
"Mentang-mentang cantik aja kalian sok jual mahal!" seru Adi yang membuat Syahila menoleh ke arah orang yang telah memanggilnya.
"Coba katakan sekali lagi!" seru Syahila.
"Walaupun Wajahmu cantik, tapi kalian sangat sombong!" seru Adi.
Syahila langsung mendekati Adi dan teman-temannya. Gadis itu langsung menjambak kera baju Adi dan memberikan pukulan kepada pemuda itu.
Buk..
Buk.
"Dengarkan aku, jangan sampai kalian berani menghina aku, walaupun kalian adalah kakak kelas dari saudaraku. maka kalian bisa aku katakan sebagai pria tidak punya kerjaan yang sukanya mencibir orang lain!" seru Syahila yang membuat Adi terduduk di tanah karena pukulan dari Syahila.
Malik dan Yusuf yang melihat hal itu, terlihat mereka benar-benar sedang menertawakan Adi yang dipermainkan oleh Syahila. Syahila dan Emilia adalah dua sosok yang memang tidak terlalu suka diganggu oleh para Pria.
"Ada apa ini?" tanya Firdaus yang melihat Syahila sedang mengajar beberapa siswa yang ada di sekolah tersebut.
"Tidak apa-apa Paman, kami hanya sedang memberikan sedikit pukulan kepada para pemuda yang mulutnya kurang bisa dikontrol." jawab Emilia.
"Memangnya Kalian mau apa kesini?" tanya Firdaus kepada Emilia dan Syahila. karena memang mereka berdua tidak sekolah di sana.
"Kami mau ke tempat Papa sama Mama, Paman." jawab Syahila dan Emilia.
"Lalu Paman lagi ngapain disini?" tanya Emilia dan Syahila balik.
"Kalian tahu kan terkadang Papa kalian dan Paman sering ke sini untuk membantu mengajari di sekolah ini." jawab Firdaus.
"Oh ya Paman, Kami pergi dulu ya, tolong Paman urus dua bocah yang sedang terkapar itu." ucap Syahila yang kemudian mengajak Emilia beserta Dua saudara kembarnya untuk ke tempat Mama mereka.
"Ternyata kedua Gadis itu benar-benar cewek jagoan." ucap Adi yang sudah terduduk. tatapan matanya menatap dua gadis cantik yang telah menghajar dirinya dan teman-temannya,
"Mereka cantik bahkan juga pandai membawa diri." ucap teman Adi.
"Suatu saat aku pasti akan mendapatkan salah satu dari mereka." ucap Adi.
Langkah kaki anak-anak Aisyah memasuki kantor Mama Mereka, terlihat di sana mereka menatap Mama mereka yang sedang meneliti beberapa berkas pasien bersama dengan Kikan .
"Hai Mama, Hai Tante!" seru Syahila dan saudara-saudaranya.
"Hai Sayang." jawab Aisyah yang kemudian mengulurkan tangannya, keempat anak-anak Aisyah mencium tangan Mama Mereka bergantian tangan Kikan.
"Tumben sekali Syahila kemari sama Emilia?" tanya Kikan.
"Iya Tante, kami ingin tahu seperti apa sih yang dilakukan tante sama Mama." jawab Syahila.
"Oh ya Ma, di mana Papa?" tanya Yusuf kepada Mamanya.
"Papa sedang ada operasi Sayang, memangnya ada apa?" tanya Aisyah.
"Ya sudah kalau gitu Kami mau ke kantin dulu Ma, Apakah mama sama Tante mau kami belikan sesuatu?" tanya Yusuf dan Malik.
"Tante sudah bawa bekal sayang, kalian cari makan aja sendiri." Jawab Kikan.
"Emilia, Syahila Kalian mau makan tidak?" tanya Malik.
"Aku ikut sama kalian saja sama Emilia." jawab Syahila.
"Mama beli makan tidak?" tanya Yusuf.
"Tadi kan Mama sudah bawa bekal sayang, jadi tidak usah." jawab Aisyah yang membuat anak-anaknya pergi ke kantin Rumah Sakit.
Langkah kaki ke-4 anak Aisyah terus menelusuri bangunan rumah sakit yang begitu besar itu, tatapan mata para perawat yang ada di sana menatap wajah cantik dan tampan dari anak-anak Aisyah dan Dokter Mahfud.
"Aku yakin kalau mereka adalah anak-anak Dokter Mahfud dan mbak Aisyah." ucap salah satu perawat.
"Memangnya kenapa?" tanya salah satu perawat yang lain.
"Soalnya wajah mereka sangat mirip sama Dokter Mahfud." jawab perawat yang lain.
"Iya, mbak Aisyah kan cantik Dokter Mahfud juga sangat tampan, tentu saja anak-anaknya cantik cantik dan tampan tampan." jawab para perawat.
"Halo sayang, tumben sekali kalian ke rumah sakit Kakek!!" seru Dokter Syah yang melihat anak-anak Aisyah dan Mahfud berada di rumah sakit.
"Kami cuma mau ke tempat Mama sama Papa, Kakek." jawab anak-anak Aisyah.
"Lalu di mana si kecil?" tanya Dokter Syah.
"Tentu di rumah Kakek." jawab Emilia.
"Kalian mau kemana?" tanya Dokter Syah.
"Kami mau ke kantin mau beli makan, Kakek." jawab Emilia.
"Ya udah kalau gitu kalian terusin aja ke kantin, Kakek mau ada ada operasi gawat darurat." ucap Dokter Syah yang kemudian memberikan kecupan di kening keempat anak-anak Aisyah.
"Dada kakek!" seru anak-anak Aisyah yang kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke kantin rumah sakit.
** bersambung **