan kecepatan penuh , Devan sampai dirumah sakit , dibantu dengan Rendy agar bisa segera keluar dari dalam mobil . Devan menggendong Jia dan berlari menuju UGD .
“Dokterrr , susterrr tolongggg disini , “ teriak Devan frustasi membutuhkan bantuan
Dokter dan Suster melihat kedatangan Devan langsung menghampiri Devan dengan membawa Hospital Bed untuk merebahkan Jiandra .
Dokter dan suster segera membawa Jiandra menuju Ruang UGD untuk diperiksa .
Devan tak ikut masuk kedalam sana karena Dokter melarang Devan dengan keras , Devan mondar mandir kesana kemari menunggu kabar keadaan Jia dengan cemas . Bahkan ia lupa mengabari orang tua Jia dan orang tuanya sendiri tentang kabar buruk ini .
Rendy yang melihat devan kesana kemari sontak dibuat pusing .
“Dev , kau duduklah dulu “ pinta Rendy
“BAGAIMANA BISAA ? JIAKU DIDALAM SANA DAN AKU TAK TAU BAGAIMANA KEADAANYA RENN !! “ ucap Deva penuh penekanan
Rendy menghembuskan nafasnya pelan , ia tak mungkin menyalahkan Devan jika ia diposisi Devan iapun akan melakukan hal yang sama .
“Ren , aku perlu bantuanmu ! Kau kembalilah ke kantor cek dan tanya seluruh karyawan terutama bagian Sales . Tanyakan pada mereka semua apa yang terjadi sebenarnya “ pinta Devan dengan wajahnya yang memerah .
Rendy mengangguk
“Baiklah , aku akan menelusuri semua ! Kau jagalah Jiandra . Jangan lupa hubungi keluarganya dan orang tuamu juga . Telepon aku jika kau memerlukan sesuatu “
Devan mengangguk
“Terimaksih Ren “
Rendy mengangguk lalu segera pergi dari Rumah Sakit dan ia hendak pergi ke Kantor .
20 Menit menunggu dengan rasa gelisah , akhirnya dokter keluar dari dalam rungan Jia .
“Bagaimana dok ? Bagaimana keadaan tunangan saya ? “ taya Devan panik tanpa Jeda
“Semua baik-baik saja Tuan Muda Mahes , tunanganmu hanya shock itu membuatnya pingsan . Luka dikepalanga ringan tak ada yang perlu dikhawatirkan , hanya ada lecet-lecet dibagian kaki dan tangan “jelas dokter
“Terimakasih banyak dok , terimakasih “ ucap Devan menunduk haru .
“Sama-sama tuan Muda , masuklah Nona sudah sadar dan kau boleh melihatnya “ ucap Dokter
Devan mengangguk lalu segera membuka pintu Kamar Jia dirawat .
Devan melihat Jia tengah terbaring, mata Jia terpejam , kepala Jia diperban begitupula tangan dan kakinya .
Devan berjalan mendekati Jia , dan ia berdiri didekat kasur Jia , Devan menatap Jia yang tengah terpejam
Devan mencium kening Jia , sangatttt lamaaaaa
Jia terbangun merasakan ciuman dikeningnya .
Devan menyudahi ciumannya .
“K-kak Devan “ ucap Jia
“Sayang , maafkan aku hiksss “ tangis Devan pecah melihat wanitanya dalam keadaan yang tak baik
“Maafkan aku tak bisa menjagamu dengan baik hiksss, a-aku benar-benar bodoh Jia hikss “ Devan menangis terisak
Tangan Jia terulur menghapus air mata yang jatuh dipipi Devan .
“Kak , ini bukan salahmuuu “ ucap Jia menahan air matanya agar tak ikut menangis
“Jangan menyalahkan dirinu untuk sesuatu yang bukan salahmu “ ucap Jia
Tesss
Air mata Jia terjatuh , ia tak mampu menahannya melihat Devan yang menangis tersedu-sedu membuatnya ikut larut dalam kesedihan
“Ini salahku Jia , ini salahku “ ucap Devan sesegukan
Jia menggeleng dan tersenyum , tangannya masih menghapus air mata Devan yang sepertinya enggan untuk berhenti mengalir
“Bukan salahmu sayang , sungguh aku mohon jangan menyalahkan dirimu seperti itu “ ucap Jia lembut
“Ta-pi ini memang sal— “ ucapan Devan terpotong ketika Jia menarik wajah Devan agar mendekati wajahnya
Cup
Jiandra mencium dan mel*mat bibir Devan lembut , Devan terkejut lalu memejamkan matanya . Membiarkan air matanya jatuh membasahi pipi mereka berdua . Devandra membalas setiap l*matan bibir Jiandra .
Jiandra melepaskan ciuman mereka
“Aku mencintaimu , aku mohon jangan menyalahkan dirimu . Itu membuat hatiku terluka “ ucap Jia
Devan segera memeluk Jia yang tengah terbaring , Devan memeluknya dengan sangat hati-hati dan penuh perasaan .
...----------------...
...AKU BAPER SENDIRIII🥺🥺...
...JANGAN LUPA LIKE READERS!!! ...