MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Pernikahan Jonathan


Hari ini Jonathan akan menikah dengan Lia. pria itu sudah memantapkan hatinya dan menerima Lia seutuhnya, seorang wanita yang telah berkorban untuknya. menutupi segala kesalahannya dan bersedia memikul beban kesalahan Jonathan.


"Apakah sah!" seru Pak penghulu yang telah menikahkan Jonathan dan Lia.


"Sah!!" seru para saksi yang kemudian bertepuk tangan Jonathan mencium kening Lia, sesaat kemudian Lia langsung mencium tangan Jonathan.


Sebenarnya Lia dan Jonathan berbeda kepercayaan namun wanita itu bersedia mengikuti kepercayaan Jonathan untuk menjadi mualaf.


"Selamat Jonathan!" seru orang-orang yang telah datang ke acara pernikahan Jonathan dan Lia.


Mereka semua akhirnya melihat seorang pria yang sudah memasuki usia di atas 39 tahun itu kini telah menikah Jonathan menghela nafasnya begitu kasar, menatap Lia yang Sekarang telah menjadi istrinya.


"Jonathan, kau itu kan sudah tua,. bau ******, dan umur Lia ini kan sudah tidak muda lagi. jadi kalian itu segeralah membuat momongan. biar kalian itu tidak bertambah tua, kalau umur bertambah tua, anak kalian itu nanti usia berapa kalau kalian sudah tua!" cerocos Kikan yang membuat Jonathan dan Lia nampak tersipu malu dengan kata-kata yang diucapkan oleh Kikan.


"Sayang, kata-katamu itu bisa dicekal sedikit tidak, ini hari pernikahan masa kau mengatakan kata-kata seperti itu." ucap Firdaus yang membuat Kikan langsung menatap suaminya.


"Kenapa aku harus malu, benarkan kalau mereka berdua menunda momongan mau umur berapa mereka mempunyai anak. Lihatlah mereka itu sama-sama sudah berusia lebih dari kata matang." jawab Kikan.


Jonathan hanya tersenyum karena pria itu sangat tahu bagaimana sifat dari sahabatnya itu.


"Biarkan saja Firdaus, kau tahu kan seperti apa sifat istrimu itu. kalau kau mengejar perkataannya bisa-bisa kau sendiri yang akan kalah." jawab Jonathan yang membuat Kikan menganggukkan kepalanya.


Sesaat kemudian acara pernikahan itu telah berlangsung, namun dari tempat yang begitu jauh ternyata Brian sudah kembali ke negaranya karena tidak mendapatkan keberadaan Aisyah. kabar mengenai Mahfud yang telah kembali membuat Brian begitu marah.


"Mengapa pria itu masih hidup, seharusnya pria itu sudah mati!" seru Bryan yang mengetahui kabar mengenai Mahfud yang masih hidup.


"Mengapa Brian begitu membenci Mahfud. Mungkin suatu ketika pria itu akan tersadar dan perbaikan dengan Mahfud seperti Jonathan. mungkin bagi Brian itu tidak akan mungkin baginya, semua kebahagiaan Mahfud harus dia dapatkan.


"Bagaimana, Apakah kalian sudah tahu mengenai kabar dari pria itu!" seru Brian.


"Katanya pria itu sudah sembuh dan dia sudah mendapatkan donor jantung, Tuan." jawab Salah satu anak buah Brian.


"Aku tidak mau tahu, sekarang kalian harus bisa membunuh pria itu bagaimanapun caranya. karena aku menginginkan kan wanita yang menjadi istrinya!" seru Brian.


"Tapi Tuan, yang aku dengar wanita itu sedang mengandung anak dari saudara kembar tuan." jawab anak buah Brian.


"Aku tidak peduli, Mau mengandung ataupun apa yang penting milik wanita itu harus menjadi milikku!" seru Brian.


Entah kegilaan apa yang merasuki Brian. pria itu benar-benar ingin menghancurkan Mahfud, entah dosa apa yang pernah dilakukan oleh Mahfud, hinggap Brian begitu ngotot ingin menghancurkannya.


"Aaaa!!!!" seru Brian.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Aku tidak akan pernah mau melihatmu bahagia. akan kuhancurkan seluruh kebahagiaanmu, akan ku rebut wanita yang kau cintai. akan ku rebut anakmu!!" seru Brian.


Kita cerita sedikit mengenai kisah kelam Brian, semenjak kekejaman yang dilakukan oleh orang tua angkat Brian dan setelah pernikahan itu, ternyata Brian mengalami sebuah penyakit yang memang benar-benar sangat dibenci oleh para pria. Pria tidak akan pernah mempunyai keturunan alias Brian adalah pria mandul. dia tidak peduli Aisyah mengandung anak saudaranya, yang penting jika dia telah mendapatkan wanita itu dan putra dari saudara kembarnya. maka itu berarti anaknya juga, dengan begitu dia akan mendapatkan kebahagiaan nya. sebuah keluarga yang begitu diinginkan oleh Brian, Namun sayang jalan yang ditempuh oleh Bryan begitu gelap.


"Mengapa kau yang harus berbahagia, Mengapa bukan aku yang mendapatkan kebahagiaan itu!" seru Brian.


Akhirnya pria itu telah memutuskan untuk mencari salah satu pembunuh bayaran yang paling kejam di negara Jepang. pria itu benar-benar ingin membuat Mahfud menghilang dari dunia ini dan mengambil Aisyah.


Rencana Brian masih tetap sama, menggantikan Mahfud saudara kembarnya. walaupun dia tahu jalan itu akan sedikit rumit baginya. Namun Brian akan tetap mempertahankan keegoisannya itu.


"Tuan, dia adalah salah satu pembunuh bayaran yang paling kejam." jawab anak buah Brian.


Tak lama kemudian salah satu pria itu memasuki tempat Brian, terlihat di sana memang pria itu begitu garang.


"Aku akan membayarmu dengan nominal berapa pun, asalkan kau membunuh pria yang ada di foto ini. wajahnya begitu mirip denganku namun dia tinggal di negara lain." ucap Brian yang kemudian memberikan sebuah amplop yang begitu tebal. hingga membuat pria itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Tenang saja, Tuan. semua yang kau perintahkan akan kulakukan dengan begitu mulus, keluarganya tidak akan mendapatkan mayat pria itu dan kau akan bebas menggantikan pria itu!" seru pembunuh bayaran yang kemudian pergi meninggalkan tempat Brian.


** bersambung **