MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Perlawanan Aisyah.


Muka dari perawat itu langsung memucat saat Aisyah sudah memergoki dirinya berada di kantor sang suami.


"Dengarkan Nona, Aku tidak akan mengatakan sesuatu kepada Dokter Syah, tapi Jika kau berani memasuki kantor suamiku sekali lagi. aku berani menjamin kalau besok kau akan didepak dari rumah sakit ini. bahkan kau tidak akan diterima di seluruh rumah sakit yang ada di Indonesia!" seru Aisyah yang begitu marah saat dirinya melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau ada seorang wanita yang ingin mengganggu pernikahannya dengan sang suami pernikahan yang belum berjalan satu bulan ini.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja memang Dokter Mahfud adalah pria yang begitu tampan." jawab perawat tersebut.


Terlihat sekali kalau perawat itu benar-benar seperti membakar jerami, tentu saja hal itu akan membuat kebakaran yang begitu hebat.


"Baiklah kalau begitu, maka mulai sekarang kau akan dikeluarkan dari rumah sakit ini. aku jamin kalau kau tidak akan mendapatkan pekerjaan dimanapun." ucap Aisyah yang kemudian menelpon ayah angkatnya itu. Tidak pernah sekalipun Aisyah menggunakan kekuasaan Dokter Syah untuk melakukan sesuatu, namun kali ini berbeda. terlihat Aisyah sudah kehilangan pikirannya, wanita itu meminta bantuan kepada ayah angkatnya untuk memecat Seorang perawat yang ada di depan matanya.


"Sebentar lagi kau akan mendapatkan surat pemecatan atas dirimu, dan akan kupastikan kalau kau tidak akan bisa diterima di seluruh rumah sakit yang ada di manapun!" seru Aisyah yang kemudian menelpon pihak administrasi.


"Buat apa kau melakukan hal itu, Aisyah. dengan tanda tanganku dan dirimu, kita berdua bisa memecat wanita ini tanpa meminta persetujuan siapapun!" seru Kikan yang membuat Aisyah menatap wanita itu. terlihat sebuah senyum yang seperti mengejek.


Perawat itu tidak percaya kalau dirinya akan dipecat dari rumah sakit ini, sesaat kemudian notifikasi yang ada di ponselnya itu menunjukkan Kalau hari ini dan seterusnya dia tidak lagi bekerja di rumah sakit Dokter Syah.


Mukanya langsung memucat, saat mendapatkan notifikasi dari ponselnya perihal surat pemecatan.. tentu saja wanita itu tidak akan mengira kalau ke dua wanita ini adalah salah satu orang yang berkuasa di rumah sakit dokter Syiah.


"Baiklah Nona, perkenalkan Aku adalah Kikan istri dari Dokter Firdaus Aku adalah pemegang dari rumah sakit ini, dan perkenalkan dia adalah Aisyah direktur pemegang kedua dari rumah sakit ini. Jadi kami berdua berhak untuk memecat mu jika ada keteledoran pada karyawan yang ada di rumah sakit ini!" seru Kikan.


"Maaf, maaf Nyonya. Maaf aku tidak tahu, aku tidak bermaksud seperti itu!" seru perawat itu kepada Kikan.


"Pergilah dari sini dan segera kemasih seluruh barang-barangmu, karena aku tidak ingin melihat wajahmu di seluruh rumah sakit yang dimiliki oleh Papa mertuaku!" seru Kikan yang benar-benar sudah sangat marah saat ada seorang perawat itu mengejek dia dan Aisyah.


Tentu saja Tidak ada kata maaf bagi siapapun jika semuanya sudah terlihat di matanya.


"Aku sangat suka saat melihat semua sikap-sikap yang kau tunjukan itu, kau tidak boleh menjadi seorang istri yang lemah. kau harus berani mempertahankan suamimu, karena dia adalah hakmu." ucap Kikan yang kemudian mengajak Aisyah ke kantor mereka.


Benar kata Kikan, kalau Aisyah dan Kikan sekarang menjadi direktur utama di rumah sakit Dokter Syah yang ada di Jakarta.


Langkah kaki Aisyah dan Kikan terhenti ketika mereka berdua menatap kedua suami mereka telah keluar dari rapat para dokter.


"Hai.." jawab Kikan kemudian memberikan ciuman kepada sang suami.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Mahfud kepada sang istri. pria itu mendatangi istrinya lalu memberikan ciuman di keningnya.


"Kami baru menumpas para penjahat." jawab Kikan. Firdaus dan Mahfud nampak menatap satu sama lain. Bagaimana tidak, jawaban yang diucapkan oleh Kikan terasa bagaikan menonton film Ultraman.


"Memangnya kalian menangkap penjahat di mana?" tanya Mahfud kepada Kikan.


"Kami baru menangkap salah seorang penjahat di kantormu!" seru Kikan yang membuat Mahfud menatap Firdaus.


"Memangnya di kantor Mahfud ada penjahatnya?" tanya Firdaus.


"Tentu saja ada." jawab Kikan.


"Lalu, siapa penjahatnya?" tanya Firdaus kepada sang istri.


"Tuh.. tadi ada salah satu perawat yang memasuki kantor suamiku. bahkan memberikan kado misterius, setelah itu dia duduk di mejanya sambil tersenyum tidak bisa diartikan." jawab Aisyah yang nyerocos. lama-kelamaan Wanita itu bisa-bisa sangat mirip dengan Kikan, Bagaimana tidak.. setiap hari mereka berdua seperti lem dan perangko.


"Memangnya perawat mana yang kalian bicarakan?" tanya Firdaus kepada sang istri.


Akhirnya Kikan mengajak sang suami beserta Aisyah dan Mahfud. mereka berempat memasuki kantor direktur Rumah sakit tersebut, berarti kantor Aisyah dan Kikan. saat mereka di sana, kedua wanita itu menceritakan mengenai seorang wanita misterius yang selalu mengendap-ngendap di kantor tersebut


"Kalau begitu kita harus berhati-hati dong. kalau tidak.. bisa-bisa para wanita itu membuat kita semua kelabakan." jawab Firdaus yang membuat Kikan menganggukkan kepalanya.


"Lalu ngapain kau ke tempat Shamila?" tanya Mahfud kepada Kikan. kedua wanita itu langsung terdiam dan tidak berani menatap kedua pria yang ada di depan mereka.


"Tentu saja untuk melabraknya." jawab Kikan yang membuat kedua pria itu nampak menghela nafasnya begitu kasar. ternyata dendam yang dimiliki oleh ikan benar-benar sangat besar..


** bersambung **