MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Aisyah seperti kucing liar


Hari ini Mahfud mendapat surat perintah pemindahan dirinya ke salah satu rumah sakit kecil yang ada di kota Surabaya.


Tentu saja Dokter Syah tidak akan memisahkan Mahfud dengan sang istri, karena segala sesuatu yang telah mereka lalui beberapa bulan belakangan.


Hari ini Kikan dan Firdaus akan mengantarkan Aisyah dan Mahfud untuk pergi ke bandara,


"Berapa bulan kalian akan berada di rumah sakit Surabaya?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Aku tidak tahu, Mbak." jawab Aisyah.


"Mungkin satu bulan aku berada di sana." jawab Mahfud.


Akhirnya Mahfud dan sang istri memasuki bandara, terlihat disana tatapan sepasang suami istri itu menatap Kikan dan Firdaus. beberapa jam kemudian akhirnya sepasang suami istri itu telah sampai di Surabaya, sebuah kota yang terkenal dengan julukan kota pahlawan.


Di sebuah rumah sakit yang ada di kota Surabaya Mahfud harus menjalankan tugasnya sebagai Dokter spesialis penyakit dalam.


"Selamat datang Dokter!" seru salah seorang Dokter muda kepada Mahfud.


"Terima kasih, Dokter.' jawab Mahfud yang kemudian mengikuti dokter muda yang bernama Dokter Erik.


"Siapa wanita ini Dokter?" tanya Erik kepada Mahfud.


"Dia adalah Aisyah istri saya." jawab Mahfud.


Erik menatap Aisyah dengan tatapan mata yang penuh keingintahuan.


"Oh ya, setelah Dokter dari rumah sakit ini saya akan mengantar Dokter Mahfud ke salah satu itu rumah dinas rumah sakit ini." ucap Erick kepada Mahfud.


Aisyah dan Mahfud menganggukkan kepalanya, terlihat Aisyah memang tidak pernah ke kota Surabaya. sebuah kota yang terkenal dengan bahasa Jawanya yang sangat kental.


"Mas nanti kalau habis dari sini ajak aku jalan-jalan di kota ini ya." ucap Aisyah kepada sang suami.


"Tentu saja, Sayang." jawab Mahfud.


Tatapan mata Erik menatap seorang wanita muda yang menjadi istri dari Mahfud.


"Sepertinya mereka mempunyai perbedaan usia yang cukup jauh." ucap Erik yang menatap Aisyah dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Halo bro, piye kabare!" seru salah seorang pemuda yang menyapa Dokter Erik.


"Apik-apik wae bro." jawab Dokter Erik yang menjabat salah satu kenalannya yang ada di rumah sakit tersebut.


"Lah.. awakmu ambek sopo iki?" tanya teman Erik kepada Erik.


"Dokter Mahfud, kenalkan ini teman saya Yudi dia adalah salah satu pengusaha yang ada di kota Surabaya ini." jawab Erik.


"Perkenalkan nama saya Mahfud!" seru Mahfud.


"Saya Yudi, teman Dokter Erik." jawab Yudi yang kemudian menjabat tangan Dokter Mahfud. terlihat ketiga pria itu tertawa seperti sudah saling mengenal cukup lama.


tatapan mata Yudi menatap seorang wanita yang wajahnya sedikit mirip dengan mantan kekasihnya, Namun sayang mantan kekasih Yudi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu karena sakit kanker.


"Hai saya Yudi." sapa Yudi kepada Aisyah. Aisyah menganggukkan kepalanya dan menjabat tangan Yudi. Entah mengapa Yudi begitu terpesona dengan wajah Aisyah yang begitu mirip dengan almarhum kekasihnya yang telah meninggal.


"Oh ya Dokter Erik, saya harus masuk ke dulu karena saya ada janji dengan kepala Dokter yang ada di rumah sakit ini." ucap Mahfud kepada Erik.


"Oh ya Dokter, saya lupa Anda ditunggu oleh Dokter Zulfikri diruangannya." jawab Erik yang kemudian meminta tolong pada salah satu perawat Untuk mengantarkan Dokter Mahfud dan sang istri.


Tatapan mata Erik dan Yudi terus menatap Aisyah yang telah mengikuti sang suami,


"Aku gak ngerti lho Erik, nek bakal ono arek wedok sing rupane persis temen Karo mantanku." ucap Yudi kepada Erik.


"Ojo macem-macem, Aisyah iku bojone Dokter Mahfud. nggak bakalan Dokter Mahfud ngeculno bojone." jawab Erik yang kemudian mengajak Yudi keluar dari rumah sakit tersebut.


Sedangkan Mahfud memasuki sebuah ruangan tempat Dokter Zulfikri.


"Selamat pagi Dok!" seru Mahfud kepada dokter Zulfikri.


"Selamat pagi setengah siang Dokter!" jawab Dokter Zulfikri sambil tersenyum dan menjabat tangan Dokter Mahfud.


"Alhamdulillah kalau mau datang ke sini, Dokter Mahfud. karena aku sangat kebingungan untuk mencari bantuan dari beberapa Rumah sakit mengenai salah satu keluarga temanku yang mengalami penyakit dalam." jawab Dokter Zulfikri.


Aisyah menatap Pria tua yang masih terlihat tampan itu.


"Apakah dia istrimu?" tanya Dokter Zulfikri kepada Mahfud.


Pria itu menganggukkan kepalanya.


"Namanya Aisyah, istri saya. wanita yang paling saya cintai." jawab Mahfud.


Aisyah mengeluarkan tangannya dan mencium tangan Dokter Zulfikri.


"Oh ya Dokter Mahfud, Sebenarnya saya meminta tolong mengenai salah satu pasien saya yang sedang sakit dan penyakitnya itu sangat aneh." jawab Dokter Zulfikri.


Akhirnya pembicaraan itu harus mereka selesaikan dan Dokter Zulfikri meminta Mahfud dan sang istri kembali ke rumah asrama para Dokter. di sebuah tempat yang telah disediakan oleh pihak rumah sakit.


"Kau bersabar ya sayang, kita disini hanya 1 bulan saja. Setelah itu kita akan kembali ke Jakarta." ucap Mahfud yang kemudian mencium pucuk kepala Aisyah.


"Aku tidak peduli dimanapun yang penting aku tetap bersamamu." jawab Aisyah yang kemudian menarik leher sang suami dan memberikan ciuman yang begitu memabukkan.


Tentu saja Mahfud tidak akan menolak karena dia adalah pria normal yang menginginkan sentuhan sentuhan hangat dari sang istri. malam itu akhirnya terjadi di pertempuran cinta sepasang suami istri, gairah yang beberapa bulan tidak bisa tercapai kini seolah telah mereka dapatkan. malam itu menjadi malam yang bergairah bagi Mahfud dan Aisyah.


Gerakan dan desahan memberikan suasana yang begitu romantis saat kedua manusia itu telah dilanda rindu setelah beberapa bulan tidak bertemu. malam itu telah terjadi pencapaian Cinta dari Aisyah dan Mahfud yang membuat mereka harus tertidur setelah melakukan sunnah Rasul mereka.


** bersambung **