
1 tahun telah berlalu dari hari ke hari, air mata yang dikeluarkan oleh Aisyah begitu banyak. hingga membuat air mata itu terasa mengering selama 1 tahun ini.
"Hai sayang!!" seru Kikan.
"Hai!" seru Aisyah.
Selama 1 tahun Aisyah berusaha untuk membuat dirinya menjadi tegar. sakit hati yang dirasakan telah membuat Gadis itu berubah sedikit demi sedikit, gadis pemalu itu sekarang berubah menjadi begitu ceria. tidak mempunyai takut bahkan selalu senang menatap mata orang jika sedang berbicara dengan lawan bicaranya.
"Bagaimana, Apakah kau sudah bertemu dengan dokter Mahfud?" tanya Kikan kepada Aisyah.
"Sudah, dia bilang nanti malam akan menjemputku di perusahaan. dia ingin mengadakan pesta kejutan." jawab Aisyah.
"Lalu?" tanya Kikan.
"Ya bukan lalu lagi, Memangnya ada kelanjutannya." ucap Aisyah.
"Hai dua gadis cantik!" seru Firdaus yang telah datang dengan membawa beberapa keranjang belanjaan bersama 2 anak mereka.
"Hai Fifah, hai Dani!" seru Aisyah.
"Hai Tante!!" seru dua anak Kikan dan Firdaus.
"Kau jadi akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan itu?" tanya Firdaus kepada Aisyah.
"Tentulah kak, Bagaimana sih.. itu adalah cita-cita yang Ku kejar." jawab Aisyah.
"Lalu?" tanya Firdaus.
"Besok aku akan ke Jakarta untuk melakukan penandatanganan kontrak." jawab Aisyah.
"Tapi, yang aku dengar syaratnya kau harus mau untuk menjadi modelnya juga!" tanya Firdaus.
"Cuma dua brand yang aku setujui untuk menjadi modelnya, selanjutnya aku tidak mau." jawab Aisyah.
"Kau ini benar-benar sungguh luar biasa." ucap Firdaus yang kemudian mendatangi Kikan dan mencium istrinya itu.
"Oh ya Sayang, besok aku akan ke Jakarta juga untuk melakukan penandatanganan kontrak dengan salah satu perusahaan milik Jonathan." ucap Kikan yang kelepasan. hingga membuat Aisyah menatap wajah wanita itu.
"Ternyata Mbak Kikan menyetujui kontrak dengan pria itu?" tanya Aisyah.
"Tentu saja, Apakah kau tidak tahu kalau salah satu berkas yang kau tandatangani itu juga adalah berkas milik perusahaan Jonathan.
"Karena itu besok kau dan aku akan ke Jakarta untuk melakukan penandatanganan kontrak dan persetujuan mengenai kosmetik yang baru saja mereka luncurkan." jawab Kikan.
"Aku yakin pria itu besok akan sangat terkejut Saat melihatku bersama Aisyah. sudah hampir 2 tahun kami berdua menghilang tanpa ada kabar sama sekali." ucap Kikan yang kemudian membuat sang suami mendaratkan satu kecupan di pipinya.
"Pasti besok bakal terjadi kejutan yang sangat besar." jawab Firdaus.
"Lalu, Apakah kau akan tetap tinggal di Singapura dan tidak ikut denganku?" tanya Kikan.
"Tentu saja aku akan ikut denganmu, lagi pula dua anak kita kan sudah kita pindah sekolahnya ke Jakarta. lagi pulang ngapain juga aku ada di Singapura terus, bahkan Mahfud sudah ada di Jakarta sudah beberapa bulan yang lalu." gerutu Firdaus kepada sang istri.
Tring...🎶🎶🎶
sebuah pesan yang dikirim oleh Mahfud kepada Aisyah. terlihat Gadis itu senyum-senyum sendiri hingga membuat Kikan dan sang suami menatap layar ponsel Aisyah.
"Apa sih yang membuatmu seperti gadis gila." ucap Firdaus yang kemudian membuat Aisyah tersadar dan memasukkan ponsel itu di sakunya.
"Mas Firdaus ini biasa deh." ucap Aisyah yang kemudian membuat Firdaus tertawa.
"Ha-ha-ha.. cie, cie, cie yang dapat SMS mesra." ucap Firdaus yang kemudian mengajak dua anaknya untuk masuk ke dalam kamar mereka.
"Bagaimana, apakah Iqbal masih tetap saja meneror mu?" tanya Ki kan kepada Aisyah.
"Tentu saja dia masih meneror ku, Mbak. Bagaimana tidak tiap hari dia memberikan aku hadiah lalu memberikan kata-kata yang begitu romantis, sehingga membuatku semakin muak pada pria itu." jawab Aisyah.
"Pria itu benar-benar tidak tahu malu, Setelah dia menyakitimu malah sekarang Dia mengejar-ngejar kamu." ucap Kikan.
"Jangan khawatir, aku bukan lagi Aisyah yang dulu. Aisyah yang lemah dan begitu mudah dibohongi oleh para pria." ucap Aisyah.
"Oh ya Aisyah, aku mau tanya. Bagaimana dengan kondisi Dokter Mahfud?" tanya Kikan kepada Aisyah.
"Keadaannya sudah baik kak, makanya tiap hari aku selalu mengirim pesan kepadanya dan bertanya mengenai kondisinya." jawab Aisyah.
"Aku begitu kasihan dengan pria baik itu, entah mengapa pria baik selalu mendapat cobaan yang begitu berat." ucap Kikan.
Aisyah menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu menyandarkan kepalanya di tubuh Kikan sembari memeluk wanita itu.
"Aku pasti akan selalu disamping dokter Mahfud Apapun Yang terjadi. Sudah 2 tahun dia selalu menjagaku dalam kondisi susah ataupun senang, hanya dia satu-satunya pria yang tidak membohongiku selain Kalian bertiga." ucap Aisyah yang kemudian mencoba menyemangati dirinya sendiri.
"Kau benar, kau tidak boleh meninggalkan pria baik itu. kau harus menjadi di penyemangat hidupnya dan menjadi sesuatu untuk tujuan hidupnya." ucap Kikan sambil menganggukkan kepalanya.
Aisyah bersama Kikan dan keluarganya sudah memutuskan untuk kembali ke Jakarta. sebuah kehidupan yang telah ditinggalkan Aisyah selama 2 tahun.
* Jakarta..
Siang ini Kikan, Aisyah dan keluarganya telah berada di Jakarta.
"Aku mau ke rumah sakit dulu, Kak. Karena aku ingin bertemu dengan dokter Mahfud." ucap Aisyah.
"Baiklah kalau begitu, biar suamiku yang mengantarkanmu dahulu, Setelah itu kami akan pulang ke rumah kami." Jawab Kikan.
Sebuah rumah sakit swasta milik Dokter Syah, rumah sakit yang begitu mewah dengan fasilitas yang juga sangat mewah.
"Dokter, ada salah satu pasien yang menanti anda." ucap salah satu perawat.
"Baiklah, dia di mana?" tanya Mahfud.
"Gadis itu berada di ruangan paviliun golden." jawab Salah satu perawat.
Akhirnya Dokter Mahfudz memutuskan untuk ke ruangan paviliun gorden, sebuah kamar yang begitu mewah untuk para orang kaya.
"Siang Nona!" seru dokter Mahfud yang menyapa seorang wanita.
"Wah.. ternyata dokter tampanku ini begitu sopan sama para pasiennya ya." sapa Aisyah yang membuat dokter Mahfud sangat terkejut. ternyata seorang gadis sudah berada di rumah sakit tempatnya.
** bersambung **