MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Tetap saja gaduh


"Jangan di batin Aisyah, nanti anakmu seperti suamiku..." ucap Lia.


"Aku nggak bohong lho sayang, lihat deh perut Aisyah itu bergerak. Lihatlah gerakannya seperti pemain sepakbola lo.. lihat-lihat!" seru Jonathan yang bertambah heboh dengan perut Aisyah yang sedikit bergerak.


"Kamu pakai jaket enggak Aisyah?" tanya Lia.


"Memangnya ada apa, Mbak?" tanya Aisyah.


"Tutupi perutmu, kalau tidak kita akan mendengar cerocosan dari pria Ini, disuruh ke kantor malah meminta ke tempatmu." jawab Lia yang kemudian mengajak Aisyah pergi dari kantor tempat dia berada. kemudian terlihat Mahfud mendatangi kantor tempat sang istri.


"Hai sayang!" seru Mahfud.


"Kamu udah lapar Mas?" tanya Aisyah.


Mahfud menganggukkan kepalanya.


"Ngapain dua kecebong ini disini?" tanya Mahfud kepada Jonathan dan Lia.


"Kau itu tidak sopan sekali sama saudaramu!" seru Jonathan.


"Ngapain Mas Nathan di sini, pasti lagi ganggu istriku!" seru Mahfud sambil menatap Jonathan .


"Aku itu tadi lihat anak-anakmu main sepakbola." jawab Jonathan.


Mahfud menatap sang itu sembari menggerakkan dua alisnya.


"Kau tidak usah mendengar perkataan kakakmu itu, Mahfud. kalau tidak kau bisa gila sendiri." jawab Lia yang membuat Mahfud menghela nafasnya begitu kasar.


"Yang hamil siapa, keturunan siapa, yang heboh siapa?" ucap Mahfud sembari menatap Jonathan


"Aku inikan pamannya, kan tidak apa-apa!" seru Jonathan yang tidak terima.


"Tapi aku ayahnya." jawab Mahfud.


"Tapi aku kan pamannya.." jawab Jonathan.


Akhirnya Lia dan Aisyah memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. kalau mereka berdua tetap berada di sana mungkin mereka berdua lah yang akan pusing saat melihat pertengkaran Jonathan dan Mahfud.


"Kau mau ke kantin Aisyah?" tanya Lia.


"Boleh Mbak, aku juga sangat lapar." jawab Aisyah.


"Tumben sekali kau tidak membawa bekal makanan?" tanya Lia.


"Ada tadi di kantor mbak." jawab Aisyah.


Terlihat di sana pandangan Aisyah tertuju pada bakso jumbo dan bakso bakar yang ada di kantin Rumah sakit.


"Porsi makan mu besar banget, Aisyah?" tanya Lia kepada Aisyah.


"Nggak tahu Mbak, ini kan karena bayi yang ada di kandungan ku." jawab Aisyah.


Lia menganggukkan kepalanya karena benar apa yang dikatakan oleh Aisyah. bayi kembar itu makannya begitu banyak hingga membuat Aisyah terkadang harus bangun malam untuk mencari makanan.


Di sebuah tempat terlihat seorang wanita begitu geram Karena sekarang Jonathan sudah bahagia dengan Lia, Mahfud bahagia bersama dengan Aisyah.


"Mengapa aku belum bisa memisahkan Aisyah dengan Dokter Mahfud, seharusnya pria itu menjadi milikku!" seru Dokter Sarah yang dari hari kehari selalu mencari perhatian Mahfud.


Tentu saja pria itu tidak akan memperhatikan wanita lain selain istrinya, apalagi kondisi ngidam yang dia alami terkadang membuat dia dan sang istri harus sering ke tempat plesiran untuk mencari makanan yang terkadang berbeda kesukaan.


"Aku akan mencari keberadaan seorang pria yang katanya kembaran dari Mahfud, aku akan bekerjasama dengannya akan ku rebut Mahfud dari Aisyah dan akan kubiarkan pria itu merebut Aisyah dari Mahfud." ucap Dokter Sarah yang kemudian pergi dari tempatnya. saat dia melihat Aisyah dan Lia berada di kantin rumah sakit.


Kehidupan ini memang selalu dipenuhi orang jahat, tapi kenapa Sarah tidak pernah menerima kebahagiaan yang dimiliki oleh Aisyah dan Mahfud. mengapa dia tidak membiarkan sepasang suami istri itu bahagia, Dia adalah seorang wanita yang akan terus mengejar cinta yang bukan miliknya.


Tentu saja Aisyah tidak akan membiarkan suaminya dimiliki oleh orang lain, apalagi dirinya sedang mengandung. bahkan sekarang Sarah memiliki rencana untuk mencari Brian dan bekerjasama dengannya.


Entahlah mungkin pikiran dokter Sarah sepertinya sudah tidak pada tempatnya, hingga membuat wanita itu akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Mahfud dan memisahkan pria itu dari Aisyah.


Ternyata bukan hanya Sarah yang sedang mengincar Aisyah dan Mahfud, ternyata orang bayaran dari Brian juga sudah berada di rumah sakit. dia menyamar menjadi salah satu petugas kebersihan di rumah sakit untuk menyelidiki dan memantau kondisi dari Mahfud. dia akan mencari celah untuk membunuh pria itu dan menyingkirkannya jauh dari Aisyah.


"Ternyata pria itu dikelilingi orang-orang yang begitu melindunginya, aku yakin kalau rencana dari tuan Brian tidak akan berjalan dengan mulus, apalagi sudah 1 bulan ini aku berada disini dan belum mendapat jalan untuk membunuh pria itu. Jika terus-menerus seperti ini aku yakin Tuan Brian akan marah padaku." ucap salah satu pembunuh yang telah disuruh oleh Bryan untuk menghabisi Mahfud.


4 pasang mata itu telah menyelidiki Bagaimana tindak tanduk dari sepasang suami-istri itu, tentu saja Tuhan masih sayang kepada Aisyah dan Mahfud dan tidak membiarkan mereka dalam kondisi bahaya lagi.


Sudah berapa kali mereka berdua telah diberikan cobaan yang begitu luar biasa, hingga membuat mereka sering sekali harus terpisah dan mereka sering sekali mendapatkan cobaan yang di luar keinginan mereka.


"Pelan-pelan Aisyah, jangan terburu-buru kalau makan nanti kau tersedak lo..."ucap Lia kepada Aisyah.


"Nggak tahu Mbak, ini makanya kok cepet banget ya..." jawab Aisyah yang kemudian meminta Lia untuk mencarikan es teh.


"Iya tapi jangan terburu-buru, nanti kesedak lo.." ucap Lia kembali.


Aisyah menatap saudara iparnya itu, sembari menatap makanan yang belum disantap oleh Lia sama sekali.


"Kenapa tidak dimakan Mbak?" tanya Aisyah kepada Lia.


"Aku sudah kenyang saat melihatmu makan seperti itu." jawab Lia.


** bersambung **