
Aisyah dan Kikan sudah memasuki ruangan Shamila, terlihat wanita itu memasukkan jarinya ke mulut. benar-benar seperti seorang wanita malam yang sedang mencari mangsanya.
"Kau benar-benar seperti wanita murahan, Oh bukan-bukan kau memang benar-benar wanita murahan. Lihatlah tingkah lakumu itu seperti penjajah kenikmatan!" seru Kikan yang baru memasuki ruangan Shamila.
Tentu saja Shamila langsung menatap wajah Kikan, terlihat jelas kalau wanita itu benar-benar tidak menyukai kehadiran Kikan yang ada di kamarnya.
"Pergi kau!!" seru Shamila kepada Kikan.
"Buat apa aku pergi, Aku kesini kan mau menemuimu." jawab Shamila. tatapan mata Shamila menatap Aisyah, seorang wanita yang dulu akan menjadi istri dari Jonathan.
"Bukankah kau wanita yang akan menjadi istri Jonathan?" tanya Shamila kepada Aisyah. wanita itu tidak ingin menjawab, Dia hanya diam saja.
"Untung saja wanita ini tidak menikah dengan suamimu, bekas dari seorang wanita murahan!" seru Kikan. terlihat Shamila sangat marah terus-menerus dihina oleh Kikan.
"Memangnya aku berbuat salah apa padamu?!" seru Shamila.
"Dasar wanita murahan tidak mau mengakui kesalahannya!" seru Kikan yang tangannya gatal ingin menjambak rambut Shamila
"Keluar aja yuk mbak, mbak ini cari masalah aja." ucap Aisyah yang mengajak Kikan keluar dari ruangan Syamil Shamila.
"Keluar sana, Aku tidak ingin melihat wajah kalian!" seru Shamila kepada Aisyah dan Kikan.
Terlihat Kikan tersenyum.
"Ha-ha-ha.. kenapa kau tidak ingin melihatku, Apakah kau masih ingat dengan kelakuanmu waktu itu!" seru Kikan.
"Oh iya aku lupa Kalau waktu itu itu ternyata aku telah membuat kekasihmu hampir tidur dengan ku." ucap Shamila yang membuat Kikan langsung menampar wajah Shamila.
Plakk..
Aisyah begitu kebingungan dengan pembicaraan kedua wanita itu.
"Apakah ada dendam diantara Mbak Kikan sama wanita ini." ucap Aisyah yang melihat perdebatan kedua wanita itu.
"Bukankah dokter itu juga bekerja di sini? Apakah kalian menikah, jika kalian belum menikah maka aku mau tidur dengannya. aku mau merasakan kejantanannya!" seru Shamila yang membuat Kikan langsung emosi. ternyata Shamila pernah ingin menjebak Firdaus.
Untung saja Tuhan masih berbaik hati dengan Firdaus, Bagaimana tidak Ternyata obat perangsang yang diberikan oleh Shamila untuk Firdaus bukan pria itu yang meminumnya. melainkan pria lain hingga membuat jebakan itu terjatuh pada salah satu teman Firdaus.
"Untung saja Tuhan masih berbaik hati kepada suamiku, kalau tidak.. waktu itu Pasti kalian sudah melakukan kehinaan. berani-beraninya kau mencoba untuk menjebak suamiku!" seru Kikan.
Terlihat Aisyah baru mengetahui kalau istri dari Jonathan adalah seorang pria yang benar seorang wanita yang benar-benar mempunyai kelakuan yang begitu menjijikkan.
"Mengapa kau tidak menjadi pelacur saja, hal itu akan membuatmu menjadi wanita kaya. bahkan kau akan dijamin oleh para pria!" seru Kikan.
"Kenapa aku tidak boleh menghina mu, Kau adalah wanita menjijikkan!" seru Kikan kepada Shamila. terlihat kedua Wanita itu sudah berdebat hingga membuatmu Aisyah sangat kebingungan.
Plakk...
Satu tamparan langsung dilayangkan oleh Aisyah kepada Shamila, wanita itu menatap seorang wanita yang dengan berani telah menamparnya.
"Berani sekali kau menamparku!" seru Shamila kepada Aisyah.
"Aku tidak pernah mengira kalau kau adalah wanita sehina ini!" seru Aisyah yang kemudian mengajak Kikan untuk keluar dari sana.
Aisyah langsung memegang dadanya, wanita itu langsung menghela nafasnya secara kasar. Bagaimana tidak, Terlihat tadi terjadi perdebatan yang sungguh-sungguh di luar perkiraan.
"Kenapa sih kehidupan kita itu banyak sekali orang jahat, Kenapa tidak satu saja. setelah itu dia meninggal. kan hidup kita itu lebih enak." ucap Kikan dengan nada yang begitu menggebu-gebu.
"Kalau seperti itu, Aku mau Mbak." Jawab Aisyah dengan santai.
"Lihatlah Jonathan, setelah itu Itu tuh yang keponakannya kemarin, Beberapa bulan yang lalu masuk penjara. sekarang ini sundel bolong, belum gitu ada beberapa wanita yang selalu mencoba untuk mengganggu kebahagiaan kita." ucap Kikan yang terus-menerus meracau tidak karuan.
Tatapan mata Kikan menatap seorang wanita yang membawa kotak hadiah sambil tersenyum-senyum sendiri, terlihat wanita itu masuk ke ruangan Firdaus dan Mahfud. karena ruangan kedua dokter itu menjadi 1 hanya berbeda sekat saja.
"Ada apa, Mbak?" tanya Aisyah kepada Kikan.
"Ayo ikut aku!" seru Kikan yang kemudian menarik tangan Aisyah hingga membuat Aisyah mengikuti wanita itu. langkah kaki kan terus berjalan hingga menuju tempat yang dia tuju.
Terlihat disana seorang wanita sedang duduk di kursi kantor milik Mahfud, wanita itu tersenyum sembari memutar-mutar kursi pria itu.
"Lihat deh, lihat itu tuh cewek tuh nanti berani banget dia duduk di kursi suamimu. Lihatlah, dia senyum-senyum sendiri. tangannya membawa kado pasti dia sedang membayangkan kalau kursi itu suamimu dan dia duduk di atas pangkuan suamimu." ucapkan kepada Aisyah.
Sontak saja Aisyah langsung menatap wanita itu, ternyata wanita itu adalah salah satu perawat yang ada di rumah sakit ini. langkah kaki Aisyah langsung memasuki kantor suaminya itu.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Aisyah kepada salah satu perawat yang ada di rumah sakit Dokter Syah.
Tatapan mata perawat itu menatap Aisyah, dia begitu terkejut, kaget sekaligus malu saat dia sudah kepergok berada di ruangan Dokter Mahfud.
"Nona Aisyah!" seru perawat itu. tatapan mata Aisyah terus menatap wanita itu hingga membuat sang perawat langsung gelagapan dan ingin meninggalkan kantor Mahfud.
"Aku tanya sekali lagi, apa yang kau lakukan di ruangan suamiku?!" seru Aisyah. perawat itu menundukkan kepalanya sembari menatap wajah Aisyah.
** bersambung **