
Setiap hari Jonathan terus memberikan ingatan palsu kepada Aisyah, bahkan pria itu juga selalu memberikan obat-obatan kepada Aisyah agar membuat Aisyah melupakan masa lalunya. namun terkadang wanita itu menanyakan mengenai obat yang diberikan oleh Jonathan padanya,
Terlihat Aisyah sedikit curiga meskipun dia telah membuat Aisyah kehilangan memorinya. namun sedikit ingatan yang tersisa itu terkadang muncul dibenak Aisyah, ingatan buram mengenai seorang pria, pernikahan dan rumah sakit, itu adalah ingatan yang selalu muncul.
"Mas Nathan ini obat untuk apa?" tanya Aisyah kepada Jonathan.
"Obat ini berguna untuk membuatmu supaya kau baik-baik saja dan supaya ingatanmu cepat pulih." jawab Jonathan.
Entah mengapa dari hari ke hari ingatan Aisyah bukannya pulih, namun malah dia tidak mengingat apapun sama sekali.
"Apakah Mas Natan yakin kalau obat ini berguna untuk mengembalikan ingatan ku?" tanya Aisyah.
Deg..
Jonathan menganggukkan kepalanya.
"Memangnya ada apa?" tanya Jonathan.
"Tidak apa-apa." jawab Aisyah yang kemudian duduk di taman yang ada di rumah Jonathan.
"Oh ya Mas Nathan, Apakah kita sering ke tempat ini?" tanya Aisyah kepada Jonathan.
"Sering sekali." jawab Jonathan.
"Lalu Mengapa aku tidak mengingat tempat ini?" tanya Aisyah.
"Sebentar lagi kita akan menikah, maka dari itu kau meminta untuk tinggal di negara ini. sebenarnya tempat kita itu di Indonesia, tapi malah kau memintaku untuk membawamu kemari. karena aku mencintaimu jadi aku menuruti permintaanmu." jawab Jonathan.
Entah mengapa Aisyah benar-benar Tidak mempercayai perkataan dari Jonathan, ada sebuah relung hati yang terdalam.. begitu merindukan sosok pria yang tidak diingat oleh Aisyah.
"Ada apa?" tanya Jonathan kepada Aisyah.
"Tidak apa-apa." jawab Aisyah.
"Apakah kau mau jalan-jalan di dekat sini?" tanya Jonathan.
Aisyah menganggukkan kepalanya.
"Apakah kau tahu Aisyah, Aku begitu mencintaimu memujamu dan selalu mengharapkan kebahagiaan bersamamu." ucap Jonathan.
Deg..
Aisyah menghentikan langkah kakinya ketika mendengar perkataan Jonathan, Entah mengapa kata-kata itu begitu familiar di telinga Aisyah. sebuah perkataan yang tersimpan di memori terdalam Aisyah.
"Ada apa?" tanya Jonathan kembali.
"Apakah Kau sering mengatakan hal itu?" tanya Aisyah sambil memandang Jonathan.
"Memangnya kenapa?" tanya Aisyah.
"Entahlah, aku merasa sering sekali mendengar kata-kata itu." jawab Aisyah.
Deg..
Jonathan terkejut dia mulai berfikir mungkinkah Aisyah belum sepenuhnya, kehilangan memorinya.
"Dulu aku sering mengatakan hal itu padamu, Jadi wajar saja kalau kau mengingat kata-kata yang di ucapkan oleh calon suamimu ini." jawab Jonathan.
Mengapa Aisyah masih tidak percaya dengan Jonathan, karena Yang dia ingat suaranya begitu berbeda dengan suara Jonathan.
"Entahlah Mas, tapi aku merasa suaranya sangat berbeda dengan suaramu." jawab Aisyah.
Jonathan kembali terkejut, wajahnya langsung pia seketika saat mendengar jawaban dari Aisyah.
"Apakah dia masih belum melupakan suaminya itu?" guman Jonathan dalam hati sambil menatap wajah Aisyah.
Sesaat kemudian pria itu tersenyum agar kegelisahannya itu tidak dilihat oleh Aisyah,
"Mungkin saja salah satu temanmu juga mengatakan hal itu padamu atau mungkin seseorang yang kau kenal." jawab Jonathan.
"Memangnya aku punya teman banyak?" tanya Aisyah.
"Tentu." jawab Jonathan yang kemudian mengajak Aisyah untuk berjalan-jalan di sekitar tempat mereka. pemandangan yang indah dan begitu memukau di kota Pattaya.
"Mas akan ambil sepeda motor dulu ya, nanti kita jalan-jalan naik itu saja." ucap Jonathan. Aisyah menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian tatapan matanya menatap seorang pria yang terasa asing di hati Aisyah.
Sedangkan di tempat lain ternyata Mahfud sudah mendengar mengenai kabar hilangnya sang istri.
"Kau harus tenang Mahfud!" seru Dokter Syah kepada Mahfud.
"Bagaimana aku bisa tenang, Dokter istriku tiba-tiba menghilang dan sudah satu minggu ini." jawab Mahfud.
"Firdaus dan Kikan sudah mengerahkan orang-orang yang mereka suruh untuk mencari keberadaan istrimu." jawab Dokter Syah.
"Saya tidak mau dan saya tidak ingin kehilangan istri saya." jawab Mahfud. tentu saja Mahfud seperti seorang pria yang kehilangan arah langkah kakinya. Bagaimana tidak tiba-tiba pria itu harus kehilangan sang istri saat dia berada di tempat yang begitu jauh.
"Tenanglah, kau tidak boleh seperti ini!" seru Dokter Syah kepada Mahfud.
"Bagaimana saya bisa tenang Dokter, istri saya tiba-tiba menghilang!" seru Mahfud.
"Tenanglah, aku telah memerintahkan beberapa orang kenalan ku untuk mencari keberadaan Aisyah dan titik terakhir Aisyah pergi." jawab Dokter Syah.
"Bagaimana jika aku tidak bisa menemukan istriku." ucap Mahfud yang kemudian terlihat begitu menderita. tentu saja pria itu akan menderita perjuangannya untuk mendapatkan Aisyah begitu berat, karena dia harus bersaing dengan Jonathan. namun sekarang tiba-tiba Aisyah harus kembali lepas dari tangannya.
"Tenanglah, kau tidak boleh seperti ini. kau harus sembuh!" seru Dokter Syah.
"Aku sudah sembuh Dokter!" seru Mahfud.
"Apakah kau yakin?" tanya Dokter Syah.
"Tentu Dokter, Aku tidak akan sakit demi apapun. aku sudah sembuh aku ingin kembali ke Jakarta!" seru Mahfud.
Entah apa yang terjadi jika tiba-tiba Mahfud kembali ke Indonesia, sedangkan Brian Pria itu juga tiba-tiba hilang dari rumah sakit untuk mencari keberadaan Aisyah.
"Aku akan mencari kabar mengenai Brian di rumah sakit, kau tenang lah dulu!" seru Dokter Syah.
Beberapa saat kemudian akhirnya Dokter Syah sudah mengetahui kabar Kalau Mahfud KW atau Brian telah meninggalkan rumah sakit untuk mencari keberadaan Aisyah, tentu saja Dokter Syah langsung bergegas untuk menyiapkan pesawat pribadi untuk segera kembali ke Indonesia.
** bersambung **