
Jiandra dan Devan telah berdiri didepan ramainya karyawan yang menantikan Devan memotong kue besar 7 tingkat , kue tersebut berisikan logo MHS’group .
Papa Mahes dan Mama Devya memilih untuk duduk bersama Tuan Abraham mereka sedikit menjauhi kerumunan karyawan , agar mereka lebih fokus menceritakan masa lalu dan bisnis-nya .
Papa Mahes dan Mama Devya sudah menyerahkan semua kepada Devan , jadi mereka tak ingin ikut campur lagi urusan Perusahaan . Papa Mahes dan Mama Devya menganggap dirinya adalah tamu diacara tersebut .
“*Selamat Malam untuk kita semua , dimalam yang berbahagia ini saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada kalian semua . Karyawan dan Team saya tercinta yang mengabdikan diri untuk bekerja di MHS’Company . Diumur MHS’Company yang ke 35 Tahun ini saya sangat berharap agar kita semua diberikan kelancaran dan pastinya sangat berharap agar MHS’company jaya kedepannya “* ucap Devan lantang dengan Microphone ditangannya .
Seluruh Karyawan heboh mereka menepuk tangannya bersorak gembira
“*Acara akan saya mulai , saya akan langsung memotong kue didepan saya dan akan saya berikan special untuk Chairmen kita , bapak Mahes dan Ibu Devya “ *sambung Devan
Papa Mahes dan Mama Devya yang sedang berbincang dengan Tuan Abraham sontak menoleh kearah Devan , mereka tersenyum dan segera berdira , Mama Devya dan papa Mahes meminta izin kepada Tuan Abraham agar ia bisa ketengah acara bersama Devan dan Jiandra .
Tuan Abraham mengiyakan , dan Tuan Abraham memilih menunggu di Restaurant hotel karena sebentar lagi Tuan Abraham , Mama Devya dan Papa Mahes akan melanjutkan perbincangan mereka diluar ballroom acara .
Devan memotong kue besar didepannya , suapan pertama ia berikan kepada Papa Mahes , suapan kedua ia berikan kepada Mama Devya , dan suapan ketika hendak ia berikan kepada Jiandra .
Jiandra lebih dulu menahan tangan Devan agar tak menyuapi dirinya .
Devan mengerutkan keningnya bingung
Jiandra segera mengambil alih sendok yang dipegang Devan ,
“Suapan ke-tiga itu untukmu bapak CEO “ ucap Jiandra seraya menyuapi Devan
Devan tersenyum sumringan , ia berdalih memberikan Jia suapan ke -4
Mama Devya sangat bahagia melihat putra-nya , terlebih memiliki Jia yang sangat sopan , manis dan baik hatinya membuat mama Devya berkali-kali lipat bahagia ..
Para Karyawan disana sontak iri dengan Jiandra , mereka melihat dengan sangat jelas jika Jiandra sangat diterima baik oleh Keluarga Mahes .
“Devan , kau lanjutkan saja acaranya . Jangan lupa untuk menyapa beberapa kolega kita . Mama dan Papa akan pergi ke Restaurant , Haris sudah menunggu disana “ ucap papa Mahes menepuk bahu anaknya dengan pelan
Devan mengangguk
“Baiklah , have fun pah “ ucapnya
“Sayang , mama pergi dulu ya “ ucap mama Devya kepada Jia sembari mencium kening Jia
Jia mengangguk
“Iya mah , bersenang-senanglah “ ucap Jia tersenyum
Mama Devya mengangguk dengan senyum yang mengembang dibibirnya
“Devan jaga menantu mama dengan baik “ ucap Mama Devya memberi peringatan kepada Devan
“Siap Boss “
Mama Devya dan papa Mahes pun segera berjalan meninggalkan acara Ulang Tahun perusahaannya .
“Untuk seluruh undangan , saya persilahkan untuk menikmati hidangan yang tersedia “ ucap Devan melanjutkan acaranya .
...----------------...
Devan mulai menghampiri beberapa koleganya , tentunya dengan Jiandra disamping dirinya ..
“Aku haus sayang , aku akan ambil minum dulu ya “ bisik Jia kepada Devan yang sedang mendengarkan perbincangan santai koleganya
“Mau ku ambilkan ? “ tanya Devan yang menoleh kehadap Jia
Jia menggeleng
“Tak perlu , aku akan ambil sendiri . Kamu lanjutkan saja “ cicit Jia
Devan mengangguk dan membiarkan Jia pergi mengambil minuman , Devan melanjutkan obrolannya dengan kolega bisnisnya ..
Jia yang clingak-clinguk mencari table minuman sontak terkejut setelah mendengar seorang pria datang kepadanya
“Cari minum Jia ? “ tanya Agus kepada Jia
“Heii kak Aguss , iya aku sedang mencari minum “ ucap Jia tersenyum
“Ini untukmu , aku melihatmu kebingungan jadi aku ambil 2 minuman . Satu untukmu dan satu untukku “
Jia dengan senang hati menerima pemberian Agus , tak ada rasa curiga dalam hatinya mengingat betapa polosnya Jia untuk hal-hal yang tak masuk akal dibenaknya ..
Jia meneguk minuman itu sampai habis , ia yang memang sedang sangat haus sontak senang ketika Agus membawakannya minuman .
“Kak Sinta dan Kak Sandi ada dimana ? “ tanya Jia ketika menghabiskan minuman di gelasnya
“Ada , mereka sedang berbincang dengan teman-teman department lain “ ucap Agus
“Ohhh “ angguk Jia mengerti
“Kau kesini dengan siapa ? “ tanya Agus
“Dengan Devan hehe “ cengir Jia dengan polosnya
Agus hanya mengangguk-kan kepalanya sembari menatap Jia penuh tanda tanya ..
