MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Kenapa harus begini


Hari ini Jonathan benar-benar bahagia karena Aisyah sedikit melupakan masa lalunya, tidak apa-apa jika Aisyah lupa dengan dirinya yang penting Aisyah juga melupakan suami dan keluarga angkatnya. Jonathan telah merancang masa depan bersama Aisyah, dia berharap semua ingatan Aisyah benar-benar akan hilang dari pemikiran wanita itu, dengan begitu Jonathan akan bisa memiliki Aisyah seutuhnya.


Namun bagaimana, Aisyah sudah menikah tidak mungkin Jonathan menikahi seorang wanita yang sudah bersuami bukan.


Bukan Jonathan namanya jika pria itu tidak mempunyai pemikiran licik, tentu saja Jonathan akan mengajukan gugatan cerai kepada Mahfud kw yang ada di rumah sakit.


Kita kembali kepada Brian yang ada di rumah sakit, pria itu benar-benar sudah kehilangan kontrol atas dirinya Karena hilangnya Aisyah secara tiba-tiba.


"Bagaimana kalian tidak bisa menemukan Aisyah, dimana otak kalian!" seru Brian yang memarahi begitu banyak anak buahnya. ternyata Brian diam-diam keluar dari rumah sakit untuk menemui anak buahnya


"Tapi bos, entah kemana pria itu pergi membawa nona Aisyah, di seluruh Indonesia kita telah mencari keberadaan wanita itu!" seru anak buah Brian.


"Kenapa kalian bisa bodoh seperti ini, tidak mungkin Aisyah tiba-tiba hilang tanpa ada jejak sama sekali. kalian seharusnya mencari ke bandara dan sebarkan seluruh foto itu, cari keberadaan Aisyah di manapun dia berada dan bagaimanapun caranya. kalian harus bisa mendapatkan keberadaan wanita itu?!" perintah Brian kepada seluruh anak buahnya.


pria kaya tajir melintir itu menyuruh beberapa pasukan dari Jepang untuk terjun secara khusus mencari Aisyah, mereka mulai melacak ke bandara yang ada di Indonesia.


"Aku tidak mau tahu, segera Kalian cari keberadaan Aisyah jika tidak. jangan salahkan aku!" seru Brian kepada anak buahnya.


"Baik Tuan." jawab anak buah Bryan.


"Siapa yang berani macam-macam denganku, Apakah dia tidak tahu kalau aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Aisyah. Jika benar dia saudara tiriku itu, maka akan aku hancurkan dia sehancur-hancurnya dan akan ku bunuh dia." ucap Brian yang kemudian kembali ke rumah sakit.


Tatapan mata beberapa anak buah dari Firdaus mencoba mencari keberadaan Aisyah, mereka yakin kalau anak buah Brian mengetahui Dimana keberadaan dari Aisyah yang tiba-tiba menghilang.


"Bagaimana, Apakah kalian sudah menemukan gerak-gerik yang aneh dari Bryan?" tanya Firdaus kepada orang bayarannya.


"Belum Tuan, kelihatannya pria itu juga masih mencari Nyonya Aisyah." jawab orang suruhan Firdaus.


"Kita tidak boleh sampai kecolongan, hingga membuat Mahfud sampai mengetahui berita ini." ucap Kikan.


"Apa benar istriku jika sampai Mahfud mengetahui hal ini proses penyembuhannya akan sangat lama, apalagi beberapa waktu kemarin dia telah mengalami masalah dengan jantungnya." jawab Firdaus.


"Aku yakin Jonathan yang menculik Aisyah, aku akan mencari keberadaan Lia untuk mengetahui kepergian Jonathan." ucap Kikan.


"Pria itu benar-benar menyebalkan, berani-beraninya dia menculik Aisyah dari kita!" seru Kikan.


"Kita harus mencari bukti dahulu istriku, jika tidak..saat kita menuduhnya maka tuduhan itu akan berbalik pada kita." jawab Firdaus.


"Aku benar-benar yakin kalau pria brengsek itulah yang telah menculik Aisyah!" seru Kikan.


"Kita tidak punya bukti untuk meminta bantuan kepada polisi." jawab Firdaus.


Bangkok di kota Pattaya.


3 hari kemudian


Jonathan terus merawat Aisyah yang sedikit kebingungan dengan dirinya, pria itu selalu memberikan ingatan-ingatan palsu kepada Aisyah mengenai dirinya nya.


"Ini foto siapa?" tanya Aisyah.


"Ini foto kita berdua." jawab Jonathan.


"Kapan?" tanya Aisyah kembali.


"1 tahun yang lalu." jawab Jonathan bohong.


"Lalu dia siapa?" tanya Aisyah kepada Jonathan. pria itu lupa kalau dia tidak menghapus foto Kikan yang ada di sebelahnya.


"Dia itu adalah temanmu, tapi sayang sekali dia telah pergi keluar negeri bersama dengan kekasihnya." jawab Jonathan.


"Benarkah?" tanya Aisyah.


"Benar." jawab Jonathan kembali.


Tatapan mata Aisyah menatap foto Kikan yang ada di sebelahnya, Entah mengapa dia merasa kalau wanita itu pernah dia lihat dan pernah bersama dengannya.


"Apakah aku sedekat Itu dengannya?" tanya Aisyah.


"Tidak terlalu." jawab Jonathan.


Aisyah menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu mengambil beberapa novel yang ada di kamar Jonathan.


"Kau suka dengan novel itu?" tanya Jonathan. Aisyah menganggukkan kepalanya.


"Apakah kau pernah membacanya?" tanya Jonathan.


"Aku tidak tahu, tapi aku suka dengan novel ini." jawab Aisyah.


"Kalau kau suka, bacalah..mungkin hal itu akan membuat dirimu lebih tenang karena kau telah lupa dengan masa lalumu." jawab Jonathan yang kemudian pergi ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Aisyah.


** bersambung **