
Mobil Devan membelah jalanan malam kota yang sepi dan dingin itu . Tangannya tak pernah lepas menggenggam tangan Jia .
Jia hanya tersenyum malu dan bahagia . Ia begitu penasaran kemana Devan akan mengajaknya pergi larut malam seperti ini . Ia perlu banyak-banyak bersyukur memiliki papa seperti Papa Kendra yang tak kaku melarang anaknya pulang hingga larut , dan beruntungnya ia pergi bersama Devan . Lelaki yang sangat dipercayai oleh sang Papa .
“Kita sebenarnya mau kemana kak ? “ tanya Jia ditengah keheningan mereka dan keseriusan Devan mengendarai mobilnya .
“Kita habiskan malam ini , aku sudah izin dengan papa Ken. Kita lanjutkan kencan kita yang tertunda saat di Germany , dan juga mungkin minggu-minggu ini kita akan jarang bertemu . Aku ingin kamu fokus pada ujianmu dan aku akan menyelesaikan pekerjaanku agar saat hari pertunangan kita tiba , aku tidak perlu berpikir berat “ cercah Devan
Jia hanya mengangguk-anggukan kepalanya . Apa yang dikatakan Devan ada benarnya .
“Baiklah sayang “ ucap Jia mengelus lembut bahu sang kekasih membuat Devan tersenyum senang .
Mobil Devan telah terparkir rapi disebuah taman indah , Devan dan Jia pun turun dari keluar mobil . banyak lampu menghiasi taman itu memberi kesan romantis dan manis .
Mata Jia berbinar , senyum manis terukir dibibir cantik Jia . Mata Jia menyapu seluruh taman yang indah itu .
“Wahh kak , ini indah sekali … Dimana ini ? mengapa aku tak tau jika ada tempat yang seindah ini dikota ini ? “ tanya Jia kepada Devan .
Devan tertawa kecil
“Kamu orang pertama yang datang mengunjungi tempat ini “ ucap Devan membuat jia segera menoleh pria yang tengah tersenyum memandang taman itu . Terbesit rasa puas dalam hati DevN melihat taman ini telah rampung .
“Mengapa aku ? “ tanya Jia
Devan segera menoleh dan menghadap kearah Jia. Menatap manik mata cantik Jia . Memandang wajah wanita yang membuatnya tergila-gila .
Devan menggenggam kedua tangan Jia .
“Ini adalah Taman yang aku Design , lihatlah disana “ tunjuk Devan kepada Jia
Tertulis MHS’Garden dengan kelap kelip lampu yang indah
Jia membelalakan matanya “ Jadi ini punya MHS’group ? “ tanya Jia kepada Devan
Devan tersenyum dan menganggukan kepalanya
“Taman ini baru saja rampung, dan akan aku resmikan dalam waktu dekat ini . “ ucap Devan
Mata Jia terus menatap lekat mata Devan
“Aku rasa kamu sangat suka dengan taman “ tanya Jia menyelidik
Devan mengangguk dan tersenyum menanggapi pertanyaan Jia . Devan mengajak Jia berkeliling mengitari taman , sampai tibalah mereka disebuah danau buatan yang sangat luas . Ada banyak perahu-perahu kecil yang terparkir . Bintang-bintang terlihat jelas berhamburan dari Danau itu .
Mata Jia sungguh dimanjakan oleh pemandangan cantik didepannya .
“Aku sangat menyukai taman “ ucap Devan menyambungkan pertanyaan Jia sebelumnya . Devan terduduk manis diatas rumput yang hijau nan bersih .
Jiandra segera ikut duduk disamping Devan , Jia tak mau menyia-nyiakan pemandangan indah yang ada didepan matanya …
“Aku sangat ingin ketika taman ini diresmikan , anak-anak bisa menghabiskan waktunya bersama dengan keluarga mereka . Bermain , bercanda, penuh dengan gelak tawa tanpa harus memikirkan waktu . “ Devan menghela nafas panjangnya
“Karena aku tau , bagaimana rasanya ketika kita ingin bermain ketaman namun orang tua tak memiliki waktu untuk itu . Jadi mama dan papa hanya menyuruh aku bermain dihalaman rumah dengan tanah-tanah kering “ sambung Devan sendu namun senyumnya tak pernah pudar
“Maka dari itu , aku sangat suka membangun taman untuk anak-anak bermain menghabiskan waktu mereka bersama keluarganya . Karena aku ingin suatu saat nanti jika kita memiliki anak , aku ingin menghabiskan waktuku untuk mereka bermain ketaman untuk mengeksplore diri mereka . Ucap Devan lalu menoleh dan menatap Jia yang juga tengah menatapnya sendu .