3 Menit Kemudian
Jia yang tak enak meninggalkan Agus yang sedari tadi bertanya kepadanya , membuatnya harus tetap berada didekat Agus .
“Apa kau merasa panas kak ? “ tanya Jia yang mulai mengipas-ipaskan wajahnya
“Tidak , aku tidak merasa kepanasan . Apa kau kepanasan ? “
Jia mengangguk hebat
“Ehmmm sangat panasssss , mengapa jadi seperti ini ? “ tanya Jia kacau , tangannya tak berhenti mengipaskan wajah dan badannya
“Aku bisa membuatmu tak panas lagi , apa kau mau ikut denganku ? “ tanya Agus
Jia meragu , namun ia merasa tak bisa jika harus kepanasan seperti ini . Jia tak bisa mengontrol dirinya .
Jia mengangguk menerima tawaran Agus
“Baiklah ikut denganku “ ucap Agus yang langsung berjalan dengan Jia yang mengikuti Agus dibelakang
Pikiran Jia melayang kemana-mana
“Mengapa bisa tiba-tiba tubuhku seperti ini ?? Apa yang terjadii ? “ batin Jia
Sialnya Jia meninggalkan tas dan ponselnya di meja tempat mereka duduk sebelumnya bersama Devan .
Jia terus berjalan mengikuti Agus , sementara Agus berjalan semakin cepat..
“Apa harus keluar ballroom kak ? “ tanya Jia yang mengikuti Agus
“Iya Jia , kamu mau cepat adem gak ? “ ucap Agus dengan nada yang sedikit membentak
Jia sontak terkejut , jia merasa mulai ada yang tak beres kali ini .
Jia segera memegang kalungnya , ia menekan tombol tersembunyi dikalung tersebut . Jiandra memencet tombol itu berkali-kali ..
“Kita mau kemana ? “ tanya Jia ketika ia sadar jika kini ia tengah ada dikoridor-koridor kamar .
“Kita akan pergi untuk membuatmu senang “ ucap Agus menghentikan langkahnya .
Jiandra yang merasa sudah tidak beres dengan Agus dan tubuhnya , ia hendak kabur namun sayang Agus dengan sigap menarik tangan Jia
“Toolo—“ teriak Jia tercekat ketika Agus telah membekap mulut Jia dengan tangannya ..
“Sshh ahh “ desah Jia yang mulai tak bisa mengontrol diri ketika agus menyentuhnya .
Namun Jia mencoba mengontrol dirinya karena ia tau saat ini gairah yang timbul pada badannya adalah murni bukan kemauannya .
Agus menarik Jia dengan kasar , ia menyeret Jia dan membawa jia masuk kedalam kamar . Agus melepas tangan Jia dan menghempaskan Jia kelantai
“Jangan lakukan apapun padaku kakkk “ teriak Jia terisak
Agus segera mengunci pintu kamar hotel tersebut , Jiandra segera bangun dan berlari menjauhi agus , berulang kali Jia memencet tombol pada kalung yang ia pakai
“Kak Devan tolong selamatkan aku , aku benar-benar tak bisa mengontrol tubuhku “ batin Jia berteriak
Agus mengejar Jia , aksi kejar-kejaran didalam kamar akhirnya terhenti ketika Agus berhasil mendekap tubuh Jia dari belakang .
Desiran aneh semakin menjadi-jadi didalam tubuh Jia , ia sebisa mungkin masih menahan gejolak hasrat yang tumbuh akibat Obat Perangsang yang Agus masukkan kedalam Minuman yang Jia minum sebelumnya .
Agus menyeret Jia dan membanting Jia keras kekasur kamar tersebut , Jia sontak mengaduh
“Arghh “ teriak Jia kesakitan , ia yang sebelumnya dihempas kasar dilantai membuat beberapa lebam pada pinggang, tangan , dan kakinya .
“Kak , ku mohon jangan lakukan apapun padaku . Apa salahku padamuu ? “ mohon Jia yang mulai menangis
“Aku hanya ingin membantumu agar kau tidak kepanasan lagi “ ucap Agus sembari membuka kancing kemeja-nya satu persatu
Jia hendak mencari kesempatan untuk bisa turun dari kasur , ia mencoba untuk kabur lagi namun Agus dengan cepat mengunci tubuh Jiandra
Agus mulai mendekatkan badannya , ia menatap Jia dengan senyum nakalnya .
Jia menahan tubuh Agus agar tak mendekati wajahnya maupun badannya yang lain .
“TOLONG JANGAN SEPERTI INI KAK “ teriak Jia menangis
PLAKKK
Tamparan keras mengenai pipi Jiandra , darah mengalir disudut bibir Jia
“Arghhh “ teriak Jiandra kesakitan
Agus mendekatkan tangannya dan mencekik leher Jiandra
“Kau sudah mengambil orang yang ku cinta “ ucap Agus dengan wajah garangnya
Jiandra sontak tak bisa bernafas
“Aa-aku tak pernah m-merebut apapun darimu “ ucap Jia terbata-bata , ia bahkan kesulitan bernafas
“T-tolong aku , jangan seperti ini “ pinta Jia
Air mata Jia mengalir begitu saja , rasa sakit ini kembali hadir kepadanya ..
TO BE CONTINUE
JANGAN LUPA LIKE
BERDOA SEMOGA JIA GAK KENAPA2 ya