
Di sebuah ruangan yang khusus untuk Firdaus, pria itu sudah membuat jadwal pengobatan untuk Mahfud. bahkan Dokter Syah turun secara langsung bersama beberapa Dokter yang begitu hebat di bidangnya untuk membuat kondisi Mahfud seperti semula.
"Bagaimana, apakah kalian mempunyai jalan keluar untuk kondisi Dokter Mahfud?" tanya Dokter Syah kepada para teman-temannya.
"Kelihatannya dokter Mahfud mengalami luka bakar 50% Dokter, kita bisa melakukan pemulihan pada tubuhnya dahulu. setelah itu aku akan merekomendasikan pria ini ke Korea untuk melakukan operasi plastik di sana." jawab salah satu Dokter.
"Karena itu aku minta pada kalian jangan sampai semua yang terjadi disini bocor keluar dan diketahui orang lain." pinta Dokter Syah.
"Tenanglah Dokter, kami tahu kalau kecelakaan yang terjadi pada Dokter Mahfud adalah rencana pembunuhan. Jadi kami akan sangat berhati-hati." jawab para Dokter.
"Ingat, jika kalian mengajak berbicara pria ini jangan memanggilnya Mahfud, panggil dia dengan sebutan Tono." ucap Dokter Syah yang membuat para Dokter menganggukkan kepalanya.
Para Dokter spesialis kulit yang ada di rumah sakit itu benar-benar telah melakukan sesuatu kepada Mahfud. mereka semua ingin sekali menyembuhkan seorang Dokter yang selalu mendedikasikan dirinya untuk kesembuhan orang lain.
Husein sedikit curiga kepada seorang pria yang tiba-tiba berada di tempat tersebut, dia ke sebuah ruangan yang ada di tempat itu. karena para Dokter sudah diberitahu oleh Dokter Syah dan Dokter Firdaus. mereka langsung memanggil Mahfud dengan sebutan Tono dihadapan Husein.
"Oya Dokter, siapa nama pria yang mukanya rusak itu?" tanya Husein kepada salah satu Dokter yang ada di rumah sakit tersebut.
"Ooo..Tuan Tono." jawab si Dokter.
"Ada apa dengannya?" tanya Husein.
"Pria itu mengalami kecelakaan, saat salah satu tabung gas yang ada di tempatnya meledak. hal itu membuatnya mengalami luka bakar yang sangat hebat." jawab si Dokter.
"Lalu apa yang dia lakukan di tempat Dokter?" tanya Husein
"Kelihatannya pria itu tidak mampu untuk membayar rumah sakit, Jadi dia meminta belas kasih kepada Dokter Syah untuk memberikan pengobatan secara gratis pada nya. jadi Dokter memberikan pengobatan itu kepada pria itu, karena kelihatannya pria itu seorang pria yang tidak mampu." jawab si Dokter. Husein menganggukkan kepalanya, dia sudah tidak curiga dengan keberadaan seorang pria yang ada di rumah sakit itu.
Di sebuah kantor polisi yang ada di Jakarta Firdaus dan Kikan sudah memberikan beberapa apa bukti-bukti mengenali kecelakaan tersebut. bahkan seorang pria yang mengaku sebagai penolong dirinya pun sudah ditangkap polisi.
"Kami akan segera menangkap pria itu, Nyonya. jadi jangan khawatir!" seru pak polisi kepada Kikan.
"Pak polisi Jangan menunggu waktu lama, segera pak polisi tangkap pria itu. Kalau tidak dia bisa membuat kami dalam bahaya, apalagi pria itu sedang membuat adik ipar kami menjadi cacat seperti itu." jawab Kikan yang sudah tidak terima.
Beberapa bulan ini wanita itu harus menahan diri untuk tidak membuat Husein babak belur di tangannya.
"Tenanglah Sayang, kau tidak usah seperti itu." ucap Firdaus kepada istrinya.
"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja, kau tidak usah marah seperti itu." jawab Firdaus yang kemudian memberikan seluruh bukti-bukti itu kepada pihak berwenang.
Satu minggu kemudian
Salah seorang Dokter benar-benar merekomendasikan Mahfud untuk melakukan operasi plastik di Korea, keadaan Mahfud yang sudah baik membuat Dokter itu membawa Mahfud ke Korea untuk melakukan operasi plastik.
"Maaf ya Mas, istrimu ini tidak bisa ikut karena aku tidak ingin pria itu mendekati anak-anak." ucap Aisyah. Mahfud menganggukkan kepalanya, Firdaus menemani Mahfud untuk melakukan operasi di Korea. pria itu berharap sesegera Mungkin dia akan membuat Brian masuk penjara.
"Oh ya ke mana suamimu?" tanya Husein kepada Kikan.
"Memangnya kenapa." jawab Kikan
"Lok aku beberapa hari ini tidak melihat suamimu?" tanya Husein
"Memangnya kenapa." jawab Kikan dengan nada yang begitu ketus.
"Ya nggak gitu, kan aku tanya.." jawab Husein.
"Dia mengantarkan salah satu pasiennya untuk melakukan pengobatan." jawab Kikan.
"Kemana?" tanya Husein.
"Ya Mana aku tahu, aku saja tidak tanya sama suamiku." jawab Kikan.
"Kamu itu kalau berbicara denganku sewot banget sih!" seru Husen.
"Ya terserah aku dong." Jawab Kikan yang kemudian pergi meninggalkan pria itu.
"Kalau kau bukan saudara ipar dari Aisyah, mungkin akan ku bunuh dirimu dan ku buang mayat mu ke jurang." guman Husein dalam hati sambil melihat kepergian Kikan.
Entah apa yang terjadi, namun Husein benar-benar tidak bisa berdiam diri. dia mulai khawatir akan dirinya, ada sesuatu yang membuatnya tidak tenang. bayangan Mahfud terus menghantuinya.
"Aku yakin ada yang disembunyikan oleh orang-orang itu." ucap Husein.
* bersambung **