Oh My Man

Oh My Man
Bersatunya Dua Insan ‍


Disebuah ballroom hotel mewah milik Abraham’company hiasan-hiasan pernikahan terlihat sangat mewah dan indah , dengan nuansa putih yang melambangkan betapa tulus dan suci-nya cinta mereka . ( Meski Jia hamil lebih dulu sebelum menikah , namun itu cara tuhan mempersatukan mereka lebih cepat ) 😁


ngeles mulu othor


Harris Putra Abraham dan Nathan Putra Abraham tidak tanggung-tanggung , mereka memaksa Devan dan keluarganya untuk menggunakan Gedung Hotel miliknya untuk dijadikan tempat mengikat janji suci kedua insan berbahagia .


Jia tengah berada diruang terpisah dengan Devan , MUA profesional yang menjadi pilihan Mama Devya tengah mengoles lipstick dibibir Jia .


“Cantikk “ ucap MUA itu


Jia yang sebelumnya terpejam pun mulai mengerjapkan matanya , ia menatap dirinya dari pantulan cermin .


Senyum-nya tersungging manis dibibir cantiknya


“Terimakasih kak , saya sudah dibuat menjadi cantik seperti ini “


“Nyonya memang sudah cantik sebelum saya Makeup jadi saya hanya mempertegas Makeup Nyonya “ ucap MUA memuji kecantikan seorang Jiandra


Jiandra sontak tersenyum malu .


“Nak sudah selesai ? “ ucap mama Sita yang membuka pintu kamar ruangan Makeup Jiandra


Jia membalikkan badannya melihat mamanya yang berjalan kearahnya .


“Aku sudah selesai mah “ ucap Jia


Mata mama Sita mulai berlinang air mata ketika melihat anaknya sudah bersiap .


“Anak mama sangat cantik “ ucap mama Sita menatap sang anak dari pantulan kaca


Jia sontak berdiri menghadap mama-nya


“Hari ini adalah hari terakhir kamu melepas masa lajang kamu nak , mama sangat bahagia karena masih diberikan kesehatan untuk melihatmu dberbahagia dihari yang sangat penting “ tangis mama Sita pecah


“Mahhh “ ucap Jia yang tak bisa menahan air matanya


“Mama terimakasih untuk semua cinta dan kasih sayangmu , aku akan selalu menjadi putrimu dan sesering mungkin untuk mengunjungimu “ ucap Jia menangis


Mama Sita menghapus air mata putrinya perlahan


“Jangan menangis , riasanmu akan luntur jika kamu terus menangis “


“Mama yang membuatku tak bisa menahan air mataku “ rengek Jia


Mama Sita terkekeh


“Mama hanya terbawa suasana “ ucap mama Sita seraya menghapus air matanya .


Jiandra tersenyum sembari menghapus air matanya perlahan menggunakan tissue .


“Kita keluar sekarang ya , Devan sudah menunggumu dialtar “ ajak mama Sita


Jia sontak terkejut dan mengecek jam diponselnya


“Benarkah ? bukannya akan mulai 30 Menit lagi ? “ tanya Jia bingung


Mama Sita terkekeh


“Devan tidak sabaran nak , yuk keluar “ ajak mama Sita


Jia mengangguk


“Kak aku tinggal ya , terimakasih banyak “ ucap Jia sopan


MUA mengangguk dan tersenyum


“Silahkan Nyonya Muda “ ucapnya sembari membersihkan dan merapikan alat Makeup yang tercecer dimeja .


“Terimakasih banyak nak , sudah membuat putri ibu cantik . Kami tinggal lebih dulu “ ucap mama Sita


“Silahkan Nyonya “


Jia dan mama Sita pun berjalan beriringan menuju tempat diadakan pesta pernikahan mereka , Mama Sita memegang tangan putrinya sangat erat .


...----------------...


Jia menggandengan tangan papa Kendra dengan sangat erat , jantungnya berdegup kencang ketika melihat Devan menunggu dirinya didepan dengan senyum merekah-nya .


“Apa kamu siap nak ? “ tanya papa Kendra yang berdiri disamping anaknya


“Aku siap pah “


“Jangan grogi , kau lihat disana ? “ tunjuk papa Kendra


“Calon suami-mu sedang menunggumu bahkan ia tak bisa menunggu 30 Menit lagi dan memajukan semua acara “ goda papa Kendra dengan penuh haru . Papa Kendra menahan agar air matanya untuk tak jatuh membasahi pipinya .


