MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Permintaan Iqbal


1 Minggu kemudian


Iqbal sudah berkerja di sekolah rumah sakit sekolah,


"Anak-anak mulai sekarang kalian akan di ajar oleh bapak, jadi bapak minta kerja samanya!" seru Iqbal.


"Ya pak!!" seru para murid.


"Hari ini di rumah ada perkumpulan keluarga seluruh keluarga berkumpul di rumah Aisyah.


Dokter Syah, Kikan Firdaus serta anak-anak, Jonathan Lia serta anak-anak, Iqbal, juga berada di sana. mereka semua berkumpul bagaikan sebuah keluarga.


"Oh ya, Lia. Apakah kau mau memasak sesuatu?" tanya Kikan.


"Memangnya ada apa?" tanya Lia.


"Nggak gitu, masakanmu beberapa hari yang lalu kan enak, kenapa tidak masak itu lagi?" tanya Kikan.


"Tentu Kalau kau mau, aku akan membuatkannya untuk kalian." ucap Lia.


Di rumah Aisyah terjadi kehebohan yang sangat luar biasa, apalagi anak-anak yang selalu bertengkar satu sama lain, kedua anak firdaus hari ini pulang untuk melihat keluarganya, beberapa hari lagi mereka akan kembali ke Inggris.


"Kak, Bagaimana sekolah di sana?" tanya Malik kepada Faiz dan Ramira.


"Memangnya kenapa?" tanya Faiz.


"Enak tidak sekolah di sana?" tanya Yusuf yang membuat Ramira dan Faiz nampak saling menatap.


"Sekolah dimanapun sebenarnya sama saja, tergantung kita yang sekolah." jawab Faiz.


"Oh ya Kak, Di sana ada banyak cewek cantik nggak?" tanya Yusuf.


"kamu ini cewek saja ditanyain." jawab Malik yang membuat Yusuf nampak mencibir saudaranya itu.


"Kau dan Emilia itu kan sama saja, sama-sama suka mencari gebetan." jawab Malik..


"Daripada tidak laku-laku sepertimu, mending secepatnya cari cewek biar nggak dikatain nggak laku." jawab Yusuf.


"Berani sekali kalian melakukan kan hal itu padaku, kalian berani membicarakanku dibelakangku. Apakah kalian tidak punya tata krama sama sekali!" seru Emilia, Kalau kami sedang membicarakan mu maka kami akan sembunyikan pembicaraan ini darimu. ini namanya Kami sedang mengatakannya terus terang padamu." jawab Malik.


"Oh ya Mbak Ramira, Mbak Ramira udah punya pacar belum?" tanya Syahila. Ramira menganggukkan kepalanya, wanita itu tersenyum sembari menceritakan seorang pria yang telah merebut hatinya.


"Mungkin Itu karena kalian kan masih sekolah, kemungkinan besar Papa kalian takut jika kalian berpacaran itu akan mengganggu sekolah kalian." jawab Ramira.


"Iya apalagi usia Kalian kan masih 15 tahun, Apa tidak sayang.. waktu seumur Kalian Kakak Faiz aja tekun sekolah tidak memikirkan pacar sama sekali." jawab Faiz.


"Benarkah Kak?" tanya Yusuf.


"Tentu saja." jawab Faiz.


Sore itu semua berkumpul, Suara canda tawa dan saling menceritakan kehidupan mereka masing-masing


"Oh ya Iqbal, ceritakan Mengapa para preman itu tiba-tiba ingin mencelakai mu?" tanya Aisyah .


Akhirnya Iqbal menceritakan semua kejadian waktu itu.


"Waktu baru keluar dari penjara aku menolong seorang gadis yang hendak diperkosa oleh para preman, dengan sekuat tenaga aku menyelamatkannya dan membawanya lari dari sana. itu kejadian 2 tahun yang lalu, namun ketika beberapa hari yang lalu mereka melihatku lagi tiba-tiba mereka langsung menyerang aku." jawab Iqbal.


"Lalu siapa wanita itu?" tanya Mahfud.


"Dia adalah Putri pemilik pondok pesantren tempat aku tinggal." jawab Iqbal. percakapan sore itu itu benar-benar membuka semua takdir, kesalahan-kesalahan pun akhirnya bisa dimaafkan dan bisa dilupakan. apalagi Aisyah tidak menaruh dendam kepada Iqbal.


"Oh ya Aisyah, bolehkah aku minta tolong padamu?" tanya Iqbal.


"Memangnya ada apa?" jawab Aisyah.


"Begini, mintalah tolong kepada Dokter Syah untuk melamarkan seorang wanita untukku, karena hanya Paman Jonathan dan suamimu adalah paman ku. karena kami sudah tidak punya orang tua bolehkah kamu minta Dokter Syah untuk melamarkan gadis itu untukku?" tanya Iqbal.


"Tentu saja, Mengapa aku tidak mau." jawab Dokter Syah yang tiba-tiba keluar dari dapur.


"Oh ya Aisyah sayang, nanti papa bungkus kan masakan yang ada di rumah semua ya, mau papa bawa pulang semua!" seru Dokter Syah yang membuat Kikan tidak terima.


Tidak boleh seperti itu dong Papa, aku juga mau.. masak Papa mau ambil semuanya!" seru Kikan.


"Kamu kan bisa masak, sedangkan Papa nggak bisa masak. kau ini perhitungan sekali sih sama papa!" seru dokter Syah yang kemudian meminta Aisyah untuk membungkus makanan yang sudah dia katakan.


Dengan segera Aisyah berdiri, wanita itu mencari kotak makanan untuk menaruh beberapa lauk pauk dan sayuran yang diminta oleh Dokter Syah. dengan segera Kikan mendekati Aisyah.


"Aisyah, sisain sedikit buat aku. jangan kasihkan Papa semua. Dasar papa masak semua masakan Mau dibawa pulang semua, Dia kira aku tidak mau apa." gerutu Kikan yang membuat Aisyah tersenyum.


** bersambung **