
Kepulangan Devan dan Jia hari ini seperti biasa dijemput oleh kedua orang tua mereka . Entah mengapa, Papa Mahes, Mama Devya,Mama Sita ,dan Papa Kendra sangat senang sekali ketika menjemput dua sejoli ini . Mereka menjemput sang anak sembari reuni akbar tentu mereka sudah mengatur sebelumnya .
Jiandra dan Devan mulai terlihat , disana sangat jelas Devan memegang tangan erat jia begitu juga sebaliknya Jia memegang erat tangan Devan . Satu tangan mereka menarik koper masing-masing .
Melihat kedua orang tuanya sudah menunggu Devan dan jia sontak melambaikan tangan mereka dan tersenyum . Jia segera melepas tautan tangan Devan dan berlari menuju sang mama dan papa
“Jia hati-hati “ teriak Devan namun Jia menghiraukannya
Jia lekas memeluk sang papa “ Papaaaa “
“Anak papa , “ ucap papa Kendra sembari mengelus punggung sang anak . Bagaimanapun papa Kendra sangat rindu dengan putrinya . Rindu celotehan Jia saat dirumah .
Devan hanya geleng-geleng melihatnya . Mama sita dan mama Devya begitu pula dengan papa Mahes hanya tersenyum lalu menyambut Devan
“Bagaimana perjalananmu van ? “ ucap papa Mahes lalu memeluk sang Putra .
“Lancar pah “ Devan berdalih memeluk Mama Devya dan mama Sita .
Jia melepas pelukan sang papa dan memeluk mamanya , dan mama Devya tentunya papa Mahes juga .
Mereka berjalan bersama menuju parkir mobil . Mama Devya memegang Jia erat bahkan Jia tak bisa mengelak . Mama Devya sangat menyayanginya .
“Jia kapan-kapan kamu kerumah mama yah , mama pingin ditemenin kamu dirumah , kita masak bareng, shopping bareng, nyalon bareng “ celoteh mama Devya
“Boleh kan ta ? Anakmu aku ajak “ sambungnya
“Boleh saja , ajaklah toh dia juga putrimu “ ucap mama Sita membuat Jia melongo sedangkan mama Devya sangat berbinar mendengar ucapan Mama Sita
“Iya ma, nanti aku akan berkunjung “ ucap Jia
“Devan kamu jemput Jia ya kalau mau kerumah “ ucap Mama Devya kepada Devan
Devan hanya mengangguk dan tersenyum . Sebenarnya ia merasa sedikit kesal saat Devan tau yang mencemput dirinya dan Jiandra adalah orang tua mereka .
“Haiss makin sedikit saja waktuku bersama Jia . Aku pikir akan bisa melanjutkan kemesraan kita di mobil “ batinnya mendengus kesal .
Mereka telah sampai diparkiran mobil . Devan clingak clinguk mencari mobilnya .
“Mana mobilnya pah ? “ tanya Devan
“Ituuu mobil ituuu “ tunjuk papa Mahes .
Devan membelakkan matanya terkejut . “Papa beli mobil baru lagi? “ kejut Devan
“Ia mobil baru untuk seseorang yang special “ ucap papa Mahes melirik Jia .
Mobil Alphard putih mewah keluaran terbaru , tertulis dengan jelas jika Plat mobil itu berisikan nama Jia
“ B 3 JIA “
Jia membelakkan matanya kaget “
“Itu kok ada nama aku mah pah ? “ tanya-nya kepada dua Mama dan Papanya dan mereka hanya tersenyum
“Sudah kita masuk dulu , nanti kita jelaskan . Papa laper banget mau makan “ rengek papa Mahes membuat mereka semua geli cekikikan
“Yaudah ayo masuk “ ucap Devan
Mereka pun memasuki mobil mewah itu , terlihat sopir paruh baya yang Devan tak kenal juga . Ada banyak pertanyaan di benak Devan . Ia akan bertanya saat sampai nanti begitu pikir Devan.
Mobil mewah alphard putih keluaran terbaru itupun berjalan mulus hendak menuju Restaurant .
......................
