
"HAPPY BIRTHDAY." ucap Mahfud kepada Aisyah. Aisyah tersenyum sembari mengucapkan terima kasih kepada pria itu, sebuah hadiah diberikan oleh Mahfud kepada Aisyah. kotak cincin telah dibuka yang membuat Aisyah begitu terkejut. Begitu pula dengan para kru pemotretan dan model.
"Maukah kau menikah denganku!" tanya Mahfud kepada Aisyah.
Aisyah begitu terkejut saat Mahfud mengatakan sebuah kata yang selalu di tunggu-tunggu oleh Aisyah.
Wajah Aisyah langsung memerah saat Mahfud melakukan hal itu. acara ulang tahun yang diadakan Kikan hari ini memang atas permintaan Mahfud, pria itu Ingin melamar Aisyah di depan seluruh teman-temannya, Jonathan begitu murka Bagaimana tidak di depan matanya saudara tirinya itu.
Seorang pria yang sama-sama berumur 35 tahun lebih,
"Terima, terima, terima, terima!!" seru para kru pemotretan dan para model teman-teman Aisyah. Aisyah semakin memerah ketika teman-temannya berseru seperti itu.
Deg..
Deg..
Deg..
Jantung Aisyah berdebar tidak menentu ketika di depan matanya sudah terlihat sebuah cincin pemberian Mahfud.
"Apa yang kau lakukan?!" seru Jonathan yang tidak terima saat Mahfud melamar Aisyah. tatapan mata orang-orang yang ada disana nampak menatap Jonathan yang terlihat marah ketika Mahfud melamar wanita pujaannya.
Mahfud menatap Jonathan, pria itu ternyata di sana.
"Aku tidak mengira kalau Jonathan akan tetap bersikukuh untuk mendekati Aisyah kembali." guman Mahfud dalam hati.
"Mengapa kau harus marah, sah-sah saja kan Kalau Mahfud melamar Aisyah!" seru Kikan kepada Jonathan.
"Aku tidak akan membiarkan kau melamar Aisyah!" seru Jonathan.
"Mengapa aku tidak boleh melamar dia?" terlihat Mahfud sudah meninggikan suaranya. saat acara itu tiba-tiba diganggu oleh Jonathan yang memang dari tadi di sana, tatapan mata para kru pemotretan dan yang lain terlihat menatap 5 orang yang sedang beradu mulut itu bagaikan acara drama televisi. Mereka terlihat selalu menatap dari satu tempat ke tempat yang lain.
"Kita seperti menonton drama televisi ya." ucap Ririn kepada teman-temannya.
"Kau benar, kita seperti disuguhkan tontonan gratis secara langsung." jawab Rina.
"Sudah jangan banyak bicara, kita lihat saja." ucap salah satu fotografer yang selalu menggoda Aisyah.
"Mengapa aku tidak boleh melamarnya, kita sama-sama pria yang mencintai Aisyah. Jadi mari kita biarkan Aisyah memilih siapa pria yang akan menjadi tambatan hatinya?!" seru Mahfud yang membuat Jonathan begitu geram.
"Aku tidak akan membiarkan dirimu memiliki Aisyah!" seru Jonathan.
Terlihat pria itu benar-benar sudah menjadi pria yang tidak tahu malu, Bagaimana tidak dia mengatakan hal itu seolah dirinya sudah yakin kalau Aisyah akan kan menjadi miliknya.
"Aku tidak akan memaksa Aisyah untuk menjadi milikku, aku mencintainya dengan segenap jiwaku. Aku tidak akan memaksa Jika dia tidak mencintaiku dan memilihku untuk menjadi pasangan hidupnya." ucap Mahfud.
Aisyah begitu terpukau dengan kata-kata yang diucapkan oleh Mahfud, memang benar Mahfud tidak pernah sekalipun memaksa Aisyah untuk menerima cintanya.
"Apakah kalian sudah selesai berbicara? ataukah kalian ingin terus berteriak-teriak seperti itu." ucap Aisyah.
Mahfud dan Jonatan langsung terdiam kedua pria itu menatap Aisyah yang terlihat sudah jengkel dengan kelakuan mereka.
"Aisyah, percayalah padaku.. tetaplah bersamaku untuk mengarungi kehidupan kita." pinta Jonathan kepada Aisyah.
Wanita itu hanya tersenyum, sedangkan Mahfud pria itu tidak ingin mengeluarkan sepatah kata pun. tatapan matanya hanya menatap Aisyah.
"Mengapa aku harus menerima mu? 2 tahun yang lalu kau sudah memutuskan apa yang harus kau putuskan, kau menerima istrimu yang telah pergi 5 tahun. mencampakkanku setelah memberikan janji indah kepadaku." ucap Aisyah.
Jonathan langsung tersentak saat mendengar kata-kata yang dikeluarkan Aisyah.
"Aku berjanji aku tidak akan mengulanginya kembali!" seru Jonathan yang memegang kedua tangan Aisyah.
"Kepercayaan itu harus dilandasi oleh dua hati, sama-sama memiliki rasa dan sama-sama saling mempercayai. tidak ada ada hati yang bercabang untuk mendapatkan kebahagiaan." ucap Aisyah.
Mahfud hanya diam sembari tersenyum.
"Apakah kau tahu saat kau mencampakkanku, setelah memberikan janji manis itu padaku aku seperti mayat hidup. Beberapa bulan yang lalu aku telah kau angkat dari jurang siksaan keponakanmu itu, sesaat kemudian Kau memberikan janji-janji manis kepada ku dan akan mengarungi bahtera rumah tangga berdua. namun ketika kau sudah bertemu kembali dengan istrimu malah kau mencampakkanku tanpa menatapku sama sekali. aku kehilangan arah, kehilangan kepercayaan dan kehilangan jati diri. hanya dia pria satu-satunya yang selalu menemaniku saat aku mengalami depresi, seperti wanita gila yang hanya bisa menatap langit ketika senja telah muncul." ucap Aisyah sambil menatap Mahfud Jonathan mengerti kemana arah tatapan mata Aisyah.
"Aku berjanji aku tidak akan pernah melepaskanmu, Aku berjanji akan selalu bersamamu dan aku tidak akan pernah menyakitimu lagi!" seru Jonathan sambil bersimpuh di depan Aisyah. wanita itu hanya tersenyum.
"Aku telah terluka, jika aku menerima janjimu dan terluka lagi...Apakah kau tahu bagaimana keadaanku nanti? aku tidak mau mengambil resiko dengan semua janji palsumu itu." jawab Aisyah yang kemudian meninggalkan Jonathan.
** bersambung **