MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Iqbal Masuk penjara


Beberapa hari setelah kejadian yang ada di villa, Firdaus dan Mahfud menyerahkan Iqbal kepada pihak polisi dengan semua bukti yang sudah mereka kantongi.


Apalagi seluruh orang yang ada di wilayah tersebut telah diberi obat bius dan obat tidur.


Tentu saja seluruh orang-orang yang ada di vila itu langsung terkapar tidak sadarkan diri.


1 Minggu kemudian



Hari ini Aisyah dan Kikan berjalan-jalan di salah satu pusat perbelanjaan yang begitu besar yang ada di Jakarta. mereka berdua terlihat mencari barang-barang diskon untuk dikumpulkan dan disumbangkan ke salah satu panti asuhan. keempat model yang bersama dengan Aisyah dan dan Kikan terlihat mereka begitu bahagia saat melakukan pemburuan obral yang ada di salah satu pusat perbelanjaan.


"Setelah ini kita minta antarkan pak supir untuk ke panti asuhan kasih." ucap Ririn kepada Aisyah


"Tentu." jawab Aisyah yang kemudian memasukkan begitu banyak pakaian dan bahan belanjaan.


"Kau ini memborong Apa kau mau membeli seluruh isi toko perbelanjaan ini?" tanya Ririn kepada Aisyah.


"Memangnya kenapa?" tanya Aisyah.


"Lalu, kalau kau memborong semua ini kita akan duduk di mana?" tanya Ririn kepada Aisyah.


"Naik taksi saja." Jawab Aisyah dengan sangat mudahnya.


Ririn menghela nafasnya, sesaat kemudian Rina salah satu model yang bersama mereka hanya tersenyum sembari memberikan sebotol air dingin.


"Sudah, sudah, cepat kita harus pergi. kalau tidak dalam perjalanan ke panti asuhan kasih kita akan terjebak macet." ucap Rina.


"Aaaaa!!!"


Lia begitu geram, Sudah berapa kali wanita itu ingin mencelakai Aisyah. namun hasilnya benar-benar di luar dugaan, malah tidak ada satu rencana dari Lia yang berhasil. bahkan sekarang Iqbal sudah masuk ke penjara, itu berarti wanita itu tidak akan bisa membuat Aisyah celaka.


"Lihat saja, aku pasti akan membuatmu celaka dan anne-marie Arkan mu lepas!!" seru Lia.


Lia benar-benar geram, Wanita itu sudah merencanakan seribu cara untuk menghancurkan Aisyah. namun sekarang malah yang terjadi sekutunya masuk penjara terlebih dahulu.


Hal itu membuat Lia seperti kehilangan senjata untuk menghancurkan Aisyah,


"Wanita itu benar-benar mempunyai keberuntungan yang luar biasa. bahkan saat aku dan Iqbal ingin menghancurkannya, malah ada saja pria yang menolongnya!" seru Lia yang benar-benar seperti seorang wanita yang baru keluar dari rumah sakit gila. rambutnya sudah acak-acakan karena dia tidak berhasil menghancurkan Aisyah.


Entah apa yang terjadi jika Jonathan mengetahui kalau salah satu dalang yang ingin menghancurkan Aisyah adalah Lia. Mungkin wanita itu tidak akan bisa bernafas lega ataupun merasakan kehidupan lagi.


"Aku tidak boleh sampai ketahuan oleh Jonathan, kalau aku adalah dalang dibalik peristiwa yang ada di Villa Bandung." ucap pria yang sudah kebingungan untuk mencari cara agar dirinya terbebas dari kecurigaan Jonathan.


Entah dendam apa yang dimiliki oleh wanita itu hingga membuat dia benar-benar tidak menyukai keberadaan Aisyah. cinta tidak bisa dipaksa, seperti itulah kata-kata yang selalu diucapkan oleh Aisyah untuk pria manapun.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Jonathan kepada Lia.


Deg..


Lia begitu terkejut saat melihat Jonathan sudah berada di depannya, pria itu menatap Jonathan dengan Tatapan yang penuh curiga.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Jonathan kembali.


Lia sedikit terkejut, wajahnya hampir seperti mayat yang baru meninggal.


"Mengapa wajahmu sepucat itu, apakah kau sakit?" tanya Jonathan kepada Lia.


Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia menyeka keringat dan meminum air agak tidak terlalu terkejut.


"Apakah ada yang kau sembunyikan?" tanya Jonathan kembali.


Tentu saja Lia sangat terkejut, pertanyaan itu seolah mempertegas kalau Jonathan mengetahui sesuatu kalau dia hendak menjebak Jonathan agar menidurinya.


"Tidak ada apa-apa, hanya saja Hari ini aku agak tidak enak badan." jawab Lia yang kemudian meninggalkan kantor dan pergi ke suatu tempat.


Jonathan melihat kepergian Lia, Entah mengapa pikirannya sedikit curiga dengan keadaan yang seperti ini. sudah beberapa hari semenjak kejadian yang ada di Bandung Lia terlihat selalu melamun dan memikirkan sesuatu.


"Aku yakin dia menyembunyikan sesuatu, kalau tidak mengapa dia begitu terkejut dan ketakutan saat aku menanyakan hal itu." ucap Jonathan yang kemudian duduk di singgasananya.


"Ada apa?" tanya Jonathan kepada salah satu anak buahnya.


"Ternyata kejadian yang ada di Villa Bandung itu bukan semata-mata Iqbal saja pelakunya, namun ada seorang wanita yang bekerja sama dengan keponakan Anda." jawab sang detektif.


"lalu mengenai obat perangsang yang ditaruh di minuman ku?" tanya Jonathan.


"Kelihatannya itu ulah dari keponakanmu dan wanita itu." jawab sang detektif.


"Segera kau cari siapa wanita itu, karena jika kejadian itu sampai terjadi. bisa-bisa aku meniduri salah satu wanita yang ada di vila tersebut." jawab Jonathan yang kemudian menutup ponselnya. tatapan mata Jonathan menatap kaca gedung kantornya, pria itu menghela nafasnya karena kejadian kemarin benar-benar telah membuatnya sangat tidak percaya, kalau sudah dua kali Iqbal hampir menodai Aisyah.


15 tahun waktu yang akan dihabiskan oleh Iqbal dipenjara karena 2 kali percobaan pemerkosaan dan penipuan.


** bersambung **