Sesampainya di Restaurant
Mereka segera duduk di kursi yang telah di reservasi sebelumnya . Bagaimana tidak ? Ini adalah rencana si kedua papa dan kedua mama .
Devan segera menuntut penjelasan .
“Jadi gimana pah ? tentang mobil itu ? “ tanya Devan .
“Gimana-gimana ? “ goda papa Mahes
“ Ya gimana ? “ kesal Devan
“Apasih Devan gimana-gimana-gimana . Sudah pah jelaskan “ mama Devya angkat bicara
Papa Mahes cekikikan
“Itu Mobil hadiah untuk Jia “ ucap papa Mahes membuat Jia terkejut dan melirik mama dan papanya
Papa Kendra dan mama Sita hanya mengedikkan bahunya pertanda tak tau menau
“Akuu ? “ tunjuk Jia kepada dirinya sendiri
“Tapi aku sedang tidak berulang tahun pah “ rengek Jia
Mama Devya dan papa Mahes saling bersitatap dan tersenyum .
“Mama harap kamu bisa terima ya nak , kami tau kejadian saat kamu dibegal itu . Jadi mama dan papa berpikir untuk membelikan kamu satu mobil itu berserta sopirnya . Jadi saat kamu hendak keluar dimalam hari atau bekerja sampai larut malam , kamu bisa gunakan fasilitas itu . Tapi tenang saja mobil kesayanganmu juga sudah diperbaiki Devan . Kamu bisa menggunakannya kapanpun asal jangan dimalam hari oke ? “ cercah mama Devya .
Mata Jia mulai berbinar dan berair .
“Tak perlu seperti itu mah , pah . Aku pasti akan menjaga diriku dengan baik . Aku belum pantas mendapatkan hadiah seperti itu dari kalian “ ucap Jia mulai menangis terharu .
Mama Devya segera bangkit dan memeluk Jia tenang , Mama Sita dan Papa Kendra hanya tersenyum melihat itu .
Devan pun sama ia sangat bersyukur kedua orang tuanya sangat menyayangi Jia dan ia sangat bersyukur memiliki Jia yang sangat rendah hati
“Iya sayang itu juga hadiah karena kamu akan jadi menantuku sebentar lagi “ lanjut papa Mahes membuat Devan terkejut .
“Pah “ ucap Devan
Papa Mahes segera melempar foto Jia dan Devan sedang tidur mesranya sambil berpelukan diatas sofa .
“Mau apa kamu ? “ peloto Papa Mahes .
Jia pun sama terkejut “ Pah ini ? “ tanya Jia
“Kalian ini anak nakal , terutama kamu Devan “ Mama Devya menjewer telinga Devan
Melihat itu papa Kendra ikut-ikutan menjewer telinga Devan .
“Anak nakal bisa-bisanya kamu ngajak anak gadis papa tidur bareng “ papa Kendra menjewer telinga Devan
Sementara papa Mahes , mama Sita hanya tertawa kecil melihat adegan itu . Berbeda dengan Jia , Jia menunduk merasa malu dan takut karena sudah tertangkap basah
“Sudah-sudah duduk dulu , kita langsung keintinya “ ucap Papa Mahes membuat kedua orang tua itu terduduk
“Karena kalian sudah tertangkap basah , kami ingin kalian segera menikah “ Jia dan Devan terpanjat kaget
“Tapi pah kami tidak melakukan apapun suerr” devan menapilkan tangan V nya .
“Tetap saja dari pada menjadi fitnah akan lebih baik kalian menikah . Apa kamu tak mau menikahi Jia ? “ tanya papa Mahes monohok
“Ya mau banget pah , tapiii “ Devan melirik papa Kendra yang hanya diam tanpa suara .
Melihat Devan sedang meliriknya membuat papa Kendra tersadar , ia tau apa yang dipikirkan Devan
“Lupakan semua perjanjian itu van , papa harap kamu bisa menjaga Jia dengan baik “ ucap papa Kendra membuat senang hati Devan namunnn ... Ada sedikit kendala dihatinya .
“Bagaimana Jia ? Apa kau mau menikah dengan Devan ? “ tanya Papa Kendra
“Mau pah , tapii “ Jia menggantung ucapannya membuat semua orang penasaran .
