
"Selamat siang Paman tampan." ucap Aisyah yang sudah berada di dalam ruangan yang ada di salah satu rumah sakit tempat dokter Mahfud bekerja.
Pria itu sangat terkejut karena kehadiran Aisyah yang tiba-tiba berada di rumah sakit tempatnya. mata pria itu sampai terbelalak melihat wanita cantik yang ada di depannya itu, Aisyah tersenyum padanya.
Beberapa bulan ini Mahfud selalu merindukan Aisyah, gadis cantik yang telah memenuhi pikirannya itu. seorang gadis muda yang terpaut usia dengannya sekitar 15 tahun. namun Mahfud selalu meredam hatinya agar cintanya yang meluap-luap itu tidak menyakiti Aisyah.
"Cantik, apa yang kau lakukan disini?!" seru Dokter Mahfud yang menatap Aisyah sudah berada di ruangannya. Aisyah cemberut menatap pria itu sembari memalingkan wajahnya.
"Ternyata Paman tampanku ini tidak suka atas kehadiran ku ya, Lihatlah bahkan dia hanya berkata seperti itu." ucap Aisyah.
Dokter Mahfud tersenyum, kemudian Dia mendekati Aisyah sambil memegang kedua tangannya. kalau aku sudah menjadikanmu wanita halalku, maka aku akan langsung memelukmu, menciummu dan mendaratkan sebuah kecupan yang begitu panas." ucap Dokter Mahfudz yang membuat Aisyah nampak tersenyum malu kepada pria itu.
Bagaimana tidak, sebenarnya Dokter Mahfudz adalah pria yang begitu romantis. karena dia selalu menjunjung tinggi agama yang dianut hingga membuat dokter Mahfud tidak berani melakukan sesuatu yang berlebihan kepada Aisyah.
Aisyah tersenyum kepada dokter Mahfud yang membuat pria itu langsung salah tingkah dihadapan Aisyah.
"Oh ya, Dokter Mahfud udah makan belum?" tanya Aisyah. Pria itu menggelengkan kepalanya.
"Kan.. aku sudah bilang harus jaga diri, kondisinya dijaga baik-baik. masa sampai jam segini belum makan, aku yakin deh kalau tadi malam tidak pulang dan terus berjaga di rumah sakit ini." Aisyah menebak dengan tepat pria itu tidak bisa menjawab.
"Ini sudah siang loh, kenapa belum makan juga?" tanya Aisyah.
"Masih banyak pasien dalam keadaan gawat, jadi aku harus memeriksa mereka." jawab Dokter Mahfud.
"Apa dokternya cuma satu di rumah sakit ini, Dokter di rumah sakit ini kan banyak banget." ucap Aisyah Dokter Mahfud tersenyum sembari mengalihkan pandangannya.
"Tuh kan.. kalau senyum senyum dibawa pergi, Memangnya senyuman Dokter itu mau ku ambil apa?" tanya Aisyah yang membuat Dokter Mahfud bertambah malu. Bagaimana tidak Aisyah sekarang menjadi wanita yang begitu suka menggoda Dokter Mahfud. seorang pria yang sudah 1 tahun lamanya ini menjaga dirinya tanpa meminta imbalan sama sekali.
"Kamu sudah makan belum?" tanya Dokter Mahfud kepada Aisyah.
"Bagaimana bisa makan, dari bandara langsung ke mari untuk menemui Dokter tampanku ini." ucap Aisyah kepada Dokter Mahfud.
"Ya udah kalau gitu, aku antarkan cari makan ya." ucap Dokter Mahfud.
"Ya enggak usah diantar cari makan kali.. harusnya kita berdua yang makan, Bukannya Dokter yang mengantarkan aku untuk mencari makan." ucap Aisyah sambil menunjuk dada dokter Mahfud.
Deg..
Deg..
Deg..
Dokter Mahfudz benar-benar Salah tingkah dengan semua yang dilakukan oleh Aisyah. Gadis itu selalu memberikan perhatian kepada pria itu.
"Ya sudah kalau begitu kita makan di kantin saja ya." ucap Dokter Mahfud.
Beberapa perawat dan dokter wanita muda yang melihat Dokter Mahfud bersama Aisyah, nampak mereka sedikit mencibir. kemungkinan besar para wanita itu menyukai Dokter Mahmud yang memang pria itu adalah pria pendiam namun sangat tegas dalam segala hal.
"Oh ya kapan-kapan kau mau tidak aku kenalkan kepada saudara kembar Ku." ucap Dokter Mahfud kepada Aisyah.
"Benarkah?" ucap Aisyah.
Dokter Mahfud menganggukkan kepalanya.
"Wajahnya mirip tidak sama kamu?" tanya Dokter Mahfudz.
"Tentu saja mirip, bahkan kami sama-sama pria." jawab Dokter Mahfud.
"Jangan ah, Nanti malah dia akan merebutku darimu." ucap Aisyah yang membuat jantung Dokter Mahfudz tiba-tiba berdebar tidak karuan.
Deg..
Dia tidak pernah memikirkan hal itu, benar apa yang dikatakan Aisyah. Bagaimana jika dia bertemu dengan saudaranya itu, apalagi saudaranya itu adalah seorang duda kaya yang membutuhkan seorang wanita
"Kenapa Dokter berhenti, Kita tidak jadi makan ya?" tanya Aisyah. Dokter Mahfud menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu Tidak jadi deh, kamu gak bakal aku kenalkan pada siapa pun." ucap Dokter Mahfud yang kemudian menggandeng tangan Aisyah dengan begitu erat.
Aisyah tersenyum kepada dokter Mahfud, saat mendengarkan perkataan pria itu.
Mereka berdua berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju Rumah sakit.
"Kau mau makan apa?" tanya Aisyah kepada Dokter Mahfud. Pria itu bingung untuk mencari menu makanan, sesaat kemudian akhirnya Aisyah yang memilih menu makanan itu.
"Kau tidak boleh makan makanan yang terlalu banyak minyaknya." ucap Aisyah yang kemudian memesan beberapa menu makanan.
Suara canda tawa terdengar hingga membuat seorang pria yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat mereka. Iqbal, ternyata pria itu terus-menerus mengikuti Aisyah Kemana pun dia pergi. dari Batam dia telah mengikuti Aisyah hingga ke Jakarta, entah apa yang diinginkan oleh pria itu masih dendam atau benar-benar cinta tidak ada yang tahu.
"Aku tidak akan membiarkanmu bahagia bersama siapapun, akan ku rebut kembali kau dari tangan pria itu." ucap Iqbaal yang terus-menerus mengikuti Aisyah.
Terlihat Aisyah tersenyum kepada Iqbal sembari mengambil makanan dari piring pria itu, Dokter Mahfud tersenyum kemudian mengelus puncak kepala Aisyah.
"Teruslah bersamaku hingga maut menjemputku." ucap Dokter Mahfud kepada Aisyah.
"Tidak, kau tidak boleh meninggalkanku. kau harus tetap bersamaku selamanya hingga maut benar-benar menjemput kita." ucap Aisyah yang membuat Dokter Mahfud begitu bahagia.
Kedua tangan Iqbal terus meremas meja tempat dia berada, pria itu benar-benar marah saat melihat pemandangan wanita yang dia suka itu bersama dengan pria lain.
** bersambung **