
Hanya 1 kata yang bisa diucapkan oleh Aisyah, sudah cukup dirinya terus dibohongi oleh Iqbal dan Jonathan. dia tidak ingin menjadi wanita bodoh yang akan mencari sesuatu yang penuh kepalsuan namun meninggalkan kenyataan yang benar-benar ada di depannya.
"Aisyah, dengarkan Mas. berikanlah Mas Nathan kesempatan yang kedua, kembalilah pada mas, mas jamin tidak akan pernah membuatmu terluka lagi." ucap Jonathan yang terus memegang kedua tangan Aisyah.
"Aku sudah bilang kan Mas, kalau semuanya hanyalah kebohongan. kau sudah memilih siapa yang berhak untuk kau jadikan tambatan hidupmu, kau memilih istrimu waktu itu. membiarkan ku sendiri terjerumus pada kegelapan yang telah kau berikan untukku, janji manis itu terasa indah di telingaku. sesaat kemudian.. rasanya tiba-tiba langsung kau hempaskan aku begitu saja." Jawab Aisyah.
Hal itu membuat Jonathan begitu tersentak saat dia sudah mendengar jawaban dari Aisyah.
"Kaktu itu mas Nathan benar-benar bodoh, mata dan hati Mas Nathan tertutupi oleh kepalsuan Shamila. namun berikanlah Mas Nathan kesempatan yang kedua, agar Mas Nathan menjadi pria yang ingin mengarungi kebahagiaan bersamamu." ucap Nathan kepada Aisyah, melihat pria itu terus emang yakinkan Aisyah agar dia menerimanya kembali.
"Maafkan Aisyah Mas, Aisyah tidak bisa memberikan Mas Nathan kesempatan yang kedua karena Aisyah sudah memberikan hati Aisyah untuk pria lain." jawab Aisyah yang kemudian mencoba untuk pergi dari Nathan, namun pria itu serasa mengejar Aisyah hingga wanita itu menghentikan langkah kakinya.
"Aisyah, berikanlah Mas kesempatan yang kedua mas tidak akan pernah menyakitimu lagi!" seru Natan kepada Aisyah.
Terlihat Aisyah tidak ingin terus berlama-lama bersama dengan Jonathan, karena dia tidak ingin kabar mengenai dirinya sebagai simpanan Jonathan benar-benar menjadi bumerang untuk dirinya dan Mahfud.
"Sayang dengarkanlah Mas Nathan!" seru Jonathan kepada Aisyah.
Aisyah tidak ingin mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Jonathan, wanita itu terus menghempaskan tangan Jonathan agar dia tidak mengganggunya terus-menerus.
Kikan yang berada tidak jauh dari Aisyah, terlihat wanita itu Hatinya sudah meluap-luap seperti magma gunung Merapi yang akan meletus. wanita itu langsung menghampiri Jonathan dan mendorong tubuh Jonathan agar tidak mendekati Aisyah.
"Apaan sih lo! Dasar lo ubur-ubur banci, ngapain terus ngejar-ngejar Aisyah!" seru Kikan kepada Jonathan.
"Pergilah Kikan, karena aku ingin berbicara dengan Aisyah!" seru Jonathan kepada Kikan. Kikan terus menghadang langkah kaki Jonathan, wanita itu benar-benar tidak ingin melihat Jonathan menggoyahkan hati Aisyah.
"Sudah, lebih baik kita pergi dari tempat ini. ngapain juga kita harus meladeni dia, hubunganku sudah berlalu semenjak dua tahun yang lalu." ucap Aisyah yang kemudian mengajak Kikan pergi dari tempat itu.
Jonathan begitu marah, dia tidak bisa menerima kalau Aisyah sudah berubah seperti ini. bahkan dirinya tidak diberi waktu untuk berbicara kepada Aisyah. memang dirinya bersalah namun Jonathan begitu Ingin Menjadi di satu-satunya laki-laki yang ada di hati Aisyah.
"Aku pasti akan merebutmu dari Mahfud!" seru Jonathan yang terus berteriak. namun Aisyah tidak meresponnya, wanita itu meninggalkan Jonathan yang begitu marah.
Aisyah yang berjalan terlebih dahulu, Kikan benar-benar geram saat melihat Jonathan sekarang berusaha mendekati Aisyah kembali.
"Tuh cowok ngapain ngejar-ngejar Aisyah, Memangnya wewegombel itu dimana? hingga membuat Jonatan sekarang terlepas seperti kambing lepas dari kandangnya." gerutu Kikan yang kemudian membawa Aisyah ke kamar mereka.
Hari ini para kru dan yang lain mengadakan pesta yang ada di tempat itu, mereka semua sangat bahagia karena pemotretan hari ini berjalan dengan lancar. tinggal 2 hari lagi acara pemotretan selesai dan mereka sudah kembali ke tempat mereka masing-masing.
"Ayo cepat Aisyah, kita harus ke tempat itu. karena kita tidak ingin dikatakan sebagai wanita kuper yang tidak mau bergaul dengan mereka!" seru Kikan yang kemudian mengajak Aisyah untuk ke pesta kecil-kecilan diadakan oleh para kru fotografer.
Terlihat pesta yang diadakan oleh mereka semua itu begitu menyenangkan, sedangkan di tempat lain terlihat Lia sudah menjalankan beberapa rencana yang telah dia rancang bersama dengan Iqbal.
Wanita itu tidak ingin Jonathan kembali ke pelukan Aisyah, sedangkan Iqbal.. pria itu tidak ingin mantan istri atau istri pura-puranya Itu kembali kepada Jonathan, biarkan saja mereka berdua seperti itu. namun Iqbal benar-benar akan membuat Aisyah menjadi miliknya untuk selamanya.
Hari ini Aisyah telah berdandan rapi dan cantik bersama dengan Kikan, kedua wanita itu keluar dengan riasan sederhana dan balutan dress yang begitu menawan.
"Mengapa mereka berdua belum sampai juga..." gerutu Kikan kepada Aisyah.
"Memangnya ada apa, Mbak?" tanya Aisyah.
"Katanya Mereka akan datang malam ini." jawab Kikan.
"Mungkin jalannya masih macet Mbak, tadi mas Mahfudz sudah memberi kabar Kalau mereka sedang ada di jalan. Mungkin beberapa jam lagi sudah sampai di sini." jawab Aisyah.
"Oh ya aku lupa, kalau mereka kan pergi hanya berdua saja. tapi kalau mereka berdua tentu saja suamiku tidak akan mau untuk membuka ponselnya, karena dia selalu berpesan... saat ada di jalan jangan sampai membuka ponsel, karena itu akan berbahaya." gerutu Kikan kembali.
"Sudahlah Mbak, kita lebih baik berkumpul bersama mereka. karena mereka sudah menunggu kita." ucap Aisyah yang kemudian mengajak Kikan untuk makan bersama dengan orang-orang itu. Sedangkan Iqbal sudah berdandan rapi dan memakai seluruh peralatan untuk menyamar.
Tak akan ada orang yang tahu kalau Iqbal bersama dengan mereka, bahkan Jonathan pun tidak akan tahu kalau keponakannya itu menyamar jadi seseorang dan berkumpul bersama mereka.
** bersambung **