
Seminggu berlalu 🍃🍃
Setelah seminggu lalu melakukan fitting bersama Mama Devya dan Devan , Jia menemukan gaun yang cocok untuk dirinya . Sama halnya dengan Jia , Devan pun menemukan Jas yang cocok untuk dirinya yang warnanya senada dengan gaun Jia .
Hari ini adalah hari yang dinanti Devan dan Jiandra , pesta pertunangan Putra semata wayang Pemilik Mhs’group .
Semua persiapan telah rampung, terutama untuk urusan tempat acara pertunangan Devan yang mengurus semua , bahkan Jia tak tau dimana akan diadakan pertunangannya yang Jia pikir pertunangannya dengan Devan akan diadakan di Mansion keluarga Mahes .
Jiandra tengah berada dikamarnya , ia sedang dirias oleh seorang MUA actress terkenal yang dipilih langsung oleh mama Devya , Jia meminta sang MUA untuk memoles wajahnya sesederhana mungkin karena ini hanya tahap pertunangan jadi Jia tak mau berias heboh .
Dikamar papa Kendra juga sedang riweh , disana ada Devan yang sedang bersiap . Mereka memilih untuk bersiap diri dikediaman papa Kendra maka dari itu Jia pikir jika pertunangan mereka diadakan di Mansion keluarga Mahes .
“Sudah selesai , sangat cantik “ ucap sang MUA yang telah selesai memoles wajah Jia
Jia yang awalnya memejamkan mata perlahan membuka matanya , melihat dirinya di pantulan kaca senyumnya merekah
“Terimakasih kak , ini sempurna seperti yang aku mau “ ucap Jia sopan kepada sang MUA
“Kamu memang sudah cantik , polesan makeup hanya penegas saja. Pantas tuan muda Devan memilih kamu “ ucap sang MUA tersenyum
Jia tersipu malu , “ Terimakasih kak doakan kami , saat pernikahan nanti saya berharap kakak bersedia memoles wajah saya lagi “ ucap Jia memohon
“Tentu saja , suatu kehormatan untuk saya , jangan lupa kabari “ ucap sang MUA terkekeh
“Sipp hahahhaa “ ucap Jia tertawa
Jia segera berdiri dan bersiap untuk mengenakan gaunnya .
Gaun pink dengan lengan panjang, kain tipis yang sedikit menerawang namun masih terkesan sopan sudah melekat cantik di badan Jia .
Jia berputar didepan cermin membuat sang MUA yang masih berdiak diri dikamar terkekeh “Sempurna non “ ucap sang MUA
“Terimakasih kak , jangan panggil aku non panggil aku Jiandra “ ucapnya tersenyum
“Baiklah Jiandra “ ucap MUA tersenyum sumringah
Jiandra mau tunangan 😍
Tok tok tok ….
Seseorang mengetuk kamar Jia , Jia segera beralih berjalan menuju pintu kamarnya dan segera membukanya .
“Kamu sudah sel- “
Devan memotong ucapannya , Devan dibuat terpana oleh Jia
“Cantik sekalii tunanganku “ sambung Devan menatap Jia lekat membuat Jia salah tingkah
“Aishh jangan gitu kak , aku malu “ ucap Jia salah tingkah membuat sang MUA yang masih membereskan peralatan Make Upnya terkekeh geli
“Aku serius , kenapa malu hm? “ tanya Devan memegang kedua bahu Jia
“Madam Luna , terimakasih atas kerja kerasmu tunanganku terlihat sangat cantik “ sambung Devan berterimakasih dengan sopan kepada sang MUA , Devan mengenalnya Madam Luna adalah MUA Profesional yang sering datang ke Mansionnya untuk sekedar memoleh wajah mamanya yang akan pergi arisan maupun keacara penting
“Tunanganmu memang dasarnya cantik, saya tidak perlu memolesnya terlalu keras “ ucap Madam Luna
“Kau benar , terimakasih Madam “ ucap Devan
Devan berdalih pada Jia , Devan tersenyum menatap Jia
“Kamu siap ? “ tanya Devan
Jia mengangguk “ Ehm aku siap “ ucapnya gugup
Madam Luna telah selesai membersihkan perlatannya dan berpamitan kepada Jia dan Devandra dan mereka berdua mempersilahkannya .
“Kita jalan sekarang ya ? “ tanya Devan kepada Jia lepas kepergian madam Luna
“Mama dan papa kemana “ tanya Jia clingak clingu mencari keneradaan mama dan papanya
“Ohh , baiklah “ ucap Jia .
Jia dan Devan telah berada didalam mobil , Devan memilih untuk menyetir mobilnya dari pada pergi dengan sopir .
“Aku mau nutup mata kamu dulu boleh ya ? “ tanya Devan mengambil saput tangan dalam jasnya hendak menutup mata Jia
“Untuk apa ? “ tanya Jia bingung
“Ada dehh kejutan” ucap Devan dengan nada bercandanya
“Aishhh jangan gitu dong , aku jadi takut “ ucap Jia ragu
“Kenapa takut kan ada aku , boleh ya sayang “ pinta Devan memohon dengan wajah memelasnya
Jia menghela nafas panjangnya
“Baiklahhh “ ucap Jia pasrah
Devan dengan semangat memasangkan saput tangan untuk menetupi mata Jia .
Jia sejenak memandang Devan saat wajah mereka berdekatan sebelum Devan memasangka saput tangan untuk menutupi matanya .
Devan tengah fokus mengikat saput tangan dibelakang kepala Jia , membuat Jia menghirup maskulin sang kekasih yang membuatnya tenang dan nyaman .
“Sudahhh “ ucap Devan yang masih berdekatan dengan Jia
Devan tersenyum menatap Jia , lalu mencium bibir Jia singkat
Cup
Jia terkejut namun ia tersenyum
“Ihhh curi-curi kesempatan banget sih “ ucap Jia hendak memukul lengan Devan namun tak bisa karena matanya ditutup oleh saput tangan
Devan tertawa terbahak-bahak lalu menggenggam tangan Jia .
“Hahahhaa , maaf yangg “ ucap Devan
“Kita jalan sekarang ya “ sambunya lalu menghidupkan mobilnya .
Mobil Devan mulai berjalan , tangan Devan setia menggenggam tangan Jia erat membuat Jia tersipu
“Kamu tampan “ ucap Jia yang sedari tadi menahan rasa bahagianya melihat Devan yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya .
Devan melirik Jia dan tersenyum , tangan kiri Devan menggenggam tangan Jia erat tangan kanan Devan memegang stir mobilnya .
Cup
Devan mencium tangan Jia lembut,
“Lelaki tampan ini akan segera menjadi milikmu “ ucap Devan kepada Jia
Jia tersenyum mendengar ucapan Devan , Devan juga tersenyuk senang dan bahagia penantiannya selama ini tak sia-sia .
Devan berkendara menuju tempat pertunangan yang telah Devan siapkan . Mobilnya melaju dengan kecepatan sedang berharap sampai ditempat dengan keadaan selamat .
Tampannya Jia 😍
......................
...Haiii readersss … ...
...Lanjut lagi yuk, maaf ya kemarin tidak update ada kesibukan lain . Hari ini lanjut yaaaa ...
...Makasi yang sudah setia baca novel aku , jangan lupa like ya , comment untuk memberi aku saran , jangan lupa beri hadiah seiklasnya ya 😉😉💕💕💕...