MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Sebuah kecurigaan


"Tidak apa-apa Pak." jawab Aisyah.


"lho kok pak lagi?" tanya Husein.


"Ya Mas.. Maaf Mas." jawab Aisyah.


"Nanti kau akan kemana?" tanya Husein kepada Aisyah.


"Nanti saya ada acara keluarga sama keluarga Dokter Syah, Mas." jawab Aisyah.


"Ya udah kalau gitu, kapan-kapan aku mau ke rumahmu ya..aku mau main sama anak-anak." pintar Husein. Aisyah hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak ingin terlalu dekat dengan pria manapun. karena dia ingin mencari keberadaan suaminya jika dia masih hidup. Aisyah yakin pasti dia akan menemukannya.


Satu bulan kemudian


Tiba-tiba Firdaus mendapat sebuah surat yang begitu rahasia, surat yang dilapisi beberapa amplop dan beberapa kertas yang sangat misterius. tulisannya begitu buruk namun Mahfud sedikit mengenal tulisan itu.


"Ada apa mas?" tanya Kikan.


"Entahlah, beberapa hari ini Mas mendapat surat yang begitu aneh." jawab Firdaus.


"Surat dari siapa?" tanyak Kikan.


"Mas juga tidak tahu, tapi kelihatannya surat ini surat yang begitu pribadi." jawab Firdaus.


"Pribadi Bagaimana?" tanya Kikan.


"Aku seperti mengenal tulisan ini, walaupun tulisan ini jelek sekali." ucap Firdaus yang kemudian memperlihatkan surat itu kepada Kikan.


"Ini kok seperti tulisan anak-anak Aisyah ya." ucap Kikan secara spontan. tentu saja Firdaus yang mendengar jawaban seperti itu tentu saja dia langsung mengecek kembali tulisan tersebut. karena salah satu anak dari Mahfud memang benar-benar memiliki tulisan yang begitu sama dengan papanya.


"Kau benar sayang, ini seperti tulisan salah satu anak Aisyah!" seru Firdaus yang kemudian menarik istrinya untuk ke rumah saudaranya itu.


"Kau mau ke mana Mas?!" seru Kikan.


"Kita akan ke rumah Aisyah." jawab Firdaus.


"Mau apa?" tanya Kikan.


"Sudah diam jangan banyak bicara!" seru Firdaus yang kemudian mengajak kita untuk segera ke rumah Aisyah. hari ini memang Aisyah pulang cepat karena wanita itu sedang masak di rumah kebesaran keluarga Dokter Syah.


Karena pria tua itu meminta Aisyah untuk datang bersama ke empat buah hatinya rumah Dokter Syah. rumah yang tadinya sepi kini sangat ramai karena kebisingan 4 anak Aisyah dan dua anak Firdaus juga ditambah anak Jonathan dan bayi Jonathan. tentu saja hal itu membuat rumah dokter sia seperti pasar pindahan.


"Ha-ha-ha... kakek senang kalian berkumpul seperti ini, rumah kakek serasa sangat hidup!!" seru Dokter Syah yang tertawa terbahak-bahak saat melihat delapan anak itu sedang bertengkar. bahkan bayi kecil milik Jonathan juga ikut bertengkar dengan para saudaranya yang berumur lebih tua.


"Mas Rizki ngapain sih ikut aja!" seru Emilia kepada Rizky Putra Jonathan.


Sedangkan anak Jonathan yang kedua adalah seorang putri diberi nama Farah Aisyah. memang Lia benar-benar ingin mempunyai anak dengan nama Aisyah, karena itu dia memberikan nama anak yang terkecil dengan nama Farah Aisyah, sekarang bayi Jonathan sudah berumur 4 bulan, bayi itu berusia sama dengan usia kecelakaan Mahfud dan Aisyah.


Suara di rumah dokter siap benar-benar seperti pasar yang sedang pindahan, bahkan Jonathan pun tidak ingin mendekati kedelapan anak yang sedang berkelahi itu.


"Hai Jonathan!" seru Dokter Syah kepada Jonathan. tentu saja Jonathan tersenyum sembari mendekati Dokter Syah.


