MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Biang kerok


2 tahun kemudian


Usia anak Aisyah dan Mahfud sekarang sudah 4 tahun. hari-hari yang dijalani oleh Aisyah dan Mahfud begitu membahagiakan, keempat anak-anak Aisyah hanya bisa menuruti kata-kata ibundanya saja namun jika bersama sang ayah mereka benar-benar membuat Mahfud pusing tujuh keliling.


"Hari ini ke-4 balita itu dibawa ke rumah sakit, karena kedua pengasuh si kembar semuanya nampak tidak bisa lagi mengasuh keempat bocah itu.


"Hai Mbak!" sapa Aisyah kepada Kikan.


"Hai Aisyah.." Jawab Kikan sambil menatap keempat bocah yang bersama dengan Aisyah.


"Kalian lagi ngapain disini?" tanya Kikan kepada anak-anak Aisyah.


"Main ante!" seru keempat bocah kembar itu secara bersamaan.


"Oh ya Sayang, tolong kamu jaga anak-anak ya. karena aku harus melakukan operasi dengan Firdaus!" seru Mahfud yang kemudian menarik Firdaus yang berada di kantor Aisyah dengan segera.


"Tentu saja Aisyah tahu kalau suaminya itu sedang melarikan diri dari ke-4 anak kembarnya Bagaimana tidak, keempat anak kembarnya itu sangat senang saat mereka mengerjai ayahnya, bahkan sering sekali keempat anak itu membuat Mahfud benar-benar sakit kepala.


"Ngapain loh lari-lari seperti itu, kayak dikejar setan aja?" tanya Firdaus kepada Mahfud.


Tentu saja Mahfud hanya menghela nafasnya,


"Lain kali tolong kau jaga anakku ya.. Aku titip satu atau dua hari pinta." Mahfud.


"Boleh, Memangnya kenapa?" tanya Firdaus.


"Aku mau hanimun sama Istriku, mau buat anak lagi." jawab Mahfud yang membuat Firdaus melongo tidak percaya.


"Anak 4 masih kurang ya?" tanya Firdaus.


"Enggak, aku mau buat anak satu aja nggak usah kembar.. repot." jawab Mahfud yang membuat Firdaus memukul temannya itu.


"Kau ini kurang ajar sekali, bagaimana kalau Aisyah mendengar kata-katamu ini?" tanya Firdaus yang membuat Mahfud menghela nafasnya kembali.


"Memangnya kapan kau akan membawa anak-anakmu ke rumah?" tanya Firdaus kepada Mahfud.


"Mungkin nanti siang aku akan membawa anak-anakku." jawab Mahfud.


"Tentu, bawalah mereka ke rumah. karena jika mereka ada di rumah aku akan senang." jawab Firdaus. walaupun repot memang Firdaus menyukai anak kecil apalagi ayahnya tidak memperbolehkan anak-anaknya dibawa oleh Firdaus ke rumah mereka. karena yang terlihat Dokter Syah sangat kesepian karena dia hanya tinggal dengan para pekerja yang ada di rumahnya.


"Apakah kau yakin kau akan mampu mengurus keempat anak-anak ku?" tanya Mahfud kepada Firdaus.


"Kenapa tidak kau bawa kerumah Jonathan saja, kan di sana juga ada anak Jonathan?" tanya Kikan kepada Mahfud.


"Tentu saja pria itu akan melarikan diri jika anak-anak berada di sana, sebenarnya Malik dan Yusuf ingin menginap di rumah Pamannya. namun kelihatannya saudaraku itu sudah kapok dengan kelakuan keempat anakku itu." jawab Mahfud yang membuat Firdaus menganggukkan kepalanya.


"Begitu aja dulu dia ngotot meminta anak kembar, sekarang giliran di titipin anakmu dia langsung kabur." ucap Firdaus yang membuat Kikan dan Aisyah menganggukkan kepalanya.


Bagaimana tidak, jika Mahfud dan Aisyah menitipkan anak-anaknya, Hal itu membuat Jonathan langsung meminum beberapa obat sakit kepala. apalagi Yusuf dan Malik selalu saja membuat Jonathan tidak berhenti bermain dengan mereka berdua.


"Apakah kalian tidak mau memasukkan anak kalian ke sekolah?" tanya Kikan.


"Tentu saja Mbak aku mau memasukkan mereka, namun..." ucap Aisyah yang tidak dilanjutkan.


"Memangnya kenapa?" tanya Kikan kembai.


"Tentu saja akan sangat hebat jika keempat anakku berada di sana."Jawab Mahfud.


"Mau ku antarkan ke salah satu sekolah yang paling hebat nggak?" tanya Firdaus kepada Mahfud.


"Memangnya ada?" tanya Mahfud.


"Tentu saja ada, bahkan di sana para balita sangat bahagia." jawab Firdaus.


"Kalau seperti itu, Kenapa di rumah sakit ini tidak kita berikan tempat untuk para anak pegawai di sini bersekolah gratis di rumah sakit ini?" tanya Firdaus kepada Mahfud.


"Itu ide yang sangat bagus." jawab Mahfud.


"Bagaimana kalau kita bilang kepada Papa mengenai hal ini?" tanya Firdaus.


"Itu cocok sekali." jawab Mahfud.


"Kau ini tidak mau berfikir, Bagas bagus aja!" seru Firdaus yang membuat Aisyah dan Kikan melihat kedua pria itu saling mencibir satu sama lain.


"Ini kurang satu nih.. kalau ada Jonathan pasti bakal seru." ucap Kikan yang membuat Aisyah menganggukkan kepalanya.


"Mbak Kikan benar, mereka itu kan trio perusuh." ucap Aisyah yang membuat Kikan menatap wajah adik iparnya itu.


"Kau benar Aisyah, bahkan jika mereka dijadikan satu menjadi trio kwek-kwek mereka bakal terkenal." ucap Kikan yang membuat Aisyah tertawa melihat hal itu.


** bersambung **