MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Si ubur-ubur betina


1 Minggu kemudian


"Aku benar-benar tidak akan pernah mengira kehidupan ini seperti sebuah jalan yang begitu berliku, beberapa waktu yang lalu Dokter Sarah merencanakan untuk merebut Mahfud dariku. namun sekarang malah ada wanita lain yang yang ingin melakukannya, entah apa jalan takdirku sekarang ini." ucap Aisyah yang membuat Kikan menghela nafasnya.


"Dengar Aisyah, Mbak Kikan hanya akan memberikanmu satu perkataan saja, kau tidak boleh terlalu percaya dengan wanita yang ada disekitar suamimu dan kau tidak boleh percaya dengan para pria yang ada di sekitarmu juga. karena terkadang pernikahan itu begitu banyak cobaan, seperti aku dan Mas Firdaus dulu.. namun Kami selalu membendung tinggi kepercayaan kami berdua, karena hal itu suamiku tidak pernah lepas dari pengawasan ku. bukan karena aku ini wanita matre yang takut kehilangan suami karena dia kaya, Namun karena aku benar-benar mencintainya dan aku benar-benar tidak ingin kehilangan dia." ucap Kikan.


"Aku mengerti Mbak, yang jelas aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mencoba untuk merebut suamiku." jawab Aisyah.


"Coba kau telepon Alifah Apa yang sedang dilakukan oleh pengasuh bayi mu itu." pinta Kikan kepada Aisyah. tentu saja wanita itu menyanggupi permintaan Kikan, sesaat kemudian Aisyah menelepon Alifah untuk mencari tahu keberadaan Nirwana.


"Mbak Nirwana ada di kamarnya Mbak sama dua bocah kecil itu, Namun sayang kamar Mbak Nirwana sudah dikunci." jawab Alifah yang sudah ditelepon oleh Aisyah.


"Memangnya kenapa harus dikunci pintunya?" tanya Aisyah.


"Tidak tahu Mbak, sering sekali begitu. bahkan saya tidak pernah masuk mbak." jawab Alifa.


"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan menelepon dia." ucap Aisyah yang kemudian menutup ponselnya.


"Ada apa?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Katanya kamarnya dikunci." jawab Aisyah.


"Ngapain tidak kamu lihat dari CCTV lewat laptop." Jawab Kikan yang membuat Aisyah menganggukkan kepalanya.


"Mbak benar juga." sesaat kemudian terlihat Aisyah sudah membuka laptopnya, membuka sandi untuk saluran CCTV yang ada di rumahnya. dari satu ruangan ke ruangan yang lain lain, Mahfud masih ada di Rumah sakit bersama Firdaus. tentu saja mereka berdua sudah tahu mengenai rencana istri mereka.


"Cepat ke saluran kamar yang ada di tempat ubur-ubur betina itu!" seru Kikan yang meminta Aisyah untuk membuka CCTV yang ada di kamar Nirwana. terlihat disana sebuah ruangan dengan nuasan seperti kamar lainnya, hanya berbeda saja dengan nuansa yang ada di kamar Aisyah dan Mahfud.


"Lihat Apa yang dilakukan wanita itu, apa yang sedang dia lakukan?" tanya Kikan.


"Kelihatannya dia melihat sesuatu Mbak.' Jawab Aisyah.


"Aisyah, Kamu kenal tidak sama foto pria yang ada di tembok itu?!" seru Kikan yang kemudian membuat Aisyah melihat monitor laptopnya.


"Loh kok ada foto Mas Mahfud?" tanya Aisyah.


"Tuh kan, bahkan di kamarnya ditempeli foto suamimu. aku yakin sekali kalau ubur-ubur betina ini mempunyai niat buruk pada suamimu!" seru Kikan yang kemudian melihat kedua bayi Aisyah menangis namun malah Nirwana tidak menghiraukan 2 bayi tersebut.


"Enak saja dia, bahkan dia sedang menciumi foto suamimu namun dia tidak menghiraukan kedua anakmu yang sedang menangis itu!" seru Kikan yang tidak terima. sesaat kemudian terlihat Kikan langsung mengambil ponsel Aisyah dan menelpon Nirwana.


Tutt..


Tuuttt...


"Iya halo mbak Aisyah!?!" seru Nirwana yang sudah mengangkat ponselnya. terdengar dari seberang sana bayi Aisyah benar-benar menangis dengan sangat kencang.


"Ubur-ubur betina, keponakan gue lagi nangis ya. kamu itu jadi pengasuh Bagaimana sih!!" seru Kikan yang langsung melabrak Nirwana tanpa basa-basi. tentu saja Nirwana yang ada di rumah Aisyah begitu terkejut.


"Tidak Mbak, saya cuma tadi melihat televisi itu suara televisi." jawab Nirwana yang berbohong.


"Kamu kira aku ini bodoh apa, bisa-bisa nya kamu bohong. kalau itu suara televisi cepat kau buatkan minuman kedua ponakanku itu, kalau sampai mereka terus menangis aku akan langsung ke sana dan akan menghajarmu!!" seru Kikan yang sudah tidak bisa menahan emosinya karena mendengar suara tangisan dua bayi Aisyah.


"Iya sebentar Nyonya." jawab Nirwana yang kemudian membiarkan ponselnya dan membuatkan susu untuk dua anak Aisyah.


"Aisyah, sekarang kau lihat di monitor Apa yang dilakukan oleh ubur-ubur betina itu!" seru Kikan.


Tatapan mata Aisyah menatap layar laptopnya, terlihat di sana Nirwana membuatkan susu dengan sangat sembrono tanpa ada ukuran.


"Mbak, sekarang bilang pada wanita itu untuk memberikan takaran yang benar, jangan sampai kedua anakku ada apa-apa. aku akan segera ke rumah." ucap Aisyah yang kemudian mengambil tasnya dan ingin segera pergi dari kantor rumah sakit.


** bersambung **