
"Oh ya Emilia, Bagaimana dengan kekasihmu yang waktu itu. Apakah kau sudah putus dengannya?" tanya Dodi kepada Emilia.
"Belum, Memangnya kenapa?" jawab Emilia dengan mempertegas semua kata-katanya.
"Lalu di mana dia sekarang?" tanya Bagus kepada Emilia.
"Dia berada disini, sedang berkerja.. membuka beberapa cabang toko yang dia miliki." jawab Emilia.
Tatapan mata Syahila dan Dodi mencari keberadaan pria yang dimaksud oleh Emilia.
"Tunggu-tunggu, Apa maksudmu Dengan mengatakan kalau kau sudah mempunyai pacar?" tanya Bagus kepada Emilia.
Gadis itu tersenyum sembari menatap Emily.
"Bagus, Kau kira aku juga tidak tahu kalau kau ingin mempermainkan ku bersama dengan saudara kembar ku itu. kau selalu memberikan surat-surat cinta kepadaku dan Syahila dan kami berdua juga tahu kalau kau adalah pria brengsek yang sukanya mempermainkan para wanita." jawab Emilia yang membuat raut wajah Bagus langsung pias seketika.
"Apa maksudmu, Emilia!!" seru Bagus yang tidak terima karena semua rencananya untuk berpacaran dengan Syahila dan Emilia sudah diketahui oleh kedua gadis itu.
"Kami tidak tahu, kalau kau hanya ingin mempermainkan kami. aku dan saudaraku itu tahu.. namun kami diam saja, kau ingin mengajak Syahila kencan denganmu kan, malah yang datang Aku.. Emilia." jawab Emilia.
Tatapan mata Dodi menatap seorang pria yang ada di depannya, seorang pria yang dia kenal sebagai putra dari salah satu pejabat di daerah tempat mereka. tak berselang lama terlihat Emilia menelpon seorang pria yang tadi dia lihat. seorang pria yang mencintai Emilia secara diam-diam tanpa bisa mengungkapkannya.
"Bisakah kau datang ke salah satu tempat yang berada tidak jauh dari tempat mu." jawab Emilia.
Tak berselang lama, ternyata seorang pemuda yang bekerja sebagai pemilik salah satu toko elektronik yang tidak terlalu besar mendatang Emilia, seorang pria yang bernama Restu.
"Emilia Ada apa denganmu?!" seru Restu yang sudah mendatangi tempat Emilia. pemuda itu benar-benar sangat khawatir saat mendengar Emilia menelponnya dengan suara yang sedikit bergetar.
"Siapa dia?!" seru Bagus kepada Emilia.
"Perkenalkan, dia adalah Restu, kekasihku." jawab Emilia yang membuat Restu begitu bahagia karena dirinya diakui oleh Emilia sebagai kekasihnya.
Sedangkan Bagus terlihat pria itu benar-benar malu saat teman-temannya mendatanginya namun dengan kondisi 2 wanita yang ingin dia dekati malah datang bersama dengan pasangan mereka masing-masing.
"Lho...kak Syahila juga ke sini?!" seru Raditya yang sudah datang bersama seorang gadis muda teman satu sekolahnya.
"Apa-apaan kalian, jadi kau sudah mempermainkan aku dengan saudaramu itu!!" seru Bagus yang tidak terima karena dirinya dipermainkan oleh 2 gadis tersebut.
"Kenapa kau yang harus marah, seharusnya kami yang marah padamu. kau ingin mempermainkan kami dan membuat kami saling bertengkar hanya karena pria sepertimu." jawab Sahila yang membuat bagus benar-benar tidak bisa membuka suaranya sama sekali.
"Jadi pria ini ya yang tadi akan mempermainkan 2 kakakmu itu?" tanya seorang gadis kepada Raditya.
"Benar Sari, dia adalah pria yang hendak mempermainkan kedua kakakku. namun pria itu tidak tahu kalau kakak ku sudah mengetahui rencananya." jawab Raditya.
Hari itu bagus benar-benar dipermalukan oleh si kembar, ingin sekali pria itu menampar wajah Emilia. namun Restu langsung menghadang Bagus agar dia tidak berani menyentuh wanita yang dia cintai.
"Kalau kau berani melakukan sesuatu pada gadis ini, Maka jangan salahkan aku jika aku akan melemparmu dari lantai atas menuju lantai bawah!" seru Restu yang sudah menarik kerah baju Bagus.
"Lihat saja, aku pasti akan membalas kalian!!" seru Bagus yang kemudian pergi. pemuda itu benar-benar malu karena Bukannya dia yang mempermalukan si kembar, malah dirinya yang dipermalukan di kembar di halayak umum seperti ini.
"Dengarlah Bagus, jangan pernah kau mempermainkan seorang gadis. karena Jika kau berani melakukan hal itu belum tentu dia akan diam saja saat kau membuatnya menjadi barang taruhan!" seru Emilia yang kemudian mengajak Restu untuk pergi dari tempat itu. karena melihat Restu benar-benar sangat geram saat melihat Bagus.
** bersambung **