“Tapi papa Mahes dan Mama Devya adalah orang tua yang hebat bukan ? “ tanya Jia kepada Devan
“Tentu , mereka adalah orang tua yang luar biasa . Meski terbesit rasa kecewa dihatiku , ketika kecil dulu waktu mereka hanya untuk bekerja bukan untukku . Namun aku yakin mereka melakukan itu semua untuk kebahagiaanku saat ini . Tanpa mereka mungkin aku takkan bisa membangun taman seindah ini dan taman-taman lainnya . “ Ucap Devan membuat Jia tersenyum pedih .
Devan mengangguk “ Kamu benar sayang , karena merekalah saat ini aku tidak kekurangan apapun . Bahkan cucu dan cicit mereka kedepannya juga takkan kurang apapun . “ ucap Devan sedikit terisak mengenang pengorbanan Papa Mahes dan Mama Devya yang berjuang mendirikan MHSgroup hingga perusahaan itu berdiri sebesar sekarang . Meski mereka harus migrasi kesana-kemari dulu .
Jia segera menarik Devan kedalam pelukannya . Menepuk pelan punggung Devan memberi kenyamanan untuk sang kekasih tercinta .
“Apapun itu , setiap orang tua pasti memiliki alasan . Bukankah rasa sayang mereka tak pernah pudar kepadamu sampai sekarang ? “ tanya jia disela-sela mengelus punggung Devan .
Devan mengangguk dipelukan Jia . Benar yang dikatakan Jia, jika sampai saat ini Papa Mahes dan Mama Devya sangat menyayanginya . Meski masa kecilnya tak seindah orang lain , namun kebahagiaan keluarganya tak pernah pudar .. Diberikan harta dan kekuasaan yang lebih membuatnya banyak bersyukur.
“Aku bangga padamu “ ucap Jia tersenyum memeluk Devan
Devan melepas pelukan Jia , menatap lekat mata Jia melihat senyum manis Jia membuat hati dan perasaan Devan teduh
Ia membelai lembut pipi Jia , merapikan anak rambut Jia dan menyelipkannya ditelinga Jia .
“Aku mencintaimu Jia , terimakasih sudah menerimaku , terimakasih telah memberi pangeran kecilmu kesempatan untuk kembali” ucap Devan tulus membuat senyum Jia semakin mengembang .
Jia membelai lembut pipi dan rahang Devan ,
“Aku juga mencintaimu kak Devan , terimakasih telah kembali untukku “ ucap Jia
Devan tersenyum, mendekatkan wajahnya ke wajah Jia .
Jia memejamkan matanya , tak ada penolakan dari Jia, ia membiarkan Devan melakukan apa yang Devan mau .
Melihat Jia yang memejamkan matanya membuatnya senang dan lebih bersemangat untuk mencium Jia .
Cup
Devan mengecup bibir Jia , mulai menyesap dan menikmati tautan bibir mereka . Jia tak mau kalah ia mencium bibir Devan , menautkan tangannya di leher Devan . Sementara Devan memegang pinggang Jia erat . Bibir mereka saling mel*mat dengan penuh cinta .
Sebagai seorang pria normal tentu saja ciuman itu membangunkan sisi lain Devan. Terkadang ia merutuki kebodohannya mencium Jia dengan hasrat , ia takut tak mampu menjaga pertahanannya . Namun jika Devan menyudahi ciuman mereka lebih dulu tentu itu akan merugikan Devan sendiri , bagaimana tidak ? Devan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menjelajah bibir manis Jia .
Jia mulai kehabisan nafas membuat Jia melepaskan tautan bibir mereka
“Hah hah , aku kehabisan nafas “ cengir Jia membuat Devan gemas
Devan menarik tangan Jia dan membawanya kedekapan hangat Devan
“Semoga apa yang kita inginkan tercapai “ ucap Devan lalu mengecup pucuk kepala Jia lembut
Jia tersenyum senang dalam dekapan Devan , tangannya memegang pinggang Devan erat .
Mereka menghabiskan malam bersama ….
Pukul 12.30 Devan mengantar Jia pulang , memberi Jia wejangan sebelum menghadapi ujian semesternya lusa ..
Jia hanya mengangguk dan memberi semangat kepada Devan yang akan sibuk beberapa hari kedepa…
Mereka pun berpisah dan mengistirahatkan badan mereka di kasur hangatnya . Berharap berjumpa dan melanjutkan kencan manisnya dalam mimpi mereka masing-masing
...****************...
...Maaf ya readers … ...
...Aku Up malem-malem hehe ada sedikit kesibukan , jadi baru sempat upload . Aku beri pemanis deh , aku yang nulis senyum-senyum sendiri … ...
...Jangan lupa like ya, comment untuk memberi saran, dan memberi hadiah seiklasnya .. Hal sederhana seperti itu membuat aku semangat nulis lhoo❤️❤️...