
"Tenanglah Kikan, Nanti malam aku akan membuat tendangan penalti." ucap Mahfud yang membuat Aisyah langsung mencubit perut sang suami
"Jangan macam-macam ya Mas." ucap Aisyah yang wajahnya sudah bersemu merah.
"Kenapa Kau bilang seperti itu, tentu saja kalian sudah bisa melakukannya. hubungan kalian kan sudah halal!" seru Kikan
Suara canda tawa terus menggelegar di tempat itu, Sedangkan seorang wanita yang menatap dari meja lain yang ada di kantin itu. wanita itu begitu geram, Bagaimana tidak.. Ternyata Dokter Sarah sedang berada di kantin yang tidak jauh dari Mahfud dan Aisyah. Wanita itu sangat geram, matanya terus menatap Mahfud yang sedari tadi memegang tangan sang istri.
"Dasar wanita brengsek, kalau aku tahu kemarin adalah acara pernikahan. akan buat rencana itu berantakan dan hancur." guman Sarah dalam hati saat melihat kemesraan pasangan yang baru menikah itu.
"Kalian kan Nanti pulang sore, segera lakukan malam pertama. Apakah kau tidak malu masa sudah 3 hari menikah kalian belum merasakan wik wik." ucap Kikan yang membuat ketiga orang yang bersamanya tertawa terbahak-bahak.
"Aku tidak pernah mengira kalau istrimu itu seperti ini, Firdaus. benar-benar seperti komedian yang ada di televisi." ucap Mahfud yang membuat Firdaus menghela nafasnya sangat kasar
"Entahlah aku lupa dimana aku dulu menemukannya." jawab Firdaus yang membuat Kikan langsung memukuli tubuh suaminya itu. benar-benar keempat orang itu adalah keluarga yang sangat serasi
Tatapan jengkel dan geram terus ditunjukkan oleh Dokter Sarah, Karena Wanita itu benar-benar tidak ingin Mahfud menjadi milik wanita lain.
"Akan kupastikan kalau kau tidak akan pernah mendapatkan Mahfud." ucap Dokter Sarah.
Sesaat kemudian, Wanita itu telah meninggalkan kantin Karena dia sudah tidak bisa melihat pemandangan Mahfud bersama sang istri. siang itu telah berlalu, Hal itu membuat sore telah menunjukkan sinarnya.
Hari ini Mahfud mengajak sang istri untuk jalan-jalan di sekitar tempatnya, dia ingin kehidupannya bersama Aisyah terus diwarnai kebahagiaan. apalagi sakit yang dia rasakan terasa ringan ketika Aisyah memberikan dia semangat hidup.
Sebenarnya Mahfud mengalami gagal jantung ketika dia kecil, namun saat dia sudah bersama dengan Dokter Syah.. sang dokter terus berusaha untuk mencarikan donor jantung, namun donor jantung itu gagal.
Entah mengapa semua yang direncanakan oleh Dokter Syah seperti ada seseorang yang ingin menghancurkannya. hingga kini Mahfud Belum bisa mendapatkan donor jantung dari seseorang dia berani membayar berapapun agar dia bisa melihat senyum sang istri untuk waktu yang lama.
Aisyah mengetahui hal itu, namun wanita itu menerima segala kekurangan dan kelebihan Mahfud. bahkan Aisyah sudah meminta Mahfud untuk menjadikan dirinya sebagai tambatan hatinya, hidup bersama dan akan mendapatkan donor jantung untuk sang suami.
"Oh ya Sayang, apakah Kau sudah mendapat kabar mengenai pendonor itu?" tanya Aisyah kepada sang suami.
"Sebenarnya kemarin aku sudah mendapatkan pendonor itu, sayang. keluarga itu telah meninggal karena kecelakaan, salah satu keluarganya menghubungiku untuk mendonorkan jantung salah seorang Putra Mereka. kami sudah berbicara, Entah mengapa tiba-tiba keluarga itu bilang dia tidak ingin mendonorkan jantung Putra mereka yang telah meninggal." jawab Mahfud.
"Tenanglah suamiku, kita pasti akan mendapatkan pendonor jantung itu. aku tidak akan menyerah, Aku juga sudah menginformasikan ke beberapa orang-orang yang ada di dekatku. bahkan Papa juga sudah mencari ke semua temannya." jawab Aisyah.
Sering sekali Aisyah melihat Mahfud merasakan sakit yang teramat besar ketika mereka belum menikah. wanita itu tahu bagaimana rasanya kehilangan, setelah saat itulah benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Aisyah untuk Mahfud. sebuah cinta yang ingin diberikan oleh Aisyah hanya untuk Mahfud, hanya dia pria satu-satunya yang ingin dijadikan pelabuhan hatinya.
"Tentu saja Sayangku, aku akan berumur panjang dan mendapatkan pendonor itu. aku akan selalu bersamamu dalam suka dan duka, hingga kita mempunyai anak yang sangat banyak." ucap Mahfud yang kemudian meminta sang istri untuk mengambil bahan-bahan makanan untuk mereka masak nanti malam.
"Kau ingin masak apa?" tanya Aisyah kepada sang suami.
"Nasi goreng sama kita buat seafood saja." Jawab Mahfud. terlihat Aisyah bersemangat saat mendengar permintaan sang suami.
"Nanti malam kan sudah selesai, kita lakukan olahraga ya." bisik Mahfud kepada Aisyah.
wanita itu wajahnya langsung bersemu Merah saat mendengar permintaan sang suami. tidak ada suara yang keluar dari Aisyah, namun anggukan kepalanya mengatakan kalau wanita itu menyetujuinya.
Mahfud tersenyum sembari menundukkan kepalanya dan mencium pipi sang istri.
"Ini di minimarket, jangan berbuat macam-macam." ucap Aisyah yang membuat Mahfudz tersenyum malu sambil menatap di sekelilingnya. sesaat kemudian Akhirnya mereka pulang untuk melakukan ritual masak berdua.
30 menit kemudian
Mahfud dan Aisyah sudah sampai di tempat mereka. sebuah rumah minimalis yang tidak terlalu besar namun penuh dengan kebahagiaan.
"Aku akan mandi dulu, setelah itu aku akan membantumu sayang." seru Mahfud.
Aisyah menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia mengikuti sang suami untuk mandi.
Malam semakin larut, membuat rona cinta mereka telah menggambarkan keindahan. tatapan Mahfud menatap sang istri yang memakai handuk di tubuhnya, langkah kaki pria itu mendekati sang istri karena debaran jantungnya telah menuntun.
Mahfud memberanikan diri untuk menyentuh tubuh sang istri, pria itu memberikan kecupan hangat dan memberikan belaian-belaian yang begitu menggoda. terlihat Aisyah menerima sentuhan sang suami, wanita itu memejam matanya sembari merasakan belaian sang suami.
Belaian itu telah menuntun mereka hingga menuju ranjang di kamar mereka. ciuman demi ciuman dilabuhkan oleh Mahfud untuk sang istri, hingga menuntun mereka pada pergulatan malam yang membuat keperawanan Aisyah telah menjadi milik Mahfud. suara erangan dan desahan dari sepasang pengantin itu membuat debaran cinta mereka semakin membara.
Malam indah itu telah mereka lalui, sesaat kemudian sepasang suami istri itu membersihkan diri mereka. karena perut keroncongan mereka telah mengatakan kalau mereka berdua benar-benar telah melakukan olahraga dengan sangat panjangnya.
** bersambung **