Devan yang sangat tau apa yang menjadi kendala dihati Jia . Ia segera angkat bicara .
Devan menghela nafasnya panjang
“Pah , Mah “ Devan menatap satu persatu orang tua dan calon mertuanya .
“Aku ada saran , lebih baik aku dan Jia menikah saat Jia sudah lulus kuliah . Bukankah Jia akan segera menyelesaikan pendidikannya 1 setengah tahun lagi ? Itu waktu yang singkat . Akan lebih baik jika aku dan Jia diikat dalam sebuah pertunangan dulu . Aku tak ingin Jia masih kuliah saat kami sudah menikah . Itu akan mengganggu kuliahnya terlebih lagi jika Jia hamil aku akan sangat protective kemungkinan akan menyuruh Jia untuk menunda perkuliahannua . Bukankah itu tidak baik untuk Jia ? Ini akan menghambat kelulusannya . Jadi lebih baik ikat kami dengan pertunangan terlebih dahulu “ cercah Devan membuat Jia menatapnya sendu dan bahagia
“Oh sayangku , mengapa kau sangat mengerti aku “ batin Jia
Papa Kendra tersenyum senang , Devan sangat tau apa yang papa Kendra harapkan .
“Baiklah jika itu maumu , Ken , Sita bagaimana ? Kalian sebagai orang tua jia bagaimana usul kalian? Ini adalah kesalahan anakku yang sembarangan ngajak tidur anak gadismu“ ucap papa Mahes sedikit menyindir membuat Devan cengengesan .
Papa Kendra menatap Devan lalu memeluknya
“Terimakasih van , kamu sangat mengerti apa yang papa mau “ ucap papa Kendra
Devan menepuk punggung papa Kendra
“Ini semua demi kebahagiaan Jia dan semua keluarga “
Melihat adegan itu papa Mahes dan mama Devya tersenyum bahagia .
“Anakku sudah sangat Dewasa ,Dewasa pemikirannya meski terkadang cengeng dan menbuatku pusing “ batin papa Kendra
Dua pria ini melepas pelukannya .
“Hes aku setuju dengan Devan , akan lebih baik seperti itu “ ucap Papa Kendra membuat papa Mahes mengangguk
“Bagaimana dengan Jia ? Calon manten wanitanya kok diem-diem bae “ ucap mama Devya
Jia menatap lekat Devan disampingnya
“Terimakasih kak “ ucap Jia air mata lolos begitu saja dari mata cantiknya .
Devan yang tak tahan pun segera menarik Jia kedalam pelukannya
“Aku akan melakukan yang terbaik untuk kamu “ ucap Devan membuat semua orang yang mendengarnya tersenyum .
Namun bukan papa Kendra namanya jika tak usil .
Papa kendra menarik baju Devan
“Ehhhh belum mukhrim gak boleh peluk-peluk enak saja kamu “ canda papa Kendra
“Yaelah pahh , dikit ajaa pelit amat “ Devan melepas pelukannya sembari menggerutu kecil membuat semua orang disana tertawa
Sementara Jia menundukan kepalanya . Ia merasa sangat malu .
Akhirnya mereka melanjutkan makan malam bersama ....
Just info : Papa Mahes mendapatkan foto mereka berdua dari si Rendi . Memang ya si Rendi mata-mata papa Mahes yang setia ditambah CCTV yang ada disetiap sudut Mansion, yang tersambung ke ponsel papa Mahes membuat papa Mahes tambah yakin jika anak mereka tidur bersama.
Meski papa Mahes tau mereka tak melalukan hal yang aneh-aneh tapi ini kesempatan untuknya agar mempercepat Jia sebagai menantunya 😂 giliran papa mahes kebelet pingin punya cucu😀...
...****************...
...Satu episode panjang hari ini ... Kalau yang like banyak aku tambah lagi dehhh... Yuk hargai karya penulis dengan cara Like , Comment untuk memerikan saran , dan beri hadiah seiklasnya . Bukan cuma untuk aku saja , tapi untuk semua novel yang kalian baca 😉😉...
...💕💕💕💕 ...