
1 Minggu kemudian..
Seorang pria telah datang ke rumah sakit Dokter Syah bersama dengan Firdaus. seorang pria yang berbulan-bulan lamanya telah menghilang kini sudah muncul kembali di rumah sakit Dokter Syah. kegaduhan dan kehebohan benar-benar terjadi.
Mahfud datang ke salah satu ruangan yang ada ada di rumah sakit Dokter Syah. di sebuah ruangan yang tentu saja ruangan itu adalah ruangan dari Husein.
"Apa kabar Brian!" seru Mahfud yang sudah datang ke kantor Brian atau Husein KW.
"Betapa terkejutnya Brian saat melihat saudara kembarnya itu kini telah kembali dengan wajah sempurna seperti sebelumnya.
"Kau!" seru Brian yang sudah sangat terkejut saat melihat kembalinya Mahfud.
"Kenapa kau terkejut seperti itu?" tanya Mahfud.
"Tidak mungkin, tidak mungkin kau masih hidup!" seru Brian.
"Kenapa aku tidak mungkin hidup, Lihatlah.. bahkan sekarang aku kembali ke tempat ini." jawab Mahfud.
Brian benar-benar tidak akan pernah mengira Kalau hari ini akan tiba, Mahfud kembali dengan fisik sempurna tanpa luka sama sekali.
"Aku telah membunuhmu, Bagaimana mungkin kau masih hidup!" seru Brian.
"Ha-ha-ha...Apa kau kira aku sudah mati, Apakah kau tidak tahu Tuhan masih memberikan nyawa padaku agar aku bisa membuatmu masuk penjara!" seru Mahfud.
"Tidak mungkin, tidak mungkin kalau kau masih hidup!" seru Brian. muka Brian benar-benar pucat pasi.
"Bagaimana kau tidak terluka sama sekali, sedangkan aku dengan mata kepalaku sendiri melihat mobilmu meledak di depan mataku!" seru Bryan.
"Waktu itu aku sudah meloncat sebelum mobilku meledak." jawab Mahfud yang pura-pura tidak terjadi apa-apa. padahal dia harus berjuang begitu lama untuk mendapatkan kondisinya seperti semula. muka Brian benar-benar sangat pucat saat melihat saudara kembarnya itu kembali tanpa luka sedikitpun.
"Lihatlah, Mengapa kau harus merubah wajahmu dengan wajah orang lain?" tanya Mahfud dengan nada suara yang mencibir saudara kembarnya itu.
"Apa maksudmu, aku tidak mengenalmu!" seru Brian yang tiba-tiba pembicaraannya langsung beralih.
"Ayolah Brian, Mengapa kau harus berbohong. bukankah kau itu adalah Brian saudara kembarku, Kau bukanlah Husein karena pria itu sudah kau bunuh dan kau pakai identitasnya!" seru Mahfud.
Sesaat kemudian terlihat Firdaus, Kikan dan Aisyah masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Mas..mas sudah kembali." ucap Aisyah yang kemudian memeluk suaminya.
"Aisyah, pergi dari pria itu. dia bukanlah suamimu!" seru Brian yang tidak terima Aisyah kembali ke pelukan suaminya.
"Apa maksudmu, dia adalah suamiku.." ucap Aisyah yang berpura-pura.
"Apa maksudmu Husein, dia adalah suamiku." jawab Aisyah.
"Aku telah membunuh suamimu, Jadi tidak mungkin kalau dia adalah Mahfud!" seru Brian yang sudah kelepasan bicara. tentu saja saat pria itu mengatakannya beberapa polisi langsung menangkap pria itu tanpa bisa melakukan perlawanan.
"Kau adalah pria brengsek Brian, dengan sengaja Kau membuat aku dan suamiku selalu terpisah. kau adalah pria yang paling brengsek dari para pria yang aku kenal!" seru Aisyah yang kemudian memberikan tamparan kepada Brian dengan sangat keras.
"Aku mencintaimu Aisyah, Aku mencintaimu!" seru Brian yang sudah diborgol oleh polisi.
"Walaupun Wajahmu sangat mirip dengan suamiku, cintaku hanyalah untuk suamiku bukan untukmu." jawab Aisyah yang kemudian mengajak suaminya ke kantor polisi.
Seluruh bukti telah didapatkan polisi, apalagi di depan mereka semua Brian telah mengakui seluruh perbuatannya.
"Aku benar-benar tidak mengira kalau kalian selama ini telah membohongiku!" seru Brian.
"Kenapa tidak, bahkan kau sendiri telah membohongi kami!" seru Aisyah.
"Aku benar-benar mencintaimu, Aisyah. cintaku ini tulus!" seru Brian.
"Bagaimanapun dirimu, aku tidak akan pernah mencintaimu." jawab Aisyah. Brian langsung diseret paksa oleh para polisi, pria itu di ditahan dengan tuduhan yang begitu banyak. pembunuhan terhadap Tuan Husein yang asli, percobaan pembunuhan terhadap Aisyah dan Mahfud dan beberapa kasus yang lain.
Beberapa hari kemudian Brian telah divonis hukuman 20 tahun penjara, dua kasus pembunuhan itu benar-benar akan membuat Brian berada di sana dengan waktu yang lama.
"Suatu saat aku pasti akan membuat perhitungan dengan kalian!" seru Brian yang berada di ruang persidangan.
"Aku jamin kau tidak akan bisa melakukannya, karena kau akan membusuk dipenjara dengan waktu yang cukup lama!" seru Kikan.
"Aku menyesal waktu itu aku tidak membunuh mu!" seru Brian kepada Mahfud dan yang lain.
"Dasar pria brengsek, kau itu sudah berusaha membunuh Mahfud dan Aisyah. berani sekali kau masih membuka mulutmu!" seru Kikan.
Akhirnya Brian sudah dibawa ke dalam penjara, sebuah tempat yang akan membuat pria memikirkan seluruh perbuatannya. pria itu benar-benar sudah menjadi pria egois yang selalu ingin mendapatkan kebahagiaan saudara kembarnya
"Aku sangat lega karena pria itu sudah masuk penjara, dengan begitu dia tidak akan pernah mengganggu kita lagi." ucap Aisyah yang kemudian memeluk suaminya.
"Kita akan selalu bahagia sayang." ucap Mahfud yang kemudian memeluk istrinya.
Suara kebahagiaan yang ada di rumah Dokter Syah benar-benar membuat semua orang bahagia. apalagi Mahfud telah kembali dengan kondisi seperti sedia kala, operasi plastik yang dilakukan di Korea benar-benar telah berhasil. Mahfud telah kembali seperti semula, walaupun beberapa luka dalam terkadang masih bisa membuat pria itu merasakan sakit.
** bersambung **