MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Berkunjung di tempat Lia


Lia telah bersama dengan Jonathan di suatu tempat di villa milik keluarga Lia, wanita itu benar-benar ingin membuat Jonathan melupakan Aisyah. Dokter pribadi keluarga Lia selalu mengatakan kemungkinan besar suatu saat Jonathan akan mengingat kembali wanita yang dia cintai. namun Lia harus selalu memberikan perhatian dan membuat Jonathan benar-benar mencintainya secara tulus.


"Lihatlah Lia, Mas sudah menanam bunga anggrek.


"Apakah kau suka?!" seru Jonathan yang memperlihatkan salah satu bunga anggrek kepada Lia.


Wanita itu tersenyum sembari mendatangi Jonathan.


"Mas benar-benar memang sangat pandai menanam bunga-bunga itu." jawab Lia.


"Kalau bunga anggrek nya sudah banyak, Mas ingin menjualnya." ucap Jonathan.


Lia menganggukkan kepalanya.


"Apa mas tidak ingin kembali ke kota dan melihat perusahaan Mas?" tanya Lia.


"Tidak Mas ingin disini saja." Jawab Jonathan.


Keesokan hari ternyata Mahfud dan sang istri serta Kikan dan Firdaus mengunjungi Lia dan Jonathan. bagaimanapun juga Jonathan adalah saudara dari Mahfud.


"Kalian!" seru Lia yang melihat Aisyah dan yang lain mendatangi vila tempatnya. wanita itu begitu bahagia saat keempat orang itu bersedia untuk berkunjung di tempat Jonathan dan dirinya.


"Tentu saja kami akan berkunjung, Lihatlah kau begitu bahagia bersama dengan kakak Suamiku itu." jawab Aisyah.


Lia tersenyum sembari menepuk salah satu pundak Aisyah.


"Kalian menginap di sini?" tanya Lia.


Kikan langsung menganggukkan kepalanya tanpa merasa malu sama sekali.


"Tidak, kami akan pulang." ucap Firdaus.


"Kau ini apa-apaan sih, Suamiku. aku ingin duduk di sini merehatkan pikiranku dengan semua kejenuhan di rumah sakit, Apakah kau tidak tahu kalau otak aku itu udah buntu!!" seru Kikan sambil menunjuk-nunjuk dada suaminya.


Sedangkan Firdaus terlihat pria itu tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai istrinya.


Tatapan mata Jonathan menatap Aisyah yang tersenyum kepada Mahfud. pria itu sangat bahagia saat melihat Aisyah bahagia dengan suaminya, walaupun Jonathan tidak sepenuhnya kehilangan ingatan, namun pria itu masih mengingat Aisyah dengan baik. dia ingin mengawali hidupnya bersama Lia, seorang wanita yang telah bersedia berkorban untuknya.


"Lagi menanam apa Mas Nathan?!" seru Aisyah kepada Jonathan.


"Lihatlah aku sedang menanam bunga anggrek." jawab Jonathan.


"Kalau aku pulang boleh tidak aku minta bunga anggrek nya?" tanya Aisyah kepada Jonathan.


"Baiklah kalau begitu, besok aku mau minta bunga anggrek sama beberapa bunga yang lain. nanti aku tanam di rumah." jawab Aisyah yang kemudian meninggalkan pria itu,


Ketiga wanita itu akhirnya masuk kedalam Villa milik Lia, mereka tersenyum bahagia sambil sesekali saling mencibir satu sama lain.


"Aku tidak mengira deh kalau Aisyah Sekarang pandai menyindir." ucap Lia kepada Aisyah.


"Ini karena ulah calon suamimu itu, kalau tidak aku tidak akan seperti ini." jawab Aisyah yang kemudian tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan di luar villa itu, nampak Mahfud menatap Jonathan. tatapan matanya seolah mengetahui kalau Jonathan sebenarnya tidak sedang hilang ingatan sepenuhnya.


"Aku harap walaupun kau tidak menyukai keberadaanku, kau bisa menganggapku sebagai seorang adikmu. bagaimanapun kau adalah kakakku, walaupun kita berbeda Ibu." ucap Mahfud.


"Jonathan begitu terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Mahfud. pria itu menatap Mahfud sembari tersenyum kepadanya,


"Tentu saja." Jawab Jonathan.


"Kami tahu kalau sebenarnya kau tidak sepenuhnya hilang ingatan. aku tahu kalau kau masih mengingat Aisyah dengan baik, namun aku dan Aisyah berharap kau mencari kebahagiaanmu bersama dengan seorang wanita yang mau berkorban untukmu itu. Bahkan dia bersedia bersujud di hadapan orang lain untuk membebaskanmu." ucap Mahfud yang membuat Jonathan menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, aku ingin memulai hidupku dari nol. dan aku minta maaf atas segala yang kulakukan pada Aisyah." terlihat tatapan mata Mahfud dan Jonathan seolah mereka mencari keberadaan tempat masing-masing.


"Sudah sudah kita semua harus mencari kebahagiaan kita. Mahfud harus mencari kebahagiaan bersama Aisyah dan kau Jonathan.. berbahagialah bersama Lia, Wanita itu sudah berkorban banyak untukmu. menemanimu hidup susah bersamamu, bahkan menghabiskan seluruh kekayaan nya untuk mengeluarkan mu dari dalam penjara negara Thailand." ucap Firdaus yang membuat Jonathan menatap sahabatnya itu.


"Apakah kau masih mau berteman dengank, Firdaus?" tanya Jonathan.


Tentu saja dari dulu sampai sekarang kau tetap sahabatku, sahabat yang selalu bersamaku Saat senang dan susah. namun gara-gara penyakit dari Shamila itu kau seperti seorang pria teller seperti waktu itu." canda Firdaus yang membuat Jonathan tersipu malu. bagaimanapun juga kebodohan itu berawal dari Shamila, dia akan berusaha untuk mendapatkan cinta dari seorang wanita yang bernama Amelia syahidah.


"Bagaimana, Apakah kau yakin akan menikahi Lia?" tanya Firdaus.


"Tentu saja aku akan menikahinya, bagaimanapun juga Wanita itu telah bersamaku beberapa tahun dan selalu bersedia mendengarkan amarahku." jawab Jonathan sambil tersenyum.


Sesaat kemudian nampak di dalam Aisyah sedang tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa tiba-tiba kepalaku pusing." ucap Aisyah yang melihat di sekelilingnya. Seperti sedang mengalami goncangan.


"Ada apa Aisyah?" tanya Kikan yang melihat Aisyah seperti orang mabuk.


"Nggak tahu nih, tapi kenapa kepalaku pusing ya." ucap Aisyah telah mengatakan hal itu. beberapa saat kemudian Aisyah langsung pingsan, Hal itu membuat kedua wanita itu berteriak sangat keras.


"Ada apa?" ucap Mahfud dan yang lain saat melihat suara para wanita sedang berteriak. ketiga pria itu bergegas memasuki rumah, ternyata Mahfud melihat sang suami yang sedang pingsan. beberapa saat kemudian Aisyah dibawa oleh makhluk sebuah kamar yang ada di vila Lia.


** bersambung **