MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Acara lamaran


Seorang wanita yang telah marah-marah karena melihat Jonathan begitu kesal dengan media sosial itu. Lia akan membantu Jonathan untuk mencari Siapa pemilik dari akun media sosial yang menyebarkan sebuah berita yang begitu memalukan.


"Aku pasti akan membuatmu masuk penjara, karena telah membuat orang yang ku cintai merasakan malu seperti ini." ucap Lia yang kemudian meminta salah satu detektif untuk mencari tahu siapa pemilik media sosial yang sudah diketahui oleh Lia.


Salah satu agen dari sebuah iklan datang untuk mencari Aisyah dan Kikan.


"Mbak Kikan, ada salah satu tamu yang ingin bertemu dengan mbak Kikan." ucap salah satu sekretaris Kikan.


"Siapa dia?" tanya Kikan kepada sekretarisnya.


"Saya tidak tahu Mbak." Jawab sekretaris Kikan.


"Lebih baik kau suruh dia masuk, kemungkinan ada sesuatu yang penting yang ingin dia bicarakan." ucap Aisyah yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi kantor.


Dua orang pria dan wanita sudah memasuki kantor Kikan, terlihat kedua pria itu tersenyum sembari menjabat tangan Kikan.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Ki kan kepada kedua orang itu.


"Apakah ini Mbak Kikan, lalu di mana Mbak Aisyah?" tanya kedua orang itu.


"Aisyah?" tanya Kikan.


"Iya." jawab kedua orang itu.


"Dia masih ada di kamar mandi, Memangnya ada apa!" tanya Kikan kepada dua orang itu.


"Maaf Mbak, saya adalah salah satu pengembang acara televisi yang ada di suatu perusahaan. saya ingin membicarakan kontrak kerjasama dengan mbak Jikan dan Mbak Aisyah." ucap seorang pria yang ternyata dia adalah salah satu direktur sebuah perusahaan iklan.


"Memangnya kalian akan membuat iklan apa?" tanya Kikan.


Salah satu orang Itu menjelaskan kepada Kikan mengenai semua perencanaan perusahaan.


"Saya tidak tahu, sebaiknya kau berbicara sendiri dengan adikku itu. karena kami adalah salah satu pegawai di perusahaan ini, kami bukan model." jawab Kikan yang kemudian menyuruh sekretarisnya itu untuk membuat minuman untuk dua tamunya itu.


Ternyata kedua orang itu ingin menawarkan kepada Aisyah dan Kikan untuk menjadi salah satu model iklan di perusahaan mereka. tentu saja mereka tidak akan bisa karena mereka sudah menanda menandatangani kontrak di perusahaan kosmetik.


"Coba tadi kita menandatangani kontrak itu, aku bakal jadi artis..."ucap Kikan kepada Aisyah.


"Oh benar.. artis itu orang yang menyebalkan, banyak sekali tantangan dan godaan yang harus dihadapi." ucap kikan yang kemudian meminta salah satu sekretarisnya untuk membuat jadwal ulang rapat perusahaan.


"Setelah kejadian itu, akhirnya aku tidak pernah melihat Jonathan berseliweran di perusahaan ini." ucap Kikan kepada Aisyah.


"Sudahlah Mbak, lebih baik tidak usah mengatakan apapun tentang pria itu, aku malah senang kalau dia tidak pernah menampakan diri lagi di dekatku. dengan begitu hidupku akan lebih bahagia dan tidak akan diganggu lagi olehnya." ucap Aisyah.


"Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang setelah kau membuat kekasihku menderita." ucap Lia yang ternyata mendengar dari balik pintu kantor Kikan.


Tiga hari kemudian akhirnya Mahfud benar-benar membuat acara pesta lamaran untuk Aisyah. pria itu akan melamar Aisyah kepada Dokter Syah, seorang pria yang telah mengangkat Aisyah menjadi putri angkatnya.


Acara yang diadakan oleh Dokter Syah benar-benar akan menjadi acara yang sangat meriah. apalagi disana seluruh teman Dokter Syah akan diundang.


"Maaf Ayah, apakah acara ini tidak terlalu berlebihan. ini hanyalah acara lamaran saja, lalu Mengapa acaranya seheboh ini. seperti acara pernikahan saja?" tanya Aisyah kepada ada Dokter Syah.


"Ayah sudah lama tidak mengadakan acara seperti ini, tentu saja Ayah ingin melakukan sesuatu dan mengumpulkan teman-teman Ayah untuk ayah kenalkan pada seorang putri Ayah yang sangat cantik." jawab Dokter Syah yang kemudian memberikan pengertian kepada Aisyah.


Memang Aisyah bukanlah seorang wanita yang suka keglamoran ataupun kemewahan yang berlebihan. hari ini acara lamaran dari Mahfud diadakan secara meriah oleh dokter Syah, walaupun Aisyah sudah meminta untuk acaranya diadakan secara sederhana. apalagi Dokter Mahfud adalah Dokter yang sangat terkenal hingga ke Singapura.


"Ternyata Gadis kecilku ini wajahnya begitu cantik!" seru Kikan yang sudah memasuki kamar Aisyah.


"Memangnya Dari mana saja mbak Kikan ini, baru tahu kalau aku cantik." jawab Aisyah sambil tersenyum.


"Pantas saja Mahfud sampai klepek-klepek sama kamu." ucap Firdaus yang kemudian memberikan sebuah kado untuk Aisyah.


"Ini untuk apa Mas?" tanya Aisyah kepada Firdaus. Mas Firdaus kan cuma satu kali memberikanmu hadiah waktu itu, mas Firdaus ingin memberikan hadiah sesuatu yang ingin mas berikan, tapi kau tidak boleh membuangnya." ucap Firdaus yang kemudian membuka kotak hadiah itu dan ternyata kotak hadiah itu berisi si sebuah gelang yang sama dengan Kikan.


"Gelangnya sama dengan punya Mbak Kikan, mas?" tanya Aisyah kepada Firdaus.


"Aku ingin kau memakainya, karena mas ingin adik dan istri mas ini menjadi di keluarga Mas yang tidak akan pernah Mas tinggalkan." ucap Firdaus yang kemudian memberikan kecupan di pucuk kepala Aisyah.


Wanita itu meneteskan air matanya,


"Sebentar lagi kau akan menjadi istri dari Mahfud, Aku harap kamu akan menjadi wanita yang sangat berani, tangguh dalam menghadapi segala rintangan." ucap Kikan yang kemudian mencium pipi Aisyah ketika orang itu saling berpelukan seperti seorang yang akan berpisah jauh.


** bersambung **