MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Sebuah surat misterius.


Dari hari ke hari Firdaus terus mendapatkan sebuah surat sebuah, surat dengan tulisan tangan yang sangat mirip dengan salah satu Putra Aisyah. tentu saja Firdaus sangat yakin kalau surat yang telah ditulis oleh seseorang itu, dia adalah Mahfud.


Namun dari begitu banyak surat tidak ada satupun dari surat itu yang memiliki alamat, akhirnya surat ke 20 yang dituliskan oleh orang misterius itu memberikan alamat dari si pengirim. tentu saja dengan segera Firdaus memberikan balasan dengan sebuah kata "Apakah kau Mahfud, Apakah kau masih hidup?" hanya beberapa kata yang ditulis di dalam surat itu. sebuah surat yang diselipkan di salah satu lamaran kerja yang memang sengaja dilakukan oleh Firdaus agar tidak ada orang yang curiga.


Dua hari kemudian


Ternyata surat itu mendapatkan balasan, namun balasan dari surat itu ditulis oleh orang yang berbeda, dalam surat itu mengatakan kalau orang yang menulis surat ini masih hidup. akhirnya Firdaus memberikan balasan dan mengatakan kalau "aku akan menemuimu seperti waktu di Amerika" tentu saja keesokan hari di kediaman Dokter Syah, pria itu benar-benar mendapatkan balasan dari tempat tersebut. bahkan ditulis di surat tersebut sebuah alamat yang begitu jelas.


Dengan segera Firdaus meminta ayahnya untuk memberikan surat pemindahan pekerjaan Firdaus ke tempat itu agar tidak ada yang curiga. bahkan salah satu Dokter yang ada di Bandung diminta untuk memberikan sebuah surat resmi yang mengatakan permintaan tolong kepada salah satu dokter bedah jantung untuk meminta bantuan kepadanya.


Sebuah surat itu membuat Firdaus langsung melenggang ke Bandung, bahkan Husein yang melihat hal itu nampak pria itu sangat yakin kalau Firdaus benar-benar pindah ke bandung karena suatu alasan pekerjaan. pria itu sangat yakin kalau Mahfud telah meninggal.


Firdaus telah mengatakan pada Aisyah dan yang lain, pria itu harus membuktikan kalau Mahfud benar-benar masih hidup dengan segera Firdaus pergi ke Bandung, ke sebuah tempat yang ada di kawasan itu. Aisyah terus berdebar, dia begitu yakin kalau suaminya benar-benar masih hidup. dia tidak akan membiarkan semua kepercayaannya luntur karena semua perkataan orang-orang yang mengatakan kalau Mahfud sudah meninggal.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Husein yang sudah berada di rumah sakit.


"Aku sedang melihat rincian dari pengeluaran Rumah sakit." jawab Aisyah.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Kikan yang terkadang sangat kesal melihat Husein atau Brian.


"Tentu saja untuk mengontrol pekerjaan para Dokter." jawab Husein.


"Kau itu tidak punya pekerjaan lain selain mondar-mandir di rumah sakit? yang aku tahu kan kalau kau itu punya beberapa perusahaan besar, Mengapa kau tidak mondar-mandir di perusahaan saja!" seru Kikan yang membuat Husein tersenyum kepada wanita itu.


"Oh ya Aisyah, Apakah hari ini kau tidak ada jadwal sama sekali?" tanya Husein kepada Aisyah.


"Memangnya ada apa?" tanya Kikan yang menjawab dengan jawaban yang begitu menohok.


"Tentu saja aku ingin mengajak Aisyah dan anak-anak untuk makan malam di salah satu restoran." jawab Husein.


"Tidak, tidak boleh, sekarang Aisyah berada di rumah mertuaku. Jadi kau jangan macam-macam mengajaknya keluar!" seru Kikan.


"Mengapa dari tadi kau yang menjawab, aku tidak bertanya padamu, aku bertanya pada Aisyah." ucap Husen.


Tentu saja Husein tidak akan mampu untuk menandingi perkataan dari ratu rese sedunia, Kikan.


"Pokoknya tidak boleh, kalau kau mau macam-macam akan ku remukkan tubuhmu itu!" seru Kikan yang kemudian menunjuk-nunjuk wajah Husein.


"Boleh, silakan kalau kau mau ke sana." Jawab Aisyah.


"Tuh kan, aku boleh main ke sana!" seru Husein yang kemudian menatap wajah Kikan.


"Kau ini memang pria yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu, ngapain juga sih kau terus mengejar adik iparku ini!" seru Kikan.


"Kenapa tidak boleh? dia kan tidak punya suami." jawab Hussein.


Tentu saja Aisyah dan Kikan nampak saling menatap satu sama lain. Aisyah hatinya begitu tersayat Saat Husein mengatakan dia tidak mempunyai suami, sedangkan Aisyah yakin kalau suaminya masih hidup.


"Walaupun dia tidak punya suami, Aku tidak akan membiarkan pria manapun mempermainkannya!!" seru Kikan yang kemudian mendorong tubuh Husein hingga keluar dari ruangan mereka. Tak lama kemudian akhirnya Husein keluar dari ruangan itu, pria itu menatap kesal kepada Kikan yang selalu menghalangi nya.


"Dasar wanita rese, lihat aja bakal aku beri kau pelajaran." ucap Husein yang kemudian pergi dari ruangan Aisyah dan Kikan.


"Nggak usah gitu juga kali mbak.." ucap Aisyah.


"Enggak usah gitu kali, gimana kamu mau melihat pria yang menyebalkan itu di sini!" seru Kikan.


"Mbak gak boleh bicara seperti itu dulu, Kita harus mencari bukti mengenai masalah ini. jika kita sudah mempunyai bukti pasti kita akan menyeret pria itu masuk penjara." ucap Aisyah.


"Kita hanya tinggal menunggu waktu, Setelah itu kita akan tahu Siapa Husein yang sebenarnya." ucap Kikan yang kemudian mengajak Aisyah segera pulang. karena terlihat tadi Aisyah ditelepon oleh Emilia dan Syahila.


"Kenapa mereka menelpon?" Tanya Kikan.


"Kelihatannya mereka meminta untuk dibuatkan masakan Mbak." Jawab Aisyah.


"Pasti ini permintaan anakku juga." ucap Kikan yang memang mengetahui bagaimana sifat kedua anaknya itu.


"Ya udah mbak, kita belanja aja nanti kita buatkan mereka masakan, Setelah itu kita senang-senang di rumah yuk." ucap Aisyah.


"Oke." Jawab Kikan.


** bersambung **