MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Rencana licik Iqbal dan Jonathan


* BANDUNG **


Hari ini Aisyah dan Kikan akan melakukan perjalanan ke Bandung.


"Apakah Mahfud tidak akan ikut?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Tidak Mbak, Mungkin dia baru akan menyusul besok." jawab Aisyah.


"Kenapa kedua lelaki itu begitu menjengkelkan ya, mereka selalu berkutik pada pasien-pasien yang ada di Rumah sakit. apakah pemandangan yang ada di rumah sakit itu lebih menyenangkan daripada melihat kita?" gerutu Kikan yang membuat Aisyah tidak berani menjawab wanita itu.


"Sudahlah Kak, kita harus memahami situasi dan pekerjaan mereka. bagaimanapun mbak sudah menikah lama kan, bahkan usia putra dan putri kalian sudah besar-besar." ucap Aisyah.


"Karena hal itu aku ingin segera membuat pria itu melakukan segala sesuatu yang aku minta, masa dari dulu sampai sekarang pria itu tidak mengerti dan tidak ingin memberikan aku kebahagiaan." terlihat Kikan terus menggerutu karena Firdaus tidak ikut pergi ke Bandung bersamanya.


"Ingat Aisyah, kau harus berhati-hati. jangan sampai pria itu mendekatimu kembali." ucap Kikan kepada Aisyah.


"Tentu saja Kak, aku tidak akan mau membiarkan hatiku ini mencabang dan menghianati mas Mahfud. apalagi kau tahu kan, Mas Mahfud itu adalah pria yang terbaik." jawab Aisyah.


"Kau benar, bahkan Mahfud adalah pria yang lebih baik daripada Jonathan. pria plin-plan yang tidak punya pendirian." ucap Kikan.


Aisyah menganggukkan kepalanya, seorang sopir yang ada di depan itu terlihat mendengar percakapan kedua majikannya itu. sebenarnya Kikan berencana untuk membawa mobil sendiri ke Bandung. alhasil Hal itu membuat Firdaus begitu marah, karena Kikan adalah wanita sembrono yang suka berhenti sana berhenti sini saat melihat ada sesuatu yang menarik.



"Hari ini aku kesal sekali, Aisyah." ucap Kikan.


"Memangnya ada apa, kak?" tanya Aisyah.


"Masa' Suamiku itu bilang aku itu begitu wanita sembrono dan tidak bisa dipercaya." ucap Kikan.


"Memangnya ada apa?" tanya Aisyah.


"Dia bilang.. dia tidak setuju Kalau aku menyetir sendiri, aku itu wanita yang suka berhenti sana berhenti sini." jawab Kikan.


"Mas Firdaus benar, bahkan mbak Kikan itu adalah wanita yang suka mampir sana mampir sini saat ada sesuatu yang menarik." guman Aisyah dalam hati yang tidak berani untuk mengatakan sesuatu pada Kikan.


Siang ini semua rombongan pemotretan telah sampai di Bandung, terlihat orang-orang itu begitu senang. salah satu model bahkan terlihat sangat menyukai sifat Aisyah yang begitu terbuka. tidak sombong dan selalu memberikan peringatan jika ada kesalahan.


"Aisyah, Nanti ikut aku ya jalan-jalan lihat pemandangan." ajak salah satu model kepada Aisyah.


"Kalau kita selesai masih sore kita jalan-jalan, kalau sudah malam aku enggak berani." jawab Aisyah.


"Baiklah nanti kita jalan-jalan sembari melihat pemandangan yang begitu indah di kota Bandung ini." ucap salah satu model yang bernama Ririn.


"Memangnya kau Mau mengajak dia ke mana?" tanya Kikan kepada Ririn.


"Jangan, di sini sinyalnya jelek. kalau ada sesuatu pada kita semuanya, Nanti para kru bakal bingung mencari kita!" seru Kikan yang membuat para model itu menganggukkan kepalanya.


"Masa' kita harus duduk diam di sini saja, Mbak?" tanya Ririn.


"Ya kita cari pemandu orang di sekitar sini, kalau kita tersesat bisa-bisa kita jadi makanan celeng hutan!" seru Kikan yang membuat para model itu tertawa dengan perkataan nyeleneh di Kikan.


"Wanita ini cantik, tapi cara berbicara nya begitu nyeleneh." guman Ririn dalam hati sambil menatap wajah Kikan.


"Jangan suka menggumam di belakangku ya, apalagi kau mengataiku dalam hati!" seru Kikan yang membuat Ririn begitu terhentak saat Kikan mengetahui dirinya sedang membicarakannya dalam hati.


"Maaf maaf Mbak nggak sengaja." jawab Ririn yang kemudian mengajak Aisyah ke suatu tempat untuk membenarkan dandanannya.


"Aisyah, aku boleh tanya enggak?" tanya Ririn kepada Aisyah.


"Ada apa?" tanya jawab Aisyah.


"Yang aku dengar dari gosip-gosip seseorang, Memangnya kau pernah berhubungan dengan pak Jonathan ya?" tanya Ririn.


"Memang kabar itu dari mana?" tanya Aisyah yang sangat terkejut.


"Nggak tahu, orang-orang dari manajemen banyak yang mengatakan kalau kau bekas simpanan bos Jonathan." jawab Ririn.


"Kalau aku simpanan bos Jonathan, Aku kan sudah kaya enggak harus kerja banting tulang seperti ini." jawab Aisyah yang membuat Ririn menganggukkan kepalanya.


"Kau benar juga, kalau jadi simpanan bos bos kaya.. hidup kita sudah enakan." ucap Ririn yang kemudian membenarkan riasan Aisyah.


"Lalu mas ganteng yang kemarin itu siapa?" tanya Ririn kepada Aisyah.


"Baru pria itu yang benar, dia itu kekasihku bukan Bos Jonathan." jawab Aisyah.


"Bandung memang benar-benar indah, dan disinilah tempat aku akan menjadikanmu milikku selamanya. saat aku telah merenggut kesucian mu, maka mau Tidak mau kau akan menerimaku menjadi suamimu." ucap Iqbaal yang sudah berada ada di suatu tempat yang ada di di Bandung. terlihat pria itu terus membuntuti Aisyah yang sedang melakukan pemotretan.


"Paman, paman, kau bahkan tidak tahu malu. kau kembali kepada istrimu setelah itu kau ingin mengejar mantan istriku itu." ucap Iqbal yang juga terus memantau pergerakan dari pamannya itu.


Terlihat di suatu tempat, Mahfud hatinya tidak tenang. entah apa yang terjadi.. namun tiba-tiba pria itu seperti pria yang kebingungan.


"Ada apa?" tanya Firdaus kepada Mahfud.


"Entahlah, aku begitu tidak tenang saat mengetahui Aisyah dan istrimu itu pergi ke Bandung." ucap Mahfud.


"Aku juga merasakan hal itu, namun apalah daya setelah kita selesai operasi kita akan segera pergi ke Bandung untuk menyusul mereka berdua." akhirnya Firdaus meminta kepada ayahnya untuk menyusul istri dan adik angkatnya itu ke Bandung. Entah mengapa kedua pria itu merasakan akan terjadi sesuatu kepada Aisyah dan Kikan.


** bersambung **