
Brian, Pria itu telah merencanakan sebuah rencana Untuk menggeser posisi Mahfud dan menggantikan tempat pria itu. Brian sudah menunggu waktu yang tepat untuk membuat suatu rencana yang akan dia lakukan, dengan sangat sabar pria itu menunggu waktu yang telah ditentukan guna meminta seorang pembunuh yang telah dia bayar. waktu itu Brian merencanakan rencananya, ternyata pria itu sudah berada di Indonesia berada dekat dengan Mahfud dan Aisyah.
Pria itu menyamar sebagai salah satu orang yang berada di samping Aisyah dan Mahfud. tentu saja sepasang suami-istri itu tidak mengetahuinya, apalagi sekarang Mahfud sedang mengalami ngidam yang membuat dirinya tidak terlalu fokus dengan orang-orang yang ada disekitarnya.
Usia kandungan Aisyah sudah menginjak 6 bulan. itu artinya wanita itu akan melakukan USG untuk mengetahui berapa jumlah pasti dari bayi yang dia kantung, apalagi orang-orang yang di sekitarnya selalu membuat kehebohan hingga membuat Aisyah selalu terusik dengan kehadiran mereka.
Bahkan nama dari anak kembar Aisyah sudah disiapkan oleh Jonathan dan Kikan, Hal itu membuat Mahfud sering sekali merasa kesal dengan kedatangan dua orang itu. namun bagaimanapun kedua orang itu adalah saudaranya, tidak mungkin baginya untuk mengusir 2 perusuh itu.
Jonathan dan Lia sering sekali mendatangi rumah sakit tempat keberadaan Aisyah dan Mahfud, mereka selalu mencari alasan untuk bisa melihat pertumbuhan bayi yang ada di kandungan Aisyah. sebenarnya Jonathan kan bisa membuat anak sendiri, ngapain juga dia harus selalu mencari alasan ke tempat Aisyah.
"Sayang nanti kalau kau hamil kembar banyak ya!!" seru Jonathan kepada sang istri.
Tentu saja Lia menghela nafasnya sangat kasar sembari melotot kepada sang suami.
"Kau tahu Aisyah, dari hari kehari aku ingin sekali meracuni Kakak iparmu ini. bagaimana Tidak.. dia selalu meminta anak kembar dengan jumlah yang banyak, dia kira melahirkan itu gampang apa. dengan sekali ngeden langsung keluar anak kembar?" seru Lia yang membuat Aisyah menghela nafasnya begitu kasar.
Sesaat kemudian Aisyah menarik tangan Lia agar duduk dengannya, tentu saja hal itu membuat Jonathan marah karena menghalangi pandangan Jonathan ketika menatap perut Aisyah.
"Kau tahu enggak Mbak Lia, aku begitu pusing melihat kelakuan suamimu dan mbak Kikan kalau mereka berdua terus berada di sampingku. bisa-bisa anak kembar ku ini sifatnya seperti mereka berdua." ucap Aisyah yang membuat Lia menganggukkan kepalanya.
"Kalau kau mempunyai anak yang mempunyai sifat seperti suamiku dan Kikan, maka kau harus bersiap-siap membeli obat sakit kepala dengan jumlah yang begitu banyak." jawab Lia yang membuat Aisyah langsung menatap wanita itu.
"Kalau anakku benar-benar kembar ya Mbak Lia, aku nggak mau punya anak lagi. lihatlah kalau mereka benar-benar dalam jumlah diatas 3, lalu aku harus bagaimana saat merawat mereka?" tanya Aisyah kepada Lia.
"Tenang saja, mas mu itu sudah bersedia membawanya 1." jawab Lia.
"Ya nggak bisa gitu toh Mbak, ini kan anakku!" seru Aisyah.
"Kenapa sih Kau pelit sekali Aisyah?!" seru Jonathan kepada Aisyah.
"Mas Nathan itu ya, ngapain minta minta anakku! Mas Natan kan bisa membuat anak sendiri dengan Mbak Lia!" seru Aisyah yang membuat Jonathan menatap sang istri.
"Mbak mu itu nggak mau ku suruh membuat anak kembar." jawab Jonathan.
"Mbak Lia benar, aku saja kalau jalan terkadang males." jawab Aisyah.
"Gimana rasanya Aisyah?" tanya Lia.
"Capek Mbak, berat...." jawab Aisyah.
"Kalau gitu aku nggak mau ah punya anak kembar." ucap Lia yang membuat Jonathan langsung duduk di samping sang istri.
"Kau tidak boleh begitu sayang, kau tidak boleh mengingkari anugerah yang diberikan oleh Tuhan. kau harus menerimanya berapa banyak anak yang ada di kandunganmu itu, maka aku akan menerimanya...kau tahu sendiri kan aku sudah tidak punya keluarga selain Mahfud." ucap Jonathan dengan mimik wajah yang begitu kasihan. hingga membuat Lia tidak mau menatap wajah suaminya itu.
"Akting Mas Nathan ini dari hari ke hari kok semakin baik ya." ucap Aisyah yang membuat Jonathan melotot kepada adik iparnya itu.
"Kau benar Aisyah, bahkan suamiku ini dari hari ke hari membuatku semakin malas makan." jawab Lia.
"Jangan malas makan dong Mbak, nanti malah Mbak Jadi tambah kurus." jawab Aisyah.
"Bagaimana tidak, Dia memberikan aku vitamin penyubur kandungan. mas mu itu sampai bertanya kepada Dokter, Apakah aku bisa mempunyai anak kembar dan Bahkan dia meminta dokter itu untuk melakukan proses inseminasi buatan anak kembar loh!" Lia yang kemudian menundukkan kepalanya karena dia benar-benar geram kepada sang suami.
"Yang sabar ya Mbak..." ucap Aisyah.
"Aku sudah sabar Aisyah.." jawab Lia.
Jonathan terus menatap perut Aisyah, sesaat kemudian nampak terlihat sebuah gerakan di perut Jonathan yang membuat pria itu sangat kegirangan.
"Lihatlah istriku! perut Aisyah bergerak, pasti anaknya sedang main sepak bola didalam sana!" seru Jonathan yang membuat Aisyah tertawa terbahak-bahak.
"Ha-ha-ha.... mas kira di perutku ini ada lapangan sepak bola apa!" seru Aisyah tertawa sembari mengelus dadanya. karena dia tidak ingin anak-anak yang ada di perutnya itu mempunyai sifat seperti Jonathan.
** bersambung **