Jiandra sontak terkekeh


“Kalau begitu ayo kita jalan sekarang pah , aku tak mau membuat Calon Suamiku menunggu lama “ ucap Jia


Papa Kendra mengangguk dan segera mengeratkan gandengan tangan sang putri dilengannya .


Jia dan papa Kendra berjalan beriringan menuju Altar


Devan yang melihat Jia berjalan penuh senyum kepadanya membuat jantung Devan berdetak lebih cepat , Hari yang ia tunggu-tunggu benar-benar terwujud .


Devan tak mampu menahan air matanya melihat Jia yang berjalan menuju dirinya , berkali-kali Devan menghapus air mata dipipinya .


Devan menjemput Jia ketika langkah Jia semakin dekat dengan dirinya .


Mata Jia berlinang air mata melihat Devan yang menangis dihadapannya .


“Devan , papa serahkan anakku padamu jagalah dia dengan baik bahkan kau harus menjaganya lebih baik dari aku . Aku percaya padamu jika kamu tidak akan menyakiti putriku “ ucap papa Kendra ketika menyerahkan tangan putrinya ketangan Devan


Tangis papa Mahes pecah , berbarengan itu Jia segera menghapus air mata papa Kendra menggunaka tangannya .


“Aku akan selalu menjadi putrimu “ ucap Jia memangis


Papa Kendra mengangguk dan memeluk Jia


“Kau akan selalu menjadi putri kebanggaan papa dan mama , berbahagialah dengan lelaki pilihanmu “ ucap papa Kendra


Papa Kendra melepas pelukan Jia dan segera memberikan Jia kepada Devan .


Devan menggenggam tangan Jia erat , sementara papa Kendra segera bergabung dengan istri,besan , dan teman-temannya .


Devan membawa Jia ke Altar untuk mengikat janji suci .


Setiap janji yang Devan dan Jia ucapkan membuat seluruh undangan terharu , terutama Tya dan Dara yang menangis tersedu-sedu melihat kebahagiaan Jia .


“Kau sangat cantik “ ucap Devan ketika mereka telah selesai mengikat Janji dan memasangkan cincin satu sama lain .


“Kau sangat tampan “ ucap Jia menatap Devan penuh damba


“Terimakasih telah menjadi pengantinku disini , Terimakasih telah memilihku sebagai suami-mu . Aku akan selalu menjagamu dan anak-anak kita . Maafkan aku jika mungkin kedepannya aku membuatmu kecewa , namun satu yang harus kamu ingat jika Cintaku takkan pudar untukmu , kau akan selalu menjadi cinta seumur hidupku . Aku mencintaimu Istriku ! “ ucap Devan tulus dengan air matanya yang terus-menerus jatuh dari pelupuk matanya .


Jia tak mampu menahan air matanya


“Aku akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untukmu dan anak-anak kita nantinya . Tegur aku jika aku salah jangan kamu diamkan aku . Aku akan selalu percaya padamu , percaya jika cintamu hanya satu untukku dan untuk selamanya . Aku sangat mencintaimu Suamiku ! “ balas Jia dengan tulus dan derai air mata kebahagiaan menyambutnya tiada henti .


Devan segera menarik tengkuk Jia dan mencium Jia dengan sangat lembut , Jia menerima ciuman devan dengan rasa bahagia dihatinya .


Ciuman mereka benar-benar membuat semua undangan heboh dan ikut merasakan kebahagiaan kedua pasangan ini .


Papa Kendra, Papa Mahes , Mama Sita , dan Mama Devya bertepuk tangan dan bersorak bahagia melihat putra dan putrinya berbahagia . Air mata haru mereka juga tak mampu berhenti mengalir .


Terkadang Air Mata tidak hanya melambangkan duka seseorang , kini air mata Jia dan Devan tengah melambangkan betapa bahagianya mereka …


...Happy Wedding Jiandra and Devandra ...


...Happily Ever After ...


...❤️...


...END ...


HAI READERS , JANGAN LUPA UNTUK LIKE DAN CORAT-CORET KOMEN DIBAWAH INI ..


Aku akan melanjutkan beberapa Extra Chapter jadi tenang ajaaa ☺️🙂


Jangan lupa beri amplop untuk Jia dan Devan ya , lewat like atau kirim bunga juga boleh 🥰🥰



Salam hangat dari Jiandra dan Devan ❤️❤️