
Kini Jia , Tya dan Dara tengah menonton Bioskop.Jia yang sebelumnya tidak sengaja melihat Devan bercumbu dengan wanita memilih untuk memfokuskan diri menonton bersama sahabatnya . Sebab jika jia terus memperlihatkan kesedihannya akan membuat Tya dan Dara khawatir .
Jia meremas celananya , rasa sakit hatinya masih belum pulih , bak luka ,hati jia bahkan masih berdarah , Jia menahan tangis mencoba untuk tegar , “toh dia bukan siapa-siapa, bukan pacarku , tapi hati ini sakit sekali “ pikir jia
“Seharusnya , aku menjaga batasanku untuk tidak menyukai lebih dalam, bahkan sialnya rasa ini menjadi cinta “ batin jia . Jia sedikit terisak membuat Tya dan Dara memandangi Jia yang berada dikursi tengah diapit Tya dan Dara
“Hei jia, are you okay “ tanya Dara sendu , Dara seorang yang paling tidak bisa melihat Jia menangis, begitupula dengan Tya . Mereka memang ditakdirkan untuk menjadi satu, mengisi dalam suka dan duka .
Tya mengelus rambut jia pelan sembari menepuk-nepuk pelan punggung jia . “Jia stop deh , lu lebih berharga dari apapun , banyak yang ganteng ngantre mau pacaran sama lu, lagian pak devan sudah cukup umur untuk menikah, kan gak mungkin lu nikah cepet-cepet “ Tya dengan nasihat penuh penekanan dan realitis , tya lebih keras dari pada dara . Menurut Tya selama gue bener gue bakal gojlok orang-orang yang salah .
Jia menatap Dara dan Tya satu persatu , lalu merangkul mereka berdua “ Makasi selalu ada buat gue, gue salah harusnya gue tau batasan , gak seharusnya gue jatuh cinta , lu bener tya, pak devan udah waktunya married udah cukup umur , gak mungkin nunggu gue hiksss , harusnya dari awal gue cuma kagum aja, tapi jadi begini sakit banget “ isak Jia , Dara dan Tya segera memeluk erat sahabatnya
“You deserve all happiness in the world ji, jangan dipikirkan oke “ ucap tya halus , membuat jia memukul pelan lengan tya “ck sejak kapan lu halus begini? Sok english lagi, tapi inggris elu bagus “isak Jia mengelap ingusnya dan tertawa
“Jorok banget lu ji”ucap jia menoyok kepala jia pelan
Jia pun cengengesan dibuatnya “ Lu lu pada kejam,gue lagi galau lu berdua toyor gue sana sini “ jia berpura-pura sedih lalu menundukkan kepalanya
Dara dan tya pun segera memeluk jia kembali dan mengelus kepalanya namun penuh penekanan “cup cup cup sorry mbak jia “ucap Dara
“Kepala gue sakit dara , tya , lembek ni nanti “dara mengusap kepalanya membuat mereka bertiga tertawa ..
...****************...
Drama bioskop dan drama 3 sekawan ini pun usai , mereka memilih untuk keluar dari ruangan , bioskop berbarengan , saat jia berjalan menuju pintu , tak sengaja jia tersandung karpet , membuatnya hampir terjatuh . Jia sudah memejamkan matanya , ia mengira bahwa ia akan terjatuh , tapi masih belum terjatuh juga . Jia membuka matanya , dilihatnya devan menahan pinggangnya agar jia tak terjatuh . Sontak membuat Jia terkaget . Apalagi dilihatnya wanita yang bersama devan menatap tajam kearahnya . Jia juga melihat Dara dan Tya sialnya mereka cekikikan bersama . Jia pun memilih bangkit melepas genggaman tangan Devan dipinggang.Jia membukukan badanya “ Terimakasih pak devan telah membantu saya “
Devan tersenyum mendengar jia , terlebih devan bertemu dengan jia hari ini , bahagianya perasaan devan
“ Kamu kalau jalan hati-hati ya “ balas devan kepada jia sembari menggelus rambutnya jia pelan . Sontak jia kaget dan mendongakkan kepalanya manatap devan . Di detik kemudia jia menutuskan untuk segera keluar dari ruangan bioskop tanpa berpamitan membuat devan terheran - heran .
“Pak devan kami duluan ya , “ pamit Tya dan Dara sopan , dan devan hanya mengangguk .
