MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Mengamankan diri


Sarmi akhirnya bekerja di Rumah Sakit tempat Aisyah dan Mahfud, wanita itu selalu berpikir untuk mencari segala cara agar mendekati orang-orang kaya. Sarmi adalah wanita miskin yang cita-citanya benar-benar ingin menjadi istri dari pria kaya, Sarmi adalah seorang wanita yang sudah berusia 26 tahun.


Dia belum menikah karena yang dia inginkan hanyalah menjadi istri dari pria kaya, langkah kaki Sarmi terus menyusuri lorong demi lorong Rumah Sakit. wanita itu ingin mencari Siapa saja orang kaya yang mau menjadi suaminya tidak peduli dia tua atau bagaimana yang penting Sarmi ingin kehidupan mapan sebagai seorang wanita kaya.


Hidup berfoya-foya, jalan-jalan ke sana kemari dan menjadi seorang wanita yang selalu memakai perhiasan perhiasan mahal. tentu itu adalah yang selalu dimimpikan oleh Sarmi, saat berada di rumah sakit kesebut tatapan mata Sarmi menatap para Dokter muda dan Dokter matang yang begitu menggoda imannya.


Bagaimana tidak, pastilah Dokter yang ada di rumah sakit Dokter Syah adalah para Dokter kaya raya dengan gelimang harta yang luar biasa.


"Aku harus mendapatkan salah satu dokter yang ada di rumah sakit ini.." ucap Sarmi.


Langkah kaki Sarmi terhenti saat tatapan matanya melihat Mahfud bersama dengan Firdaus dan Jonathan. ketiga pria tampan itu benar-benar menyilaukan matanya.


"Lihatlah ketiga pria mapan itu benar-benar sangat luar biasa, walaupun usia mereka 20 tahun di atas ku, aku tidak peduli Yang penting aku bisa hidup kaya jika salah satu diantara ketiga pria itu mau menjadi suamiku. aku yakin hidupku akan benar-benar sangat bahagia." ucap Sarmi saat melihat Firdaus Jonathan dan Mahfud. langkah kaki ketiga pria itu memasuki ruangan Aisyah dan Kikan.


"Mau ngapain mereka semua masuk ke sana?" ucap Sarmi yang melihat ketiga pria itu memasuki ruangan Aisyah.


"Hai sayang!" seru Firdaus dan Mahfud Saat memasuki ruangan istri mereka.


"Hai Aisyah, Kikan!!" seru Jonathan.


"Hai Mas Nathan, tumben sekali kesini?" tanya Aisyah.


"Kok tumben sekali sih, padahal Mas Nathan setiap minggu ke sini loh.. kalau nggak seminggu dua kali Mas ngajar di sekolah rumah sakit sebelah." jawab Jonathan.


"Ya.. nggak gitu, tumben banget Mas kesini pagi-pagi." jawab Aisyah.


Tatapan mata Aisyah dan kita saling menatap satu sama lain,


"Parasit apanya?" tanya Aisyah


"Katanya Syahila kemarin dia menemukan parasit di jalanan?" tanya Jonathan.


Aisyah memandang suaminya.


"Iya, seorang wanita tiga hari yang lalu menabrakkan dirinya ke mobil anak-anak lalu dia meminta dibawa pulang ke rumah kami dan memaksa untuk bekerja di rumah kami. tentu saja Aku tidak mau menerimanya menjadi pegawai ku. kau tahu sendiri kan di rumahku sudah banyak pegawai Jadi tidak mungkin aku menerima pegawai lagi." jawab Aisyah.


"Tentu saja kau benar Aisyah, tapi kelihatannya nya Syahila benar-benar sangat tidak menyukai kehadiran wanita itu." ucap Jonathan.


"Tentu saja Mas Nathan, Syahila tidak menyukai kehadiran wanita itu. karena aku juga dapat melihat kalau wanita itu mempunyai pemikiran yang jelek terhadap suamiku." jawab Aisyah.


"Kalau begitu dia bekerja di rumah sakit ini, aku juga harus berhati-hati Siapa tahu dia akan mempunyai pemikiran jelek terhadap suamiku. Jika dia berani mempunyai pemikiran itu.. maka jangan salahkan aku jika aku akan membuatnya menjadi wanita pajangan yang ada di luar rumah sakit ini." ucap Kikan.


"Siapa yang akan berani melawan wanita sepertimu, bahkan seorang Ratu iblis pun tidak akan berani melawanmu." jawab Jonathan yang membuat Kikan langsung marah kepada pria itu.


"Kalau kau berbicara Jaga mulutmu Jonathan, kalau tidak mulutmu itu bakal aku gampar sama meja ini!" seru Kikan.


"Kau ini dari dulu sampai sekarang tidak berubah sama sekali, kagak sabaran dikit jadi wanita, kau itu galak banget sih Kikan.. Untung saja Firdaus ini benar-benar mencintaimu kalau tidak pasti pria ini sudah kalang kabut dan kabur melarikan diri dari mu!" seru Jonathan yang kemudian langsung kabur dari ruangan Kikan dan Aisyah. tentu saja pria itu kabur secepat kilat karena tidak ingin terkena amukan dari Kikan.


** bersambung **