Oh My Man

Oh My Man
Pengumuman


Promosi Karya Baru !!!



Bab - 1


Pagi ini, langit terlihat mendung. Dan Alena yakin, jika pagi ini akan turun hujan.


Seperti biasa, kegiatan pagi yang akan ia lakukan adalah bekerja. Alena Putri Wijaya, adalah seorang gadis dari keluarga yang berkecukupan. Keluarganya memiliki usaha toko roti di Kotanya. Toko Roti milik keluarga Wijaya juga cukup terkenal dan memiliki beberapa anak cabang di Kota-kota lainnya.


Meski keluarga mereka memiliki usaha, hal itu tak membuat Alena ingin bekerja dan berkecimpung dalam bisnis keluarganya. Dia memilih untuk bekerja di sebuah Hotel sebagai Marketing. Ini adalah pekerjaan yang Alena idam-idamkan sejak lama. Bekerja seraya terkadang berjalan-jalan untuk mempromosikan brand Hotel ditempatnya bekerja adalah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi Alena.


Alena melirik ponsel dalam genggamannya, sudah 15 menit menunggu namun tak ada satupun taksi lewat pagi ini.


Alena berdecak kesal,


“Sudah 15 menit, apa para taksi mogok kerja? Mengapa tak satupun dari mereka lewat ataupun mangkal.” gumam Alena seraya mendesah kesal.


Pagi ini, tak biasanya Alena menggunakan mobil miliknya. Hal ini dikarenakan keluarganya akan pergi berlibur ke pantai dan membutuhkan kekurangan mobil jadi Alena menyarankan untuk keluarganya mengenakan mobil miliknya. Alena memilih mengalah di bandingkan harus melihat keluarganya kesusahan.


Pandangan Alena terus-menerus kekanan dan kekiri. Berharap ada taksi yang berhenti di Halte dan membawanya ke Hotel tempatnya bekerja.


“Apa aku hubungi, Vano, saja?” gumam Alena bertanya pada dirinya sendiri. Alena hampir saja menyerah menunggu terlalu lama.


Alena memilih untuk mencoba menghubungi kekasihnya, Revano. Berharap Vano bisa mengantarkannya bekerja pagi ini dan tidak sibuk.


Beberapa deringan ponselnya langsung tersambung, suara Vano terdengar dari ponsel Alena.


[Hallo, Sayang!] sapa Vano dengan lembutnya.


[Sayang, kamu dimana? Apa kamu bisa menjemputku? Aku tengah di Halte menunggu taksi yang tidak kunjung datang.] jelas Alena dengan hati-hati.


[Aku tengah di jalan, Sayang. Aku baru saja jalan menuju kantor dan hendak menjemput Ferdy.] ucap Vano dengan entengnya.


Alena menghela nafas kasarnya, ia tau jika sudah seperti ini, Vano pasti akan menolak menjemputnya.


[Tak bisakah kamu membantu aku hari ini?] tanya Alena mencoba meminta bantuan Vano.


Alena menatap nanar ponselnya, ia menghela nafas kasarnya.


“Dia selalu seperti itu, tidak pernah berubah.” gumamnya.


Revano Raharja, pria tampan dengan sejuta pesona. Dia adalah seorang pewaris tunggal RR’group. RR’group, adalah sebuah perusahaan besar yang bergelut di bidang Fashion. Revano yang kerap di panggil Vano oleh Alena, adalah kekasih Alena. Mereka telah menjalin hubungan selama 1 tahun berjalan. Sebagai kekasih Revano, tentu saja Alena mengerti bagaimana kesibukan pria tersebut. Namun, yang kerap Alena tidak mengerti adalah, minimnya waktu yang Revano berikan untuk Alena. Bahkan sekedar membantu menjemput Alena sangat sulit dilakukan Revano.


Alena mengerti, jika Revano pria yang super sibuk. Tapi terkadang hal tersebut memuakkan dirinya, karena ketika Revano memiliki selang waktu kosong. Dia akan bermain bersama teman-temannya, bukan dirinya.


Hubungan mereka masih tertutup publik, Revano tak mau mengumbarnya. Namun, kedua belah keluarga telah mengetahui hubungan mereka. Dan kedua keluarga mereka menyetujui hubungan mereka.


Alena lagi-lagi menghela nafas kasarnya.


“Sepertinya aku akan terlambat hari ini,” gumamnya.


Hingga akhirnya hujan deras mengguyur Kota. Alena menatap sendu hujan itu,


“Aku akan terlambat kerja,” gumamnya lagi.


Alena memilih untuk mengeluarkan ponselnya di dalam tas. Ia menghubungi salah satu rekan kerjanya dan mengatakan padanya jika dirinya akan sedikit terlambat hari ini.


Setelah menghubungi rekan kerjanya, Alena memilih untuk menghentangkan tangannya. Membiarkan jari-jari tangannya di basahi hujan. Alena menatap langit yang mendung, seperti perasaanya pagi ini.


“Ku rasa, hujan sangat mengerti akan perasaanku pagi ini.” gumam Alena.


TIN TIN…


Deru mesin dan suara klakson mobil membuat Alena tersentak kaget. Alena mengalihkan pandangannya ke arah mobil di depannya. Alena terkejut dan membulatkan matanya. Hingga akhirnya ia tersenyum manis ketika melihat seseorang di dalam mobil tersebut.


“Ayo, Tuan Puteri. Saya antar dikau sampai ke pelaminan.” ucapnya.


Alena terkekeh geli, senyumnya mengembang manis di bibir cantiknya.


HANYA DI NOVELTOON