Segera devan berjalan menuju keluar bioskop namun segera teralihkan karena mendengar teriakan si anak manja memanggil namanya
“Ka Devan tunggu akuu “ teriaknya kepada devan membuat devan menghela nafas panjangnya .
“Kamu jalan bisa cepat tidak “ bentak devan membuat Andine tersentak .
Ya wanita itu adalah andine , gadis manja dan penuh gairah . Andine adalah anak teman baik dan teman bisnis papa Devan . Papa Devan mentitahkan kepada Devan agar andine diajak jalan-jalan karena Andine baru saja pulang dari Florida menyelesaikkan kuliahnya . Jadilah mereka menonton bioskop atas usul papa Adion dan tentu saja Devan terpaksa menyetujui .
Bahkan kejadian bercumbu dibioskop , devan yang tengah asik menonton membuat andine menatap devan lekat penuh gairah . Bahkan ditatapnya bibir Devan . Andine pun nekat mencium paksa devan membuat devan kaget dan segera mendorong andine namun tangan andine kuat menahan kepala devan agar memperdalam ciumannya .
“Kamu kenapa sih kasar banget “ tanya andine
“Haaa kenapa kasar banget? Kamu harus tau batasanmu aku setuju nonton dengan kamu bukan berarti aku suka padamu “ tegas devan
“Indonesia dan Negara tempatmu tinggal dulu jelas berbeda , kamu bisa kissing seseorang tanpa status , disini berbeda , walaupun orang tuaku ingin memperjelas status kita , aku dengan tegas menolak, setidaknya aku tau kamu bukan wanita yang sopan dan minim akhlak “ cercar devan dengan pedasnya membuat andine menahan malu
Namun andine dengan tegas akan merebut hati devan meskipun tubuh taruhannya
Andine pikir semua lelaki sama seperti mantan-mantan bulenya di USA yang menyukai tubuhnya , bahkan dengan gampangnya merebut hati seseorang dengan mengandalkan tubuhnya yang seksi.
......................
Setelah Devan keluar dari bioskop diikuti dengan andine , andine masih tidak tau diri , ia bergelayut dengan manjanya dengan devan . Devan berkali-kali melepaskan tangan andine di lengannya namun andine masih saja tak tau malu menempel sesukanya
“Aku mau makan , aku lapar “ rengek si anak manja
“Baiklah “ pasrah devan , bagaimanapun ia menghargai bahwa andine wanita , begitupula ia menghargai sang ayah, tapi jika dipaksa untuk dijodohkan dalam ikatan pernikahan Devan memilih untuk meninggalkan rumah , karena menurut Devan Orang tua devan tak memikirkan perasaanya .
Devan dan Andine memilih untuk ke Restorant Asia , dilihatnya Jia dan teman-temannya sedang tertawa disana .
“ Jia kamu anak yang sangat manis , bagaimana jika saya jatuh cinta padamu “ batin devan menatap lekat Jia , sedangkan Andine memilih untuk memesankan makanan mereka .
Jia yang memperhatikan sekitar tak sengaja bertemu dengan devan yang tengah menatapnya lekat , jia pun menatap devan lekat , mereka berakhir saling tatap namun naas detik berikutnya Si manja datang membuat Jia tersenyum manis kearah devan , seperti isyarat bahwa seseorang datang disampingmu . Devan yang melihat senyum jia pun jantungnya berdegup kencang . Devan memegang jantungnya “benar aku jatuh cinta padamu “ batin devan . Devan bukanlah anak remaja lagi yang tak tau dirinya jatuh cinta atau tidak , bahkan saat disisi Jia ia merasakan nyaman , jauh lebih nyaman saat bersama mantan-mantan terdahulu .
Andine menatap devan yang tengah memperhatikan Jia
“Kak kamu ngapain sih liat-liat anak itu “ tanya judes andine
“Itu bukan urusanmu jangan ikut campur “ tegas devan
Andine tetap tidak mau kalah , seolah bahwa devan adalah miliknya ,sedari awal bertemu devan andine menyukainya , karena devan tampan dan penuh wibawa “ Tapi aku kan calon istirmu “ tegas Andine
“Jangan mimpi kamu “ jawab devan dengan santai membuat Andine mengepalkan tangannya .
“Awas saja kamu “ batin andine geram
...----------------...
...Jangan lupa vote ya kak🤗...