
"Oh ya Mahfud, Memangnya tadi Kamu bicara apa sih. gara-gara nih orang datang membuat keributan saja." ucap Firdaus kepada Mahfud.
Akhirnya Firdaus menceritakan permasalahan mengenai salah satu pengasuh bayinya, tentu saja hal itu membuat Firdaus dan Jonathan langsung memberikan lampu merah kepada Firdaus agar langsung memecat pengasuhnya itu.
"Dengar Mahfud, Lebih baik kau pecat wanita itu. jika tidak..dia akan membuat masalah yang sangat besar!" seru Firdaus.
"Kau benar sekali Firdaus, lebih baik kau pecah dia Mahfud. karena aku yakin dia mempunyai maksud jelek, hal itu akan membuat rumah tanggamu hancur karena perbuatan wanita itu." timpal Jonathan yang kemudian duduk di samping Mahfud.
"Aku sih ingin begitu juga, tapi aku belum berbicara sama istriku." ucap Mahfud.
"Aku yakin kalau istrimu itu sedang menunggu kau memecat pengasuh itu, bagaimanapun juga Aisyah itu adalah wanita yang sangat perasa dan penuh kasih sayang. tidak mungkin baginya untuk memecat seorang wanita dan seorang pengasuh seperti dia." jawab Jonathan.
Akhirnya Mahfud meyakinkan dirinya untuk memecat Nirwana agar tidak membuat keonaran di rumah tangganya. tentu saja hal itu membuat Jonatan dan Firdaus menghela nafasnya, karena dengan begitu rumah tangga Mahfudz akan baik-baik saja.
2 hari kemudian
"Oh ya Nirwana, Hari ini aku dan istriku sudah memutuskan untuk memberhentikan mu. karena segala sesuatu yang akan membuat kehidupan kami berantakan." ucap Mahfud yang langsung berbicara pada pokok permasalahannya.
"Apa maksud Tuan?" tanya Nirwana.
"Aku tahu, kalau kamu memiliki niat buruk kepada aku dan istriku. Jadi aku minta padaMu untuk segera mengemasi barang-barangmu, apalagi kami berdua juga tahu kau selalu lalai saat menjaga kedua putriku. maka dengan itu aku minta padanu kau segera angkat kaki dari rumahku." ucap Mahfud yang kemudian memberikan pesangon kepada Nirwana.
"Nggak bisa gitu dong Mas, aku ini adalah wanita yang bekerja dengan sepenuh hati. aku berbakti padamu dan anak-anakmu, lalu apa salahnya?!" seru Nirwana yang tidak terima karena dirinya tiba-tiba diberhentikan oleh Mahfud.
"Kalau kau berbicara tolong jaga sikapmu Nirwana, kau tidak berbakti padaku ataupun apapun.. kau itu bekerja untukku dan istriku maka dari itu pekerjaan utama mu adalah mengasuh bayi kami. Namun Kau mempunyai pemikiran Yang licik terhadapku dan istriku. isteriku sudah tahu dan memberitahukan padaku kalau kau telah mencuri beberapa pakaianku bahkan mengambil fotoku kau taruh di kamarmu. aku dan istriku diam saja menunggu agar kau tidak melakukan hal itu lagi. Namun sayang dari hari ke hari kelakuanmu semakin menyebalkan, jadi aku meminta padamu segeralah kau angkat kaki dari tempat ini. ini pesangon yang aku berikan padamu, jumlahnya bahkan 5 kali gajimu." ucap Mahfud. Aisyah menatap suaminya, pria itu benar-benar tidak ingin kehilangan anak dan istrinya, apalagi Nirwana benar-benar sangat lalai saat mengasuh anak-anaknya. tentu saja hal itu membuat Jonathan sangat marah kepada wanita itu.
"Maksudmu Seperti apa, dan apa yang kau maksud dengan tidak seperti ini. kau hanyalah pekerja di rumahku kau jangan pernah memiliki perasaan apapun atau memiliki maksud apapun. karena aku tahu kau memiliki niatan yang buruk terhadap aku dan istriku, aku benar-benar harus menahan kesabaran saat mengatakan hal itu." apalagi pria itu juga tahu kalau Nirwana mempunyai niat untuk memisahkan dirinya dan sang istri, Hal itu membuat Mahfud tidak akan tinggal diam.
"Saya akan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, dan aku akan bilang kalau kau berusaha melakukan pelecehan kepadaku!" seru Nirwana.
"Kalau kau berani melakukan hal itu, silakan. maka aku akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum, aku akan menuntutmu dengan tuntutan kau mencoba untuk menggoda suamiku. karena aku sudah mempunyai bukti-bukti yang begitu akurat!" seru Aisyah yang dari tadi dia melihat wanita itu. Aisyah begitu geram dengan kelakuan dari Nirwana.
Nirwana tidak bisa berbicara sama sekali, karena wanita itu benar-benar takut kalau Aisyah benar-benar membawa hal ini ke jalur hukum. apalagi dia sudah mengatakan kalau memiliki bukti mengenai segala hal yang diucapkan.
"Kau ambil seluruh barang-barang mu, setelah itu segeralah kau pergi dari tempat ini!" seru Mahfud yang kemudian meninggalkan Nirwana.
"Lihat saja, aku akan membalas segala perbuatanmu ini. setelah aku keluar dari tempat ini akan kubuat Kau Menjadi milikku Dokter Mahfud." guman Nirwana dalam hati sembari menatap kepergian Mahfud. wanita itu benar-benar tidak akan membiarkan Mahfud lepas darinya.
Hari ini Aisyah sangat senang karena suaminya memberhentikan Nirwana. karena dengan begitu anak-anaknya tidak akan disakiti lagi oleh Nirwana.
Alifah datang sembari membawa dua kereta dorong yang berisi 4 bayi mungil. anak-anak Aisyah yang sudah berusia 4 bulan, keempat bayi itu begitu aktif hingga membuat Alifah sangat kebingungan.
"Mbak Aisyah, tolong bantu aku dong...Ini dedek kecilnya pada rewel semua." ucap Alifa yang kemudian mendekatkan 4 bayi kembar itu kepada Aisyah.
"Iya mbak bakal nolong kamu, nggak usah nangis gitu kali." ucap Aisyah yang membuat Alifah benar-benar sangat bahagia. Wanita itu sangat bersyukur mempunyai seorang majikan sekaligus seorang kakak yang sangat memahami dirinya.
"Nanti Mbak cariin pengasuh bayi yang agak tua aja ya, biar bisa membantu kamu untuk mengasuh dedek bayi Ini. apa lagi nanti kan kau harus sekolah online." ucap Aisyah.
** bersambung **