
2 tahun kemudian
Sekarang usia anak-anak Aisyah dan Mahfud sudah 6 tahun. sedangkan anak Jonathan berusia tiga setengah tahun, sekarang Lia sudah hamil lagi dan beberapa hari lagi akan melahirkan.
"Kalian sedang apa disini?!" tanya Jonathan kepada 4 anak-anak Aisyah.
"Kami lagi menjenguk kakak Rizky, Paman!!" seru Malik dan Yusuf.
"Ya udah, masuk saja Paman lagi mau buat nasi goreng." jawab Jonathan. 4 anak kembar itu langsung berlari sambil mendorong tubuh Jonathan hingga pria itu hendak terjungkal. tatapan mata Jonathan menatap ke-4 anak Aisyah dan Mahfud, Entah mengapa Bukannya ke kamar Rizky namun keempat bocah itu langsung ke dapur rumah Jonathan.
Langkah kaki Jonathan mengikuti keempat bocah itu ke dapur rumah miliknya, terlihat tatapan matanya menatap 4 anak itu yang sudah terduduk manis dan berjajar rapi di meja makan dapur.
"Lagi ngapain Kalian disini?" tanya Jonathan kembali.
"Katanya Paman buat nasi goreng, Kami tunggu Paman.. kami lapar!!" seru Emilia dan Syahila. Jonathan langsung menepuk jidatnya.
"Ngapain juga tadi aku ngomong seperti itu, lihat mereka sudah bersiap siaga dan sudah duduk rapi seperti ini. padahal aku saja belum membuat nasi goreng itu." gerutu Jonathan dalam hati sambil menatap 4 bocah yang sudah tersenyum begitu manis.
Tuk..
Tuk..
Tuk..
Keempat bocah itu terus memukul meja makan yang ada di dapur.
"Kalau mereka melakukan hal itu terus.... bisa-bisa kepalaku ini pecah, lihat lah bukannya membuatku konsentrasi memasak nasi goreng mereka malah membuat irama yang begitu membuatku sakit kepala." gerutu Jonathan.
Sesaat kemudian ternyata Rizki sudah turun dan bergabung dengan ke empat saudaranya, jadi lengkap lah mereka menjadi power rangers.
Tatapan mata Jonathan menatap nasi goreng, dia ingin segera menyelesaikan ritual memasak dan menyajikannya pada keempat bocah yang super rese lalu meninggalkan mereka.
Saat Jonathan mematikan kompornya, terlihat tatapan matanya menatap putranya yang sudah bergabung di meja makan. tentu saja hal itu membuat Jonathan langsung terkejut bukan main.
"Makan, makan, makan!!" seru ke 5 bocah yang dijuluki sebagai power ranger itu sudah membuat gaduh dapur yang ada di rumah Jonathan.
"Adik kembar lagi ngapain disini?!" seru Rizki kepada keempat saudara kembarnya.
"Kami mau numpang Makan.* jawab 4 bocah kembar itu.
"Bisa Diam tidak!" seru Jonathan yang sangat marah karena kelima bocah itu terus-menerus membuat suara yang begitu gaduh.
"Ndak bisa ayah, Rizki sudah lapal!" seru Rizki yang meminta ayahnya segera menyajikan nasi goreng di meja.
"Kakak Rizky umurnya berapa sekarang?" tanya Yusuf kepada Rizky.
"4 tahun." jawab Rizki.
"Bukan, umur Kakak Rizki itu sekarang 3 setengah tahun." jawab Emilia.
"Nggak ada umur setengah-setengah, umur Rizki sekarang 4 tahun!" seru Rizki yang tidak terima karena umurnya dikasih setengah.
"Kenapa kalian kemari? tidakkah kalian harus sekolah?" tanya Jonathan kepada keempat keponakannya itu.
"Hari ini kami libur Paman, besok kami sekolah." jawab Yusuf.
"Kok bisa begitu?" tanya Jonathan kembali.
"Iya paman, soalnya dalam satu minggu kan liburnya 1. Jadi kami ambil libur 1." jawab Yusuf yang membuat Jonathan menggelengkan kepalanya.
"Libur satu itu bukannya harus membolos 1 hari, kalian itu harus sekolah kalau tidak kalian itu tidak akan bisa pandai dan tidak bisa kaya!" seru Jonathan dengan suara yang agak emosi saat menghadapi 4 bocah kembar plus putranya.
"Ternyata Paman Nathan itu ketus banget ya, sama kayak bibik Kikan!" seru Malik yang membuat Jonathan langsung melotot.
"Kalian ini mulutnya seperti apa, seperti siapa sih! ember banget!" cibir Jonathan.
"Kata mama sama papa mulut kami ember kayak Paman Nathan!" seru Emili yang membuat Jonathan melotot kembali.
"Ya nggak bisa gitu dong, kalian ini kan bukan anak paman.. ngapain di sama-samakan sama paman!" seru Jonathan yang tidak terima karena dirinya disebut bermulut ember.
"Ih Paman Nathan benar-benar nggak seru, nggak asik, udah jutek ngasih makannya sedikit pelit lagi!" seru Syahila yang membuat Rizki menganggukkan kepalanya.
"Benar adik Syahila, papa itu orangnya pelit, pelit, pelit, pelit!" seru Rizki yang membuat Jonathan menunjuk putranya dengan sendok.
"Kalau Papa pelit enggak bakal kamu ku belikan susu, ku belikan mainan dan dibelikan Papa segala hal!" seru Jonathan yang tidak terima karena dirinya disebut pelit oleh putranya.
** bersambung **