"Kenapa kau tidak kemari?" tanya Dokter Syah kepada Jonathan. tentu saja pria itu tidak akan mau mendekati ke-4 bayi usil itu.


"Aku di sini saja Paman, kau tahu sendiri kan Paman.. kepalaku bisa pecah kalau berkumpul dengan 8 anak itu." jawab Jonathan.


"Ha-ha-ha... kau itu benar-benar pria yang sangat aneh, lihat mereka ini kan anak-anak yang sangat aktif?" seru Dokter Syah.


Tentu saja mereka itu anak-anak aktif, karena hal itulah membuat Jonathan langsung berlari sekencang mungkin Jika bertemu si kembar dan kedua anaknya yang begitu nakal.


"Bagaimana, Apakah kau sudah menemukan titik terang mengenai kecelakaan itu?" tanya Dokter Syah kepada Jonathan.


"Belum, tapi Aisyah yakin kalau suaminya masih hidup." jawab Jonathan.


"Tentu saja feeling Seorang Istri adalah feeling yang sangat tepat, jika Aisyah yakin kalau suaminya masih hidup itu berarti Mahfud benar-benar masih hidup." ucap Dokter Syah yang kemudian duduk bersama Jonathan dan meninggalkan kedelapan anak itu


Kikan datang bersama Firdaus, terlihat sepasang suami istri itu membawa begitu banyak makanan.


"Papa, Mama!" seru dua anak Firdaus yang sudah mendatangi orang tuanya. sedangkan ke empat anak kembar Aisyah langsung mendekati Firdaus dan Kikan. mereka adalah anak-anak yang begitu aktif hingga membuat rumah tempat Dokter Syah benar-benar seperti arena permainan.


Di sebuah ruangan Aisyah dan lain-lain berkumpul, mereka membicarakan sebuah kabar tentang Husein, seorang pria yang ternyata bukan hanya seorang pengusaha Tapi juga dia adalah salah satu anak angkat dari pria yang paling kaya yang ada di negara Jepang.


"Papa, Apakah Papa benar-benar tidak tahu siapa sebenarnya Tuan Husein?" tanya Firdaus kepada Papanya.


"Papa sudah menyelidiki tentang pria itu." jawab Dokter Syah.


"Lalu, apa yang Papa dapatkan?" tanya Firdaus.


"Kelihatannya pria itu adalah pria yang sangat berbahaya, Papa baru mengetahuinya setelah salah satu Dokter kenalan Papa mengatakan kalau pria itu dengan sengaja mengoperasi wajahnya." jawab Dokter Syah.


"Lalu, apakah Dokter itu memberikan foto pria itu sebelum melakukan operasi?" tanya Firdaus.


"Tidak, kelihatannya pria itu sudah lupa dengan wajah asli dari pria itu." jawab Dokter Syah.


"Entah mengapa saat aku bersama dengan Husein, perasaanku seperti waktu itu aku bersama dengan Brian." ucap Aisyah yang membuat Firdaus dan yang lain langsung terkejut. memang sudah 6 tahun lamanya mereka tidak pernah mendengar kabar mengenai Brian.


"Mengapa kau mengatakan hal itu?" tanya Firdaus kepada Aisyah.


"Entahlah Mas, tapi tiba-tiba perasaanku merasakan sesuatu yang aneh. perasaanku saat-saat bersama dengan Husein sama persis saat aku bersama dengan Brian, waktu itu kita harus bersandiwara untuk menyelamatkan suamiku dari semua kelicikan Brian!" seru Aisyah.


"Apakah kamu yakin?" tanya Firdaus.


"Tentu saja aku yakin Mas." jawab Aisyah.


"Kalau seperti itu kita harus mencari tahu mengenai Brian terlebih dahulu, karena jika kesimpulanku ini benar..kalau pria itu adalah Brian. maka kita harus berjaga-jaga dan waspada." jawab Firdaus.


1 kata dari Aisyah langsung menarik ulur permasalahan itu kepada Brian, entah mereka akan menemukan titik terang atau tidak. yang jelas ke enam orang itu harus mencari tahu keberadaan Brian mulai sekarang.


** bersambung **