MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Kedatangan Iqbal


Diusia Aisyah yang ke-40 wanita itu semakin mempesona, hingga dirinya terkadang mendapatkan beberapa surat yang mengatakan kekaguman atas dirinya.


Tentu saja Aisyah tidak pernah menghiraukan surat-surat itu, Karena Wanita itu sangat yakin kalau dirinya berani melakukan sesuatu yang salah dia akan kehilangan segalanya. keluarga yang begitu dia cintai.


"Aisyah!" seru Kikan dan Firdaus yang sudah datang ke rumah sakit.


"Hai Mbak, Mas." Jawab Aisyah.


"Oh ya besok dua hari aku tidak datang ke rumah sakit loh, kau tahu sendiri kan kalau 1 tahun lagi anak-anak bakal lulus kuliah. Lagian aku mau melihat keadaan anak-anak di Inggris, apalagi universitas Oxford tempat yang sangat bagus." jawab Kikan.


"Baiklah Mbak, kau harus berhati-hati ya..Ingat jangan sampai Mbak nanti kecantol di sana, malah nanti belanja bawa barang-barang sebanyak gudang." ucap Aisyah yang membuat Kikan tersenyum.


"Kalau dia berani belanja banyak, Aisyah. maka akan kutinggalkan dia di sana, biarin aja dia mau bawa belanjaan Bagaimana, akan ku rampas credit card sama debitnya Aku mau tahu kalau dia tidak punya credit card sama kartu debit dia mau bayar pakai apa. ya.. tidak mungkin kan kalau kami ke sana membawa uang segepok gitu." ucap Firdaus yang membuat Kikan langsung melotot.


"Dasar suami pelit, tidak punya hati, tidak punya perasaan. sukanya menyiksa istri!!" seru Kikan yang membuat Firdaus mencibir wanita yang telah dinikahinya hampir 23 tahun.


"Lagian buat apa sih Mbak belanja terus, pengeluaran anak-anak sekolah di universitas itu kan mahal banget." jawab Aisyah yang membuat Kikan langsung mendelik.


"Dasar Aisyah tidak mengerti perasaan Mbak!" seru Kikan yang kemudian mencari makanan untuk dirinya.


"Oh ya Mbak Aisyah!" seru salah satu perawat kepada Aisyah.


"Ada apa?" jawab Aisyah.


"Ada salah satu pasien yang kondisinya sangat kritis mbak, katanya dia ingin berbicara dengan mbak Aisyah!" seru si perawat.


Seketika tatapan mata Aisyah benar-benar sangat terkejut saat dirinya melihat pria yang sedang berada di ranjang rumah sakit itu begitu dia kenal, seorang pria yang dulu memaksanya menandatangani kontrak pernikahan dengan dirinya Iqbal ucap Aisyah yang menatap pria yang ada di dalam ruangan rumah sakit.


Tatapan mata Iqbal menatap Aisyah yang berada ada di luar kamarnya, Iqbal meneteskan air matanya, berada di penjara selama 15 tahun membuat Iqbal benar-benar berubah menjadi sosok yang begitu alim. bahkan sekarang.. Setelah dia keluar dari penjara 1 lebih tahun yang lalu pria itu telah menjadi seorang ustad, seorang pria yang sangat berkarisma namun mempunyai banyak musuh yang selalu ingin menghabisinya.


"Aisyah.." ucap Iqbal yang begitu lirih, langkah kaki Aisyah mendekati ranjang tempat Iqbal. tatapan mata Aisyah terus menatap seorang pria yang dulu benar-benar sangat Dia benci. lambat-laun kebencian itu telah hilang dari hati Aisyah.


"Iqbal apa yang terjadi denganmu." ucap Aisyah yang melihat kondisi Iqbal.


"Aku kesini hanya ingin meminta maaf padamu, Aisyah." ucap Iqbal sembari merekatkan kedua tangannya memohon permintaan maaf dari Aisyah.


"Nona Aisyah, pria ini bersikeras tidak ingin disuntik karena dia ingin menemuimu terlebih dahulu." jawab Salah satu itu perawat.


"Kau harus disuntik dulu, setelah kau sembuh nanti kita akan berbicara lagi. kau mengerti."ucap Aisyah yang membuat Iqbal menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak ingin di suntik apapun, aku ingin berbicara denganmu." jawab Iqbal.


"Kau harus sembuh dulu, setelah kau sembuh baru kita berbicara. karena Kau pasti merindukan pamanmu Jonathan. aku akan mengabari kalau kau sudah udah keluar dari penjara." ucap Aisyah yang membuat Iqbal menganggukkan kepalanya.


"Katanya suamimu itu adalah paman ku juga, Apakah benar?" tanya Iqbal.


Aisyah menganggukkan kepalanya, suster tolong kau suntik dia terlebih dahulu, pastikan kondisinya lebih baik karena aku tidak ingin kesehatannya menurun dan membuatnya dalam kondisi yang berbahaya." perkataan yang diucapkan Aisyah benar-benar membuat Iqbal begitu bersyukur karena masih ada maaf dari Aisyah untuknya.


